Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Pengakuan Mengejutkan Tentang Para Sopir Truk, Bikers Waspadalah !

Sejujurnya kita patut berterima kasih kepada para sopir truk. Berkat cucuran keringat Abang Abang, Mas Mas, dan Bapak Bapak sopir ini, (terutama di kota besar) kita bisa menikmati aneka hasil bumi seperti buah, sayur dan palawija. Berkat injakan pedal gas dan tarikan tuas persneling truk beliau-beliau inilah kita bisa menikmati sensasi berkendara lewat motor ataupun mobil yang mereka antarkan. Tetapi sebuah fakta dan pengakuan mengejutkan dari sopir truk ini sempat membuat saya syok dan mendadak saya kehilangan selera makan.
Simak beberapa peristiwa/testimoni pengakuan dari berbagai narasumber :
Ane pernah juga ngomong sama sopir trailer.
Jadi kata dia: “daripada menyebabkan kecelakaan yg bisa timbul banyak korban,lebih baik satu nyawa melayang”. lho kok bisa.?
Jadi gini gan,supir trailer bisa saja ngerem mendadak apabila ada bikers atau pemotor yg jatuh di depannya.
Tapi apabila dia melakukan itu maka yg akan terjadi adalah,bagian belakang atau muatannya akan lari kekanan atau kekiri.
Bisa dibayangkan gan apabila di sisi kanan atau kiri banyak bikers atau pemotor,pasti akan terserempet atau tergilas.
Itu sebanya supir lebih memilih melindas bikers atau pemotor yg jatuh di depan atau disamping nya.
Dua pilihan yg sulit memang.!!
Truck segede gaban bisa jadi sahabat dijalanan kalau ente tahu aturan….ini pengalaman ane trans bkt – mdn bawa mobil kecil…ente kalau dibelakang truck jangan mepet…jaga jarak ±50-100M…truck segede gaban kalau misalnya ente mau mendahului dan itu truck ngasih lampu sein kanan…jangan coba2 mendahului…artinya ada kendaraan dari arah berlawanan….kalau ente mau mendahului truck…pake perhitungan matang….misal panjang truck 12M…panjang mobil 4M…itu artinya ente harus punya space untuk mendahului truck adalah 4-5X panjang mobil ente….kalau truck udah kasih lampu sein kiri dan lampu remnya menyala…segera ente kasih lampu sein kanan dan silahkan mendahului…sopir truck paham kode klakson 2X waktu mendahului…say thanks to truck driver yg udah ngasih ente jalan buat mendahului kata temen ane yang pernah ngomong ke supir truk emang begitu.kaloseandainya (gak sengaja) tabrakan “diusahakan” korbannya meninggal biar gak banyak ganti ruginya..
kalo cacat bisa ratusan juta katanya..
sadis bener emang..
kalau supir bus punya prinsip begini gan…
“..daripada mengorbankan nyawa seluruh penumpang bus..lebih baik nyawa 1 atau 2 org naek motor yang hilang…” makanya kalau ketemu bus ugal2 an mending turun dari aspal ke tanah aja dah….soalnya para sopir bus juga lagi bawa nyawa banyak orang gan
motor atau kendaraan kecil juga jangan asal salip kalo ga mau tinggal nama..dah salah, ngotot.. itulah pengendara kendaraan kecil yang ane tau… logika sang sopir mending mati aja sekalian, daripada urusan panjang…yang jelas kalo bawa kendaraan, apapun jenis nya harus WASPADA dan SAFETY RIDING…
nih ane tambahin lagi info underground seputar dunia supir truk kalo menyikapi kecelakaan kayak gitu
ukuran truk itu kan besar? jadi kalo sampe berurusan sama polisi, alibi yg paling gampang (ini ane denger sendiri dari supir truk yg suka nongkrong deket rumah ane) adalah, “tidak kelihatan” !!
alasan ini bisa diterima mengingat ukuran truk memang besar dan sulit mengawasi tiap sudut truk setiap saat
jadi kalo ada yg terlindas, tinggal pake alasan itu aja
paling mentok mentok perusahaan yg punya truk itu kasi uang damai ala kadar nya ke keluarga korban, yang jelas sedikit lah, uang kerohiman namanya
kalo semisal keluarga korban ngotot mo perkarakan ke pengadilan juga gak bakalan menang, karena alasan “tidak kelihatan” bisa diterima oleh akal sehat nya hakim, pengacara, penuntut umum, panitera, dan semua nya. ujung2xnya diselesaikan diluar pengadilan biasanya. makanya kalo truk sering bunyiin klakson, jangan dianggap personal, itu justru mengingatkan kita betapa rapuhnya posisi kita di jalanan kalo berhadapan sama truk. justru kita musti ngalah kalo truk sampai bunyiin klakson ke kita. itu pesan moral yg ane tangkap gan. cobalah ente bayangin berada di posisi supir truk, gak gampang loh mengendalikan monster sebesar itu di jalanan.
apalagi biker kita terkenal suka asal belok tanpa kasi lampu sign dulu.
ane pernah tuh liat istri mbonceng motor yg dikemudikan suami nya di parung bogor, kelindas truk, ibu itu yg kena perut nya, suaminya selamat. tau gak? itu yg namanya usus berhamburan keluar semua campur sama cairan kuning (lemak perut nya). badannya nyaris putus jadi 2, tapi masih hidup meregang nyawa sambil nyebut ” Ya Allah, aku gak mau mati kayak gini” berulang kali. suami nya shock diam aja di sudut jalan gak ngomong apa apa kayak org linglung, nolong aja enggak tuh suami nya. asli serem gan, udah kayak daging cingcang tapi masih bisa ngomong dan gerak gerak, apa gak serem tuh? sama warga setempat buru buru di masukin ke mobil dibawa ke rumah sakit tapi katanya meninggal dalam perjalanan. nah pas supir truk nya di tanya polisi, jawabnya ? gak ngeliat ada yg masuk ke kolong truk kontainer dia, gitu jawabnya.
itu semua bener gan, bokap ane buka usaha ekspedisi dan menurut supir itu lebih baik di matiin sekalian daripada cacat seumur hidup. karna bakalan jadi beban pengeluaran ke supir dan perusahaan itu sendiri gan. belum lagi nanti per berapa bulan check up. kalo cacat gan belum ke urusan polisinya. memang sih gan walaupun si korban ga meninggal atau harus rawat jalan nanti nya bakalan menuntut ganti rugi yg lebih dari kontrak antara si korban dengan perusahaan tentang ganti rugi. oh iya satu lagi, supir ekspedisi yg perusahaannya masih belum besar itu gaji nya dari uang jalan gitu gan, istilah nya di borong habis. kalo ada musibah di jalan itu supir harus backup perusahaan nya gan. kalo boleh di pekiwan gan
tambahan gan, beban yg dipikul supir itu banyak gan selain muatan mereka juga mikul kehidupan supirnya makanya itu yg bikin supir ugal ugalan
Sebenernya kecelakaan itu cm 1 aja kok gan..
Yaitu feeling terhadap blind spot nya masih tdk ada..ini yg kerap terjadi dr semua kendaraan bermotor..
Apaa lg truk trailer yg panjang nya sampe 12 meter
Jangkauan mata ke depan itu minim..jd bener2 hrs kuat dan tetap safety riding..
Tips dari saya buat pengendara kendaraan… khususnya motor.
1. Jgn pernah berhenti mendadak didepan truk muatan berat di bawah 12 meter,sesungguhnya anda telah mati jika melakukaan itu…bila anda tidak mati maka sekitar anda yg jadi korban.
2. Kami driver truk berat berbeda dgn bus malam. Kecepatan kami terbatas bahkan kaami masih kalah cepat dgn maho naik skuter ga jelas.
3. Jika kami terkena macet tolong liat kami, dan jgn memaki kami karna pelan nya truck kita liat lebih jelas mata kita pasti merah kami selalu antisipasi jika motor atau mobil nyelonong di depan kami pasti siaga dan tanpa terlena mta ini terus memandang anda dan aspal di sepanjang jalan.
4. Baca selalu lampu sein kita kemana arahnya…
5. Selalu hidupkan lampu belakang motor anda
6. Jgn pake lampu putih
Silakan disebarkan untuk keselamatan yang lainnya , Semoga Bermanfaat !!

Sumber:http://www.muslimahcorner.com/2014/09/pengakuan-mengejutkan-tentang-para-sopir-truk-bikers-waspadalah/


Azaria Network

Gawat! Presiden Jokowi Restui ‘Hak Milik’ Warga Negara Asing


Seperti diberitakan koran Bisnis Indonesia edisi 24 Juni 2015, Pemerintah akhirnya menyetujui untuk membuka keran kepemilikan properti bagi warga negara asing dengan syarat tetap memperhatikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh tempat tinggal.

Anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan kepemilikan properti di Tanah Air untuk warga negara asing (WNA) diizinkan untuk menghadapi persaingan di tingkat regional.

Menanggapi hal ini, ustadz Yusuf Mansur berkomentar di akun twitternya:

"Pemilik dana & pengusaha besar, biasanya ga mau peduli dg nasib & keberadaan penduduk lokal. Betawi, dll, habis tuh," tulisnya melalui akun @Yusuf_Mansur, Kamis (25/6). 

Selanjutnya ustadz Yusuf Mansur menulis:

Maka doanya mesti ditambah. Mdh2an semuanya baik2 aja. Yuk. Selalu positif. Tapi hendaknya tetap belajar banyak.

Mungkin negara2 yg rakyatnya pd pengen buka usaha, & bahkan beli tanah di sini, kudu ada kerjasama bilateral yg adil. Di sono, qita juga boleh.

Asing, guampaanngg banget buka bank di sini. Ini contoh aja. Tp giliran bank2 qt? Setengah mati. Tambahin bait2 doanya. Biar ada keadilan.

Welcome aja sbg warga dunia. Tp semoga ada perlindungan dari negara thd rakyat yg ga berdaya.

Ga usah sama warga ngr lain... Ini nih, misal, 1 desa, jalanannya dibagusin. Apakah lalu masyarakat desa itu bkl msh ada&menikmati? Hmmm...

Semua Kerajaan adalah milik Allah. Di LangitNya. Dan di BumiNya. Dan Allah bakal bagiin sesuka2Nya. Kpd siapa yg dikehendakiNya. So?

Persoalannya bukan ada apa dengan mereka. Bukan pada orang lain. Pemegang & pengambil keputusan. Bukan pd siapa2. Tp pd kita sendiri.

Jgn2, emang kita pantes diusir&terusir dari muka bumi... Inilah pesan saya. Kpd diri saya. Ini substansinya. Balik, & dekati Pemilik Asli.

Soal asing datag, asli. Udah ga bisa dicegah. Cepat atau lambat. Asal kita siap. Siapa tau malah jd punya supir & pembantu, bule2, hehehe.

Hegemoni asing, & kekuatan duit konglomerasi, kudu diimbangi (bukan dilawan ya, spy kalimatnya ttp positif), dg kekuatan berjamaah.

Sbg penutup, sisain lah baik sangka kpd presiden, wapres, pembantu2nya, pemerintah, negara. & Selalu doain. Salam.


Azaria Network

Sutiyoso Dapat ‘Jatah’, Kok Malah Fadjroel Diledek?

Mungkin, memang beginilah nasib yang dialami Fadjroel Rachman setiap kali Jokowi berikan ‘jatah’ kepada para pendukungnya. Ledekan demi ledekan seakan tak mau berhenti ditujukan kepada pria yang sempat mencukur kepalanya sampat gundul itu.

Kali ini, Presiden Jokowi memberi ‘jatah’ Kepala Badan Intelijen (BIN) kepada Sutiyoso. Dan untuk kali ini pula, ramai para netizen seperti ‘senang’ menyerang Fadjroel dengan berbagai kata-kata di media sosial Twitter.

“Kasihan @fadjroeL ya, bener2 gak dianggap! Padahal jasanya besar buzzerin Jokowi di medsos. #ibakita,” kicau dari salah satu akun netizen, @SangPemburu99

Kemudian, ada netizen yang juga sangat menyayangkan mengapa sampai sekarang Fadjroel belum juga dapat ‘jatah’ dari Jokowi. Ia pun mengakui, jasa beliau sangatlah besar kepada Jokowi.

“@fadjroeL << itu memiliki jasa besar di dunia medsos bagi JKW. Sebab, sesalah apapun tindakan JKW pasti dibelanya,” tulis akun @OposisiRakyat.

Berbeda dengan netizen lain, netizen ini yang mengklaim Fadjroel sudah dapat ‘jatah’.“..@fadjroeL ud dpt kok.. jd tim follow up pelayanan gangguan PLN.. kantornya di rumah..,” tulis akun @doviaric yang seperti meledek Fadjroel.

Ledekan juga datang dalam bentuk lelucon yang menyatakan bahwa Fadjroel menjadi korban dari janji palsu.“Si panjul (Fadjroel-ed) di kasih janji palsu saja sdh senang,” tulis akun @Aliwardh seperti menghibur, namun sejatinya meledek.

Begitulah sebagian netizen menyindir Fadjroel setelah Presiden Jokowi tunjuk Sutiyoso menjadi Kepala BIN.“Om Fadjroel, yang sabar ya…”
Penulis: JK Sinaga
Sumber: Nyatnyut
Azaria Network

Bahkan Pakar Hukum Yang Netral Saja Merasakan Jokowi Tidak Etis Karena Banyak Berbohong

Sangat tidak etis bila Gubernur DKI Jakarta non aktif Joko Widodo (Jokowi) mengklaim dirinya telah melapor ke KPK terkait dugaan korupsi Bus TransJakarta.
Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Margarito Kamis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/6)
Menurut Margarito, berdasarkan pernyataan Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), Jokowi belum memberikan laporan terkait kasus Bus TransJakarta yang hingga kini masih mandek di Kejaksaan Agung.
"Sebagai capres, tindakan Pak Jokowi tidak etis, karena senang atau tak senang, dia belum jadi presiden dan masih berjuang menjadi presiden," kata Margarito.
Margarito menyayangkan sikap Jokowi yang terkesan menutup-nutupi kasus bus TransJakarta. Jokowi juga enggan menjawab pertanyaan awak media saat melakukan verifikasi harta kekayaannya di KPK, beberapa waktu lalu.
Margarito menjelaskan, seorang pemimpin seyogyanya bersikap berani jujur di manapun berada dan dalam kondisi apapun.
"Saya meminta dengan hormat agar jujur lah, kalau dia (Jokowi) punya slogan jujur jujur jujur, maka jujur lah. Kalau tidak jujur sangat tidak baik," tekan Margarito.
"Ada apa dengan Jokowi ini, Jangan setengah-setengah. Pemimpin itu tak pernah takut pada kejujuran, itu baru kejujuran. Sekalipun memukul diri sendiri, berani berkata," imbuhnya.
Seperti diketahui, kemarin Ahok mengungkapkan bahwa Jokowi ternyata tidak pernah melaporkan kasus pengadan bus Transjakarta berkarat.
"Nggak pernah ada surat resmi tuh. Pak Jokowi nggak pernah minta kasus ini diambil alih oleh KPK," ucap Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (26/6) lalu.
Keterangan Ahok ini berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Jokowi.
"Waktu ada berita mengenai bus Transjakarta, detik itu juga kepala dinasnya langsung saya copot. Kemudian dokumen-dokumen yang ada langsung kita berikan ke KPK," kata Jokowi saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6).

 http://picasion.com24Uxr

Menguak Daftar Cukong Jokowi

mochtar riady
Muchtar Riady
Siapa saja konglomerat yg menjadi cukong atau penyandang dana Jokowi agar jadi presiden Boneka? Lagi-lagi Cina, lagi-lagi Cina. Kemarahan rakyat Indonesia terhadap Cina tahun 1986 tampaknya tak membuat orang-orang jahat ini kapok.
Kami sampaikan nama2 cukong jokowi dari awal sampai detik skrg ini. Sebagian cukong ini sudah tidak lagi terlihat aktif (tapi di belakang masih maen), karena berbagai kepentingannya.
Cukong Jokowi/ penyandang dana untuk kampanye dan pencitraan Jokowi yang pertama sekali sewaktu di masih Solo adalah Imelda Tio dan Lukminto cs. Imelda Tio adalah konglomerat pengusaha property (paragon grup) dan otomotif (Sun Motor Grup). Sedangkan Lukminto adalah Bos Sritex Solo.
Awalnya Jokowi hanya dipersiapkan para cukongnya untuk jadi Cagub Jawa Tengah untuk bertarung melawan Bibit Waluyo, Incumbent PDI-P yang justru membelot ke Partai Demokrat.
Di tengah persiapannya menjadi Cagub Jateng tersebut, cukong Jokowi bertambah banyak, diantaranya Edward Suryajaya (anak tertua pendiri Astra). Namun, tiba-tiba, Jokowi tanpa setahu dan seizin Ketum PDIP Megawati, beralih mau jadi Cagub Jakarta. Keinginan Jokowi ini disetir cukong-cukongnya.
Para cukong baru ini belum berani menampilkan diri. Sebab, niat Jokowi jadi Cagub DKI disampaikan JK, Prabowo dan Djan Faridz ke Megawati. Melalui upaya luar biasa JK, Prabowo & Djan Faridz inilah Jokowi berhasil disetujui PDIP/Megawati untuk jadi Cagub DKI. Pengumuman itu diumumkan pada saat-saat terakhir.
Setelah Megawati/PDIP setuju dan terbitkan surat pengusungan secara resmi atas nama Jokowi-Ahok, barulah cukong-cukong Jokowi mulai tampil.
Pilkada DKI 2012 lalu, Jokowi didukung sepenuhnya oleh hampir seluruh konglomerat Tionghoa Indonesia dan berbagai Asosiasi Tionghoa/Cina. Dukungan finansial luar besar besar juga diberikan oleh konglomerat hitam perampok uang negara yang dikenal sebagai buronan BLBI.
Buronan-buronan BLBI yangg stay di Singapura membantu dana kampanye dan pencitraan Jokowi dalam beberapa termin pencairan. Tahap awal cair US$ 25 juta. Para Buronan BLBI, mayoritas konglomerat Tionghoa dan asosiasi-asosiasi masyarakat Cina mendukung Jokowi di bawah koordinasi James Riady (sepak terjang dan siapa James Riady akan kami angkat dalam tulisan yang akan datang).
Belum pernah dalam sejarah Indonesia, semua kelompok Tionghoa Indonesia bersatu padu kecuali dalam membantu dan sukseskan Jokowi sebagai Gubernur dan Presiden RI. Satu-satunya Asosiasi Cina/Tionghoa Indonesia yangg belum setuju dukung/bantu Jokowi adalah INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa), meski sudah dibujuk habis-habisan oleh Muchtar Riady (lahir di Malang, 12 Mei 1929. Komisaris Lippo Group).
clinton-riady-huang
Clinton, Riady dan Huang
Muchtar Riady (ayah James Riady) gagal menempatkan kaki tangannya sebagai ketua INTI pada kongres INTI beberapa waktu yang lalu. Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) khawatir jika INTI dukung Jokowi dan menyebabkan kerusuhan rasial, maka Tionghoa akan dituduh sebagai penyebabnya. Sebab itu, INTI tidak mau ikut-ikutan beri dukungan politik dan dana untuk Jokowi sebagai capres 2014. INTI khawatir penolakan dari pribumi dan kaum muslimin.
Sedangkan kelompok-kelompok Tionghoa lain, mayoritas mendukung Jokowi karena terbujuk nafsu untuk bisa berkuasa mengendalikan RI via Jokowi.
Selain mayoritas konglomerat Cina yang total mensupport Jokowi, kelompok profesional dan organisasi Cina lain pendukung jokowi antara lain :
- Benny Chandra, mewakili Persatuan Tionghoa Indonesia.
- Kevin Wu mewakili komunitas BCA.
- Lia Angraeni mewakili komunitas Indofood.
- Jhony Liem mewakili komunitas pengusaha elektronik.
- Rudy Hartono mewakili komunitas olahraga. Hermawi Taslim dll.
- Dari kelompok media ada Eddy dan Popo Suriadmadja (SCTV)
- Eksekutif-eksekutif anak buah Antony Salim yang kendalikan Trans Corp. Grup.
- Media-media massa yangg menjadi pendukung Jokowi baik karena kepentingan politik atau bisnis (sudah pernah diungkap sebagian), termasuk Kompas, Detik.com, Tempo dll.
Cukup? Tentu tidak!!!
Jokowi, melalui James Riady yang didukung Antony Salim (Salim Grup) sebagai mentor politik dan bisnisnya, juga didukung oleh asing. James Riady dan Muchtar Riady adalah sahabat karib keluarga Clinton sejak 1976juga adalah agen China Military Intelligence (CMI).
antony salim
Antony Salim
Fakta bahwa James dan Muchtar Riady terkait dengan CMI adalah terungkap dalam putusan-putusan tim investigasi Kongres AS.
Silahkan simak artikel ini >> http://t.co/RTnwRyblV9 (ini adalah page dari investigatemagazine.com yang mengulas jaringan kejahatan terorganisir James Riady; Boss Lippo Group hingga hubungan khusus James Riady dengan Presiden Amerika dan berbagai skandal kotor James Riady. Ternyata kejahatan James Riady sudah go internasional).
Silahkan simak artikel ini >>>> http://t.co/6c0OHWHaXW (ini adalah laman dari justice.gov soal James Riady, konglomerat Indonesia yang justru jadi menjadi orang yang mendapat denda $8.600.000; terbesar sepanjang sejarah Amerika karena kasus penipuan dan donor dana politik di Amerika) .
Sdh dibaca artikel tadi? Mau fakta lain tentang James Riady; koordinator pencapresan Jokowi sebagai presiden boneka RI ?
eddy-kusnadi-sariaatmadja_416x416
Dedy Sariatmadja
Berikut informasi dari dari komunitas intelijen tentang James Riady:
1) 12 billion dollar Indonesian financial conglomerate (konglomerat Indonesia dengan dana finansial $ 12.000.000.000).
2) Lippo has a business partnership with China Resources Holding Company, which is owned by China’s government and staffed with Chinese Military Intelligence Officers (Lippo memiliki kerjasama bisnis dengan CRHC yang dimiliki oleh pemerintah China dan stafnya berasal dari officer CMI).
3) James Riady is an acquaintance of Bill Clinton since the 1980’s and Former permanent green card holder who worked in Arkansas. (James Riady adalah akuntan Bill Clinton sejak 1980 dan pemegang permanen dari kartu hijau yang bekerja di Arkansas).
4) Soraya & Arief Wiriadinata his Daughter and son-in-law of a Lippo partner. As of 1996, Arief worked as a gardener in Virginia. (Soraya dan Arief Wiriadinata adalah anak perempuan dan menantu dari Grup Lippo. Tahun 1996, Arief bekerja sebagai tukang kebun di Virginia).
5) John Huang :
”Long time” friend of Bill Clinton & Former director of Lippo Group USA (kawan lama Bill Clinton mantan Direktur Lippo Grup. USA).
John Huang is Former Commerce Department Employee and Former DNC Vice Chairman of Finance, USA (John Huang juga mantan Pelaksana Departemen Perdagangan dan mantan Wakil Ketua Keuangan DNC, USA).
John Huang receive campaign contributions, brake in Laws: 2 U.S.C. 441(e). It is against the law for foreign nationals to directly or indirectly contribute, solicit. (John Huang menngeluarkan dana untuk kontribusi kampanye, ini melanggar hokum 2 U.S.C. 441(e), yang mengatur soal hokum larangan kontribusi dan sumbangan dana kampanye dari luar).
20110312090718388
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |James Riady
Dan seterusnya, dan seterusnya… Banyak sekali dokumen dan informasi terkait keterlibatan James Riady cs. dalam praktik-praktik intelijen di AS.
Posisi James yang tetap aman, lebih dikarenakan Partai Demokrat masih berkuasa di AS dan Pengaruh Clinton yg sangat besar dalam pemerintahan Obama.

Ketika Megawati menyampaikan keprihatinannya mengenai ’penumpang gelap’ dalam pilkada DKI, maksudnya adalah kelompok James Riady cs. ini, kekuatan media, jaringan internasional dan dukungan finansial luar biasa memungkinkan Jokowi bisa jadi presiden boneka.
Fakta ini sebenarnya sudah menjadi pengetahuan sebagian elit Indonesia, namun mereka belum memiliki kesatuan sikap dan tindakan.
Jadi, kesimpulannya, bukan Jokowi yang kita khawatirkan, melainkan kelompok tertentu yang berada dibalik Jokowi-lah yang jadi concern kita semua.
Jokowi hanyalah presiden boneka. Ia dikendalikan oleh para maling dan musuh negara. Para konglomerat Cina yang dulu pernah merampok ribuan Triliun.
Sumber :http://www.lasdipo.com/kajian/tsaqofah/2014/05/04/daftar-cukong-jokowi.html

Percumbuan Jokowi dan AS, Bermula dari Abu Bakar Ba’asyir

Beberapa hari setelah pelantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya kebetulan mengikuti sebuah pertemuan. Pertemuan itu, digelar di sebuah Penthouse apartemen mewah senilai Rp 60 miliar di Jakarta. Pemiliknya adalah seorang pejabat pemerintahan yang juga pengusaha kaya raya. Ia tidak menggunakan apartemen ini untuk tempat tinggal, melainkan untuk keperluan meeting tertutup saja.

Selain pejabat pemerintahan pemilik apartemen itu, hadir juga beberapa orang dari kelompoknya. Salah satunya orang yang dekat dengan Megawati atau yang biasa dipanggilnya, Yu’tun (nama panggilan Megawati). Kelompok ini, bukan satu partai, tapi gabungan dari berbagai kepentingan.

Pembahasan pertemuan itu salah satunya mengenai sang fenomenal Jokowi, mantan Walikota Solo yang sukses menaklukkan DKI Jakarta.

Mr. G menanyakan kepada forum, ada fenomena apa Jokowi sampai bisa sekejab menaklukkan DKI Jakarta. Apa peran Amerika Serikat dalam kemenangan Jokowi. Belum sempat forum menjawab, Mr. G melanjutkan dengan sebuah cerita.

Penuturan Mr. G, ia pernah bertemu dengan Dubes AS untuk Indonesia Cameron R Hume pada tahun 2007 di sebuah pesta perkenalan. Cameron R Hume diangkat menjadi Dubes AS untuk Indonesia pada 30 Mei 2007. Seperti biasa, digelar pesta perkenalan dengan Dubes AS yang baru menjabat itu dengan para petinggi negara.

Dubes AS Cameron mengatakan pada Mr.G, “Kalian punya orang seperti Jokowi, kenapa tidak kalian running jadi Presiden?”

Mr. G hanya tersenyum tak menjawab, karena memang ia kurang tahu persis siapa Jokowi. Wajar saja, ketika itu masih tahun 2007, Jokowi tak banyak yang tahu. Mr. G pun meminta anak buahnya mencari tahu siapa Jokowi. Ternyata Jokowi adalah Walikota Solo, dilantik pada 28 Juli 2005.

Penuturan Mr. G ketika melihat profil Jokowi hasil pencarian anak buahnya, ia berpikir “Kenapa Dubes AS menyoroti Jokowi?”

Dan pertanyaan yang sama ia lontarkan pada pertemuan 2012 di apartemennya itu. Mr. G kembali mengatakan, “Apa benar ada permainan AS di belakang Jokowi sehingga ia bisa dengan mudah menang di DKI?”

Lalu ia melontarkan pernyataan lanjutan, “Ini hanya bisa dibuktikan, jika ternyata nanti Jokowi benar menjadi Capres di 2014,” ujar Mr. G.

Mr. A, orang dekat Megawati yang juga hadir di pertemuan itu menanggapinya dengan menceritakan sebuah kisah. Kisah itu terjadi pada saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI mulai 23 Juli 2001, menggantikan Gus Dur.

Penuturan Mr. A, sepanjang tahun 2002, ia beberapa kali mempertemukan seorang agen CIA bernama Karen Brooke dengan Megawati. Pertemuan Karen Brooke dengan Megawati merupakan permintaan dari Dubes AS untuk Indonesia saat itu, Ralph Leo Boyce. Dubes AS Ralph Leo Boyce yang dilantik pada 1 Oktober 2001 itu meminta pertemuan dengan Megawati atas perintah Menlu AS Colin Powell.

Dalam beberapa kali pertemuan itu, Karen Brooke yang berdomilisi di Solo dan Yogyakarta ini menjelaskan data intelijen AS kepada Megawati. Menurut Karen Brooke, Megawati harus mengambil tindakan kepada Abu Bakar Ba’asyir diduga mengepalai jaringan terorisme Asia Tenggara dari Solo.

Dubes AS Ralph Leo Boyce yang ikut dalam beberapa kali pertemuan itu, membenarkan Karen Brooke. Data CIA mengatakan, selama pelarian 1985 hingga 1999 di Malaysia dan Singapura, Abu Bakar Ba’asyir membangun Jamaah Islamiyah. Organisasi JI disebut AS bagian dari jaringan terorisme global, Al-Qaeda.

Dubes AS Ralph Leo Boyce menjelaskan bahwa sejak serangan 11 September 2001, AS memiliki kebijakan luar negeri yang berbeda. AS mengumandangkan War on Terror kepada seluruh pelaku terorisme dunia. Negara mana pun yang berpartisipasi melindungi terorisme akan diluluhlantakkan.

Perlu dicatat, segera setelah tragedi 11 September 2001, selang 3 minggu Menlu AS mengangkat Dubes AS baru untuk Indonesia, Ralph Leo Boyce pada 1 Oktober 2001. AS melakukan invasi ke Afghanistan pada 7 Oktober 2001.

Tentu saja, pengangkatan Dubes AS baru untuk Indonesia berkaitan dengan perubahan kebijakan luar negeri AS pasca 11 September 2001. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, tentu perlu dijaga oleh AS yang tengah melakukan invasi ke Timur Tengah. AS tidak ingin invasinya ke Timur Tengah dihadang solidaritas muslim dari Indonesia ke Timur Tengah. Apalagi AS punya kepentingan menguasai sumber daya alam di Indonesia.

Kembali ke cerita Mr. A. Dubes AS Ralph Leo Boyce dan Karen Brooke mendesak Megawati menangkap Abu Bakar Ba’asyir sesegera mungkin. Alasannya, pertama, agar kabar akan adanya pemboman oleh Jamaah Islamiyah bisa dicegah. Kedua, agar Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, bisa menunjukkan sikap yang tidak mendukung terorisme.

Megawati menolak permintaan itu, karena menurutnya keterlibatan Abu Ba’asyir dalam terorisme Asia Tenggara tidak ada bukti. Megawati menuduh isu terorisme Asia Tenggara oleh Jamaah Islamiyah hanyalah rekayasa AS dalam kebijakan luar negerinya yang baru.
Gagal melakukan diplomasi dengan Megawati, AS melobi Singapura agar mendesak Indonesia. Pada 28 Februari 2002, Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia terlibat terorisme dengan sarangnya di kota Solo. Kota Solo adalah markas pergerakan Abu Bakar Ba’asyir sejak tahun 1972.

Menurut Mr. A, usai pernyataan Lee Kuan Yew yang menjadi perhatian se Asia Tenggara, Dubes AS Ralph Leo Boyce dan Karen Brooker kembali menemui Megawati. Kali ini, Megawati didesak menangkap Abu Bakar Ba’asyir karena alasan tambahan, potensi gejolak Asia Tenggara karena Indonesia tidak bekerja sama memberantas terorisme.
Mr. A mengatakan, Megawati kembali menolak permintaan itu, juga dengan alasan tidak ada bukti kuat untuk menangkap Abu Bakar Ba’asyir. Lalu terlontar pertanyaan yang mencengangkan, baik bagi Megawati maupun Mr. A.

“Jika tersedia bukti-buktinya, anda berjanji akan menangkap Abu Bakar Ba’asyir?” tanya Karen Brooke pada Megawati. Mau tidak mau, Megawati menerima tantangan itu, karena Megawati tidak berpikir negatif.

Pada 23 September 2002, majalah TIME melansir artikel bertajuk Confessions of an Al Qaeda Terrorist. Artikel TIME menuduh Abu Bakar Ba’asyir sebagai perencana peledakan Mesjid Istiqlal dan terlibat Al-Qaeda. Ba’asyir juga dituduh TIME berencana melakukan aksi terorisme lain di Indonesia.

Penuturan Mr. A, segera setelah berita TIME, Megawati menerima telepon dari Karen Brooke difasilitasi Dubes AS Ralph Leo Boyce.

“Anda yakin tidak ingin menangkap Abu Bakar Ba’asyir sekarang?” tanya Karen Brooke. Megawati tetap pada jawabannya, tidak bisa menangkap Abu Bakar Ba’asyir tanpa landasan bukti yang kuat.

Lalu pada 12 Oktober 2002, terjadilah aksi peledakan di 3 titik, Paddy’s Pub, Sari Club dan dekat kantor Konsulat AS di Bali. Aksi ini dikenal sebagai Bom Bali I.

Tepat tanggal 13 Oktober 2002, Dubes AS Ralph Leo Boyce dan Karen Brooke kembali menemui Megawati dan menagih janjinya. “Anda sudah lihat buktinya, kini tangkaplah Abu Bakar Ba’asyir,” ujar Karen Brooke.

Bom Bali I memberikan tekanan kepada Indonesia dari Asia Tenggara, Australia, AS dan Eropa. Menurut Mr. A, Megawati sesungguhnya tidak melihat Bom Bali I sebagai aksi Abu Bakar Ba’asyir melainkan rekayasa AS. Sayangnya, lanjut Mr. A, tekanan dunia internasional, media-media asing seolah sudah menjebak Indonesia dalam kegiatan terorisme.
“Megawati pun langsung memerintahkan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir,” ujar Mr. A.
Ditangkaplah Abu Bakar Ba’asyir pada 18 Oktober 2002, hanya dalam penyelidikan tak sampai 1 pekan. Dan rupanya, lanjut Mr. A, AS sudah menyiapkan paket untuk Indonesia dalam kaitannya dengan War on Terror.

Melalui Diplomatic Security Service (DSS) Kementerian Luar Negeri AS, dikucurkanlah dana US$ 12 juta untuk pembentukan Densus 88. Densus 88 didirikan atas Skep Kapolri No. 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003. Densus 88 didirikan pada 23 Juni 2003 dan diresmikan oleh Jenderal Polisi Firman Gani pada 26 Agustus 2004.

Pemerintahan Megawati berakhir pada 20 Oktober 2004. Selang 1 bulan, AS mengangkat Dubes AS yang baru, B Lynn Pascoe pada 25 November 2004. Kemudian pada pemerintahan baru AS, Condoleezza Rice diangkat jadi Menlu AS pada 26 Januari 2005.

Atas lobi Menlu AS Condoleezza Rice melalui Dubes AS Lynn Pascoe kepada SBY, Abu Bakar Ba’asyir divonis bersalah pada 3 Maret 2005. Setelah penyelidikan panjang (3 tahun), tak ada bukti apapun yang mengaitkan Abu Bakar Ba’asyir dalam aksi Bom Bali I. Tuduhan kepada Ba’asyir hanya turut melakukan tindakan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah yang sah, membuat keterangan palsu, dan terbukti keluar dan masuk Indonesia tanpa izin. Tak ada kaitan apa pun antara Abu Bakar Ba’asyir dengan Bom Bali I, karena itu vonis hukumannya hanya 2,6 tahun.

Pada 14 Juni 2006, setelah mendapat pengurangan hukuman dari Presiden SBY, Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan. Janggal, Ba’asyir ditangkap atas tuduhan Bom Bali I, divonis tanpa terkait Bom Bali, lalu dibebaskan dalam waktu singkat.

Menurut Mr. A, pemenangan Jokowi – FX Rudyatmo sebagai Walikota Solo pada 28 Juli 2005 juga ada peran dari Menlu AS Condoleezza Rice. Solo sebagai bekas markas Abu Bakar Ba’asyir, dalam kacamata AS harus dikawal. Tidak boleh tokoh muslim konservatif yang memimpin kota Solo. Sosok muslim sekular seperti Jokowi didampingi Katolik konservatif FX Rudyatmo diharapkan AS dapat meredam sisa-sisa pergerakan Ba’asyir di Solo.
Itu menjelaskan kenapa Dubes AS untuk Indonesia berikutnya Cameron R Hume, yang diangkat Menlu AS Rice pada 30 Mei 2007, begitu menyoroti Jokowi. Selama masa Menlu AS Condoleezza Rice, tidak terlihat adanya terorisme Solo bergerak.

Namun situasi berubah ketika Obama menunjuk Hillary Clinton sebagai Menlu AS pada 21 Januari 2009. Mendadak, aksi terorisme Solo kembali muncul secara berkala. Menurut Mr. A, dari sini lah hubungan Jokowi dengan Menlu AS Hillary Clinton mulai dibangun lebih serius. Tidak hanya untuk Solo, Menlu AS Hillary Clinton menyiapkan Jokowi untuk DKI lalu Pilpres 2014. Menlu AS Hillary Clinton  meminta barter berupa pemberantasan gerakan ekstrimis Islam Asia Tenggara yang bermarkas di Solo kepada Jokowi.

Lalu dimulailah serangkaian aksi serangan terorisme dan penyergapan terorisme di Solo. Pada 17 September 2009, Densus 88 yang didanai AS, menyergap Noordin M Top Group di Kepuhsari, Solo. Pada 13 Mei 2010, Densus 88 menyergap markas teroris di Dusun Gondang, Solo. Pada 14 Mei 2011, Densus 88 menyergap Sigit Qurdhowi Group di Cemani, Solo. Pada 25 September 2011, terjadi serangan di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo.

Pada 17 Agustus 2012, terjadi serangan dari Farhan Group di Pasar Kliwon, Solo. Pada 19 Agustus 2012, Farhan Group menyerang Bunderan Gladag, Solo. Pada 30 Agustus 2012, Farhan Group menyerang Plasa Singosaren, Solo. Pada 31 Agustus 2012, Densus 88 menyergap Farhan Group di Solo. Pada 22 September 2012, Densus 88 menyergap Thoriq Group di Solo.

Tentu menjadi pertanyaan, kenapa pada masa Menlu AS Condoleezza Rice tidak ada satu pun aksi terorisme Solo. Namun pada masa Menlu AS Hillary Clinton, mendadak muncul serangkaian aksi teroris dan penyergapan teroris di Solo.

Banyak pendapat mengatakan kalau semua aksi terorisme di Indonesia merupakan ulah AS. Dan terbukti, duet Hillary Clinton dengan Jokowi dalam “Memberantas Teroris Solo” telah menaikkan nama Jokowi di mata internasional. Dan kini, Jokowi maju ke pentas Capres 2014 dengan dukungan internasional yang kuat.

Benarkah demikian?

Mr. F, salah seorang peserta pertemuan yang sama memberikan pendapat dari hasil penelusurannya. Beliau ini orang yang pernah saya ceritakan dalam tulisan saya sebelumnya ketika saya pergi ke Bali akhir 2013. Beliau bekerja untuk George Friedman, pendiri Stratfor (Strategic Forecast).

Menurut Mr. F, peristiwa 11 September 2001 telah mengubah kebijakan luar negeri AS secara menyeluruh. Mr. F mengatakan, peristiwa 11 September menjadi tanda dimulainya agenda pembebasan Timur Tengah tahap II. Sebelumnya, pada masa George Walker Bush, ia kategorikan sebagai Pembebasan Timur Tengah tahap I.

“Pembebasan Timur Tengah tahap I dimulai dari serangkaian perang teluk oleh Bush senior,” kata Mr. F.

Menurutnya, paket pembebasan Timur Tengah tahap I meliputi invasi pada negara-negara penghasil minyak yang berkarakter otoriter, mempertajam konflik Suni dan Syiah, 

mendiskreditkan sudut pandang Islam yang berkarakter ekstrem dan menggantinya dengan menyebarluaskan ajaran Islam yang demokratis dengan melahirkan para pemikir Orientalisme.
Pada Pembebasan Timur Tengah tahap II, dimulai dengan War on Terror untuk menginvasi Afghanistan, Irak, Libya dan sebagainya, kemudian dilanjutkan dengan demokratisasi sejumlah negara atau yang biasa dikenal sebagai Arab Spring.

“Paket pembebasan Timur Tengah tahap II dirancang oleh Bush junior yang kemudian dilanjutkan oleh Obama,” ujar Mr. F.

Menurut Mr. F, sasaran utamanya adalah penguasaan sumber daya alam. Peperangan berbau perjuangan demokrasi, humanisme atau anti terorisme tidak lain hanya kemasan untuk ke publik. Ada sebuah ironi di dunia Barat, kata Mr. F. Negara-negara barat sukses dengan demokrasi dan modernitas, tapi seluruh sumber daya alam membeli dari pihak luar.
“Seperti membeli minyak dan gas dari Timur Tengah, batubara dari Asia, berlian dari Afrika dan sebagainya,” jelasnya.

Dan secara kebetulan, lanjutnya, sumber daya alam di planet Bumi terkonsentrasi dari Utara Afrika, Timur Tengah, India hingga Indonesia dan Australia.

“Sementara pada tahun 1980-an, negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Indonesia dominan dikuasai pemerintah Islam,” jelas Mr. F.

India dan Australia sudah berada dalam pegangan Barat, kata Mr. F. Namun belum untuk area Afrika Utara, Timur Tengah dan Indonesia. Pemerintahan muslim atau penduduk muslim dominan mengambil peranan di area sumber daya alam tersebut.

“Bush senior memulai paket Pembebasan Afrika Utara, Timur Tengah hingga Indonesia. Dengan kata lain, Bush Senior, dilanjutkan Clinton, Bush Junior dan Obama akan menggeser dominasi Islam dari tanah sumber daya,” ujar Mr. F.

Apabila dilihat saat ini, lanjut Mr. F, sebagian agenda tersebut telah berhasil direalisasikan. Hanya tersisa sedikit area sumber daya alam bagus yang belum berhasil didemokratisasi oleh AS, mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah dan Indonesia.

“Perang Teluk, Invasi Afghanistan, Irak, Libya, perang sipil Mesir, Suriah, kemudian Arab Spring di Tunisia dan sebagainya, berhasil dengan baik,” ujar Mr. F.

Menurutnya, penanganan AS atas upaya memenangkan kekuasaan di negara-negara sumber daya bermacam-macam. Jika dia bersifat otoriter, maka solusinya perang sipil, perang membela demokrasi atau invasi. Jika dia bisa diajak kerjasama, maka solusinya demokratisasi.

“Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang sangat banyak, sehingga AS tidak menginginkan solusi perang. Perang akan menghancurkan infrastruktur. AS menginginkan penguasaan politik dan ekonomi untuk Indonesia,” jelasnya.

Setelah kesuksesan perang Teluk, lanjut Mr. F, Komisi Trilateral bersepakat tidak boleh ada perang di Indonesia. Apalagi sampai menjatuhkan Nuklir di Indonesia, karena membangun kembali infrastruktur akan memakan waktu dan investasi besar.

“Komisi Trilateral bersepakat Indonesia akan menjadi sasaran damai dari Eropa, Asia dan AS (Trilateral) dalam kompetisi memenangkan politik dan ekonomi,” ujar Mr. F.

Mr. F mengatakan, boleh jadi karena alasan yang sama pula AS menekan pemerintahan Megawati untuk meredam gerakan Islam ekstrimis di Indonesia. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak harus dijauhkan dari solidaritas dengan gejolak Timur Tengah.
Pendapat saya, mungkin itu sebabnya tren pemberitaan dari Timur Tengah di Indonesia cenderung bernuansa negatif, agar masyarakat tidak mendukung suara Timur Tengah. 

Contohnya kasus pemerkosaan TKW di Arab Saudi. Apa hanya itu aktivitas TKW di Arab Saudi yang bisa jadi berita? Tapi dominan hanya soal itu. Dampaknya adalah, masyarakat Indonesia benci kepada orang-orang Arab sehingga memperkecil kemungkinan solidaritas muslim ke Timur Tengah. Kemudian juga dengan karakter pemberitaan soal terorisme, seolah mutlak benar semua itu adalah aksi terorisme. Apa tidak terbuka kemungkinan beberapa dari yang digolongkan sebagai teroris sebenarnya adalah perjuangan kelompok muslim saja? Tapi kebanyakan langsung dijustifikasi itu adalah terorisme.

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Seperti contoh kasus Abubakar Ba’asyir. Tidak ada bukti langsung yang mengaitkan ia dengan aksi terorisme. Kebanyakan hanya berdasarkan asumsi. Tentu targetnya adalah agar masyarakat Indonesia menilai setiap gerakan muslim adalah terorisme dan menjauhi itu.
Pertanyaan saya adalah, apakah Jokowi menyadari ini ketika melihat fakta bahwa terorisme Solo bangkit kembali pada era Hillary Clinton?

Beberaa waktu lalu, saya menghubungi Mr. A (orang dekat Megawati yang saya ceritakan tadi). Saya tanyakan bagaimana sikap Megawati terhadap asing di belakang Jokowi.
“Yu’tun (panggilan Megawati) sangat concern terhadap ini. Makanya ia sekarang selalu mengawal pertemuan Jokowi dengan para perwakilan asing. Yu’tun mulai mengkhawatirkan dominasi kekuatan asing yang mencoba menunggangi Jokowi. Jokowi kelihatannya tidak sadar pada hal ini, karena beliau masih hijau sekali di perpolitikan global,” ujar Mr. A.
Dari jauh, saya berharap Jokowi mampu membaca gejala tersebut, seperti yang menjadi kekhawatiran Megawati. Jokowi jangan mau ditunggangi kepentingan asing untuk penguasaan sumber daya alam di  Indonesia.

Sekian dulu untuk hari ini.

Sumber :http://politik.kompasiana.com/2014/04/25/percumbuan-jokowi-dan-as-bermula-dari-abu-bakar-baasyir-651646.html
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger