Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan

Ditemukan Periuk Berisi Lempengan Emas di Candi Bedingin


Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap Situs Bedingin, yang diperkirakan merupakan sebuah bangunan candi. Situs tersebut pertama kali diketahui oleh
pekerja bangunan di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, pada 20 Oktober lalu.
Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB DIY, Wahyu Astuti mengatakan, setelah ada laporan mengenai situs tersebut, pihaknya lalu memulai proses ekskavasi pada 11 Oktober lalu. Rencananya ekskavasi akan dilakukan hingga 10 hari mendatang.
Pada ekskavasi Rabu (13/11/2013) lalu, timnya tak hanya menemukan sejumlah blok batuan di situs tersebut. Namun yang mencengangkan adalah, seorang anggota timnya menemukan sebuah priuk kecil yang di dalamnya berisikan lempengan emas.
“Emasnya berbentuk lempengan emas dalam periuk kecil. Emas tersebut ada tulisannya, tapi belum dapat dibaca, karena ukuran tulisannya sangat keci. Selain itu ada fragmen perak yang kami temukan,” jelasnya, Kamis (14/11/2013).
Dari pengalaman sebelumnya, periuk yang ditemukan biasanya terletak di bawah yoni yang terdapat pada sebuah candi. Menurutnya, bagian tersebut merupakan bekal kubur yang biasanya berisi emas.
Menurutnya, dari informasi awal ia memperkirakan bahwa dari bagian yang ditemukan, ia meyakini bahwa hal itu merujuk pada bagian atap candi. Namun untuk memastikannya, ekskavasi akan terus dilakukan lebih dalam lagi.
“Ini yang sudah terlihat adalah komponen atap candi, karena sudah ditemukan antefik, makara, dan sisi genta. Jadi kemungkinan di bawahnya masih ada bangunan candinya,” ungkapnya.
Pokja Pelindungan, BPCB DIY, Taufik menambahkan, ekskavasi dilakukan untuk menentukan apakah nanti ada rekomendasi untuk terus dilanjutkan atau tidak. Untuk itu waktu 10 hari ekskavasi tahap pertama nanti akan sangat menentukan.
“Pertama kali, kami temukan 19 blok batu yang lalu kami amankan di Balai Penampungan Benda Cagar Budaya di Mlati. Kemudian kami analisa di kantor dan direkomendasikan untuk dilakukan ekskavasi,” paparnya.
Dari data yang telah didapatnya, ia yakin bahwa Situs Bedingin tersebut merupakan sebuah candi. Pasalnya ia telah menemukan arsitek candi dan berbagai bagian yang merupakan bagian candi. Beberapa di antaranya adalah antefik atau hiasan pada candi dan makara.
“Jelas ada indikasi candi di sini. Tapi memang kami belum menemukan struktur candi atau bagian pondasi yang utuh untuk sebuah candi. Makanya kami akan terus gali beberapa tanah di sekitar candi,” jelasnya.
Namun ia mengakui cukup bermasalah dengan lokasi situs yang berada di halaman sebuah rumah yang sedang dibangun. Hal itu pun menjadi kendala baginya untuk menggali tanah dengan maksimal, lantaran harus memikirkan yang memiliki tanah.
“Kemarin saja saat mau digali, yang punya rumah keberatan. Takut kalau nanti akan menghentikan pembangunan rumahnya yang sudah berdiri. Susah juga untuk dinego kalau sudah berdiri,” terangnya.
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Meski masih sangat terbatas, ia akan terus melakukan penggalian di sekitar situs untuk mencari denah candi. Menurutnya, hingga kini yang ditemukan masih berupa reruntuhan batu candi yang diperkirakan runtuh ke arah selatan dan barat daya.
Untuk itu ia belum dapat memperkirakan candi tersebut apakah candi Hindu atau Budha. Bahkan hingga saat ini belum diperoleh gambaran mengenai ukuran dan arah hadap situs yang berada tak jauh dari LP Cebongan itu.
Menurutnya, jika dalam 10 hari mendatang ada temuan baru yang signifikan, ekskavasi akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Namun jika tidak ada hasil yang berarti, ia akan mengkaji temuan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Warga setempat, Nanang mengatakan bahwa di desa tersebut tidak pernah terdengar kisah mengenai candi atau sejenisnya. Tapi ia mengakui ada Balai Penampungan Benda Cagar Budaya di Mlati, yang tak jauh dari lokasi ditemukannya Situs Bedingin.
“Saya tidak pernah dengar cerita soal candi di desa ini. Tidak pernah tahu ada sejarah tentang candi juga,” jelasnya sembari menyaksikan batuan yang digali sejumlah relawan BPCB DIY.
Sebelumnya, pada 20 Oktober lalu, seorang pekerja bangunan menggali tanah untuk septic tank di depan sebuah bangunan rumah. Namun setelah menggali hingga sekitar dua meter, ia melihat sejumlah bongkahan batu. Ia lalu melaporkannya ke Satpam setempat hingga ke BPCB DIY.tribunnews

Penelitian Versus Cagar Budaya ‘Rebutkan’ Gunung Padang

Situs megalitikum di Gunung Padang, Cianjur
Gunung Padang yang terletak di Cianjur Selatan, Jawa Barat, masih menyimpan banyak misteri yang belum terkuak. Untuk menyingkap misteri tersebut, diperlukan penelitian dari berbagai sisi yang membutuhkan waktu cukup lama.

Bagi peneliti, Gunung Padang penting untuk menemukan sejarah baru dan berbagai temuan baru. Sementara, di sisi pariwisata, Gunung Padang menjadi objek wisata baru yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Dan yang sering terabaikan, banyak masyarakat sekitar Gunung Padang yang selama ini memiliki kehidupan di sana. Mereka, mencari nafkah, berketurunan dan bersosialisasi di sekitar daerah tersebut. Gunung Padang pun, saat ini menjadi sarat konflik dan kepentingan.

Penelitian versus Cagar Budaya, sudah tak bisa dihindarkan lagi. Diskusi tentang penetapan Gunung Padang di Gedung Sate, beberapa waktu lalu pun, menjadi panas saat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekomendasikan Gunung Padang menjadi Cagar Budaya. Peneliti, khawatir penetapan tersebut bisa menghambat gerak penelitian mereka. Padahal, masih banyak yang belum terkuak. 

Untuk menguraikan situasi diskusi yang memanas, Pemprov Jabar sebagai penengah akhirnya membuat keputusan. Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, meminta penetapan Gunung Padang sebagai Cagar Budaya oleh Kemendikbud untuk ditunda sampai ada penelitian yang jelas dan lengkap tentang gunung tersebut.

‘’Konflik semakin tinggi. Apa kalau ditetapkan sebagai cagar budaya bisa menghapuskan spekulasi? Saya secara pribadi, tunda dulu penetapan cagar budaya ini. Karena, akan menjadi konflik berkepanjangan,’’ ujar Deddy, belum lama ini. 

Menurut Peneliti Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang, Dani Hilman Natawijaya, harus dituntaskan dulu penelitiannya. Baru, menetapkan Gunung Padang sebagai cagar budaya. Karena, kalau dipaksakan ditetapkan sebagai cagar budaya padahal masih ada perbedaan pendapat, maka bisa menimbulkan kekacauan luar biasa. ‘’ Penetapan cagar budaya, dasarnya apa? Kalau ditetapkan cagar alam, maka akan menghambat penelitian,’’ katanya.

Berbeda dengan Dani, Peneliti Gunung Padang dari Balai Arkeolog Bandung, Luthfi Yondri mengatakan, situs megalitik Gunung Padang dinilai perlu segera ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai zonasi hasil penelitian. Penetapan itu berdasarkan undang-undang baru, yaitu UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. ”Perlindungan terhadap Gunung Padang masih mengacu UU Nomor 5/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Jadi, yang dilindungi bangunan strukturnya saja,” ujar Luthfi.

Menurut Luthfi, zona inti situs Gunung Padang belum sepenuhnya dibebaskan pemerintah. Sebagian lahan masih berstatus milik masyarakat. Jadi, banyak menhir yang tertutup dedaunan dan masih belum seluruh kawasan itu diteliti. Pemerintah pusat, perlu segera membebaskan lahan di zona inti dan zona penyangga sehingga pelestarian bisa dilakukan.ROL

------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Pernikahan Keraton Yogyakarta Disiarkan ke Seluruh Dunia


YOGYAKARTA -- Prosesi pernikahan Gusti Raden Ayu Nurabra Juwita dengan Angger Wibowo akan disiarkan secara streaming. Hal ini dimaksudkan agar prosesi bisa dilihat dari seluruh dunia. 

Demikian dikatakan Achmad Sugiarto, Executive General Manager Divisi Solution Convergence Telkom yang didampingi Firdaus Ruswandi, Manajer Telkom Wilayah Yogyakarta kepada wartawan di sela-sela workshop pembuatan film 10 detik di Yogyakarta, Jumat (11/10). 

Menurut rencana siaran langsung tersebut pada hari Rabu-Kamis (23-24/10).

"Kita diminat Ngarso Dalem setelah berhasil menyiarkan KTT APEC di Bali," kata Achmad Sugiarto.  

Saat ini PT Telkom secara infrastruktur sudah siap untuk menyiarkan prosesi pernikahan. 

"Kita tinggal mendapat izin dari EO pernikahan dan tinggal menyambungkan hasil shotingan EO," katanya.

Selain gambar dari EO pernikahan kraton, kata Achmad Sugiarto, Telkom juga akan memasang kamera sendiri. "Ini agar kita bisa mengambil angle sendiri," katanya. 

Sebelum pernikahan, putri ke empat Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan calon suaminya mendapat nama dan gelar dari Raja Kraton Yogyakarta. 

GRAJ Nurabra Juwita diwisuda menjadi GKR Hayu dan calon suaminya Angger Wibowo mendapatkan gelar kekacingan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro. 



*REPUBLIKA.CO.ID

Meriahnya Pernikahan 16 Pasangan di Titik Nol Kilometer Yogya


Yogyakarta – Sebanyak 16 pasangan pengantin menikah massal di titik nol kilometer Kota Yogyakarta. Acara tersebut mampu mendaya tarik masyarakat dan wisatawan. Benar-benar meriah.
Acara yang bertajuk ‘Jogja A Thousand Weddings to Green atau Jogja 1.000 Pernikahan Hijau’ tersebut berlangsung hari ini, Kamis (10/10/2013) pukul 15.00 WIB. Digelar oleh Forum Ta’aruf Indonesia Sewon (FORTAIS) Bantul bersama KUA Gondomanan Yogyakarta, Paguyuban Rias Manten Kinasih Jogja, Pertamina Foundation, Pemkot Yogyakarta, Korem 072 Pamungkas dan PMI DIY.
Ke 16 pasangan tersebut dirias di salah satu ruang di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Kemudian, mereka dikirab menuju tempat akad nikah di sebelah utara titik nol kilometer. Kirab diikuti pula pasangan WNA dan WNI yang menjadi pagar ayu dan pagar bagus di depan rombongan. Calon mempelai juga dipayungi oleh anggota TNI AD Korem 072 Pamungkas.
Calon pengantin bersama wali nikah dan anggota keluarga duduk di kursi. Sebelum akad nikah dimulai, Jalan Ahmad Yani yang ada di sebelah utara titik nol kilometer ditutup terlebih dulu oleh petugas dari Polresta Yogyakarta.
Sebanyak tujuh pasangan mengucapkan akad/ijab kabul berdiri di depan tamu undangan. Satu pasangan mengucapkan ijab kabul, di tengah-tengah titik nol kilometer. Pasangan tersebut adalah Simon Jatra Wirawan (31) dengan Malika Siti Khasanah (31) dari Purworejo dan Magelang.
Kedua pasangan itu menikah di hadapan petugas KUA Gondomanan. Sebagai saksi nikah adalah Kasrem 072 Pamungkas dan mantan Walikota Yogyakarta yang juga Ketua PMI DIY, Herry Zudianto. Demikian pula pasangan kedua yakni Haryanto dan Warinah menikah dengan saksi Herry Zudianto dan Kasrem 072 Pamungkas. Sedangkan pasangan lainnya dengan saksi di antaranya Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono, anggota DPR RI dari Yogyakarta Ambar Cahyono, Kakanwil Kementerian Agama DIY, Maskul Haji, Kepala BLPT DIY Teguh Raharjo dan seniman Timbul Raharjo.
Seusai mengucapkan ijab kabul, ratusan warga yang memadati kawasan titik nol kilometer secara serempak menyambut dengan ucapan ‘alhamdulillah’. Selanjutnya hadirin mengucapkan ‘sah’. Saat mendengar ucapan tersebut kedua mempelai langsung tersenyum gembira.
Ketua Panitia dari Fortais, Ryan Budi Nuryanto disela-sela acara mengungkapkan kegiatan ini juga sebagai bukti keseriusan Fortais mengantarkan para peserta dalam mencari jodoh hingga ke jenjang pernikahan. Fortais selama tiga tahun hampir menikahkan 1.000 orang.
“Untuk acara nikah massal ini, sesuai tema yakni Pernikahan Hijau, maharnya berupa alat salat, pohon buah, dan sekantong darah kemanusiaan yang akan disumbangkan untuk PMI DIY,” katanya.(haibanjar)

Kraton Pinjam 25 Kuda Kavaleri untuk Pernikahan Putri Sultan HB X

Kraton Yogyakarta (ilustrasi).
Kraton Yogyakarta (ilustrasi).

YOGYAKARTA -- Kraton Yogyakarta akan meminjam kuda kavaleri di Bandung untuk menarik kereta dari Kraton Yogyakarta menuju Bangsal Kepatihan Yogyakarta pada saat resepsi  pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu yang akan berlangsung 23 Oktober.
"Saya baru pulang dari Bandung untuk meminjam kuda di Kavaleri. Untuk peminjaman kuda ini kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat," kata adik Sultan HB X yang juga salah satu panitia pernikahan putri Sultan HB X , GBPH Yudhaningrat kepada Republika, di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (27/9).
Rencananya ada sebanyak 25 kuda yang dipinjam, sedangkan yang dibutuhkan sebanyak 68 kuda. Sehingga sisanya berasal dari kuda lokal (red. dari Yogyakarta). Menurut dia, kuda tersebut untuk menarik 12 kereta.
Kereta yang akan digunakan oleh Sultan Hamengku Buwono X memerlukan delapan kuda. Sedangkan kereta yang akan digunakan untuk Paku Alam IX sebanyak enam kuda dan yang untuk menarik kereta untuk penari sebanyak 14 kuda.
Digunakannya kuda kavaleri dari Bandung karena kudanya tidak terlalu besar sedangkan kuda yang ada di Yogyakarta sudah besar-besar. Di samping itu, dia menambahkan, kuda dari kavaleri lebih tenang. Jadi tidak mudah terkejut.
Rencananya kuda dari kavaleri akan datang pada pertengahan Oktober ini dan rencananya akan diikutsertakan dalam gladi bersih. Gladi bersih harus dilakukan karena ada banyak kereta yang akan digunakan. Menurut Gusti Yudha (panggilan akrab GBPH Yudhaningrat), gladi bersih akan dilaksanakan setelah Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID

Jamu Terpinggirkan, Ratusan Penari Protes di Tugu Jogja


JOGJA–Arus lalu lintas di kawasan Tugu Jogja seketika menjadi macet saat ratusan penari berkebaya lengkap dengan jarit tampil di depan artefak kebanggaan Kota Wisata tersebut, Sabtu (21/9/2013)  19.30 Wib.
Para penari itu dengan gemulai memainkan gerakan berjudul Jampi Gugat.
Begitulah cara seniman Jogja mengisi gelaran Jogja International Street Performance (JISP) 2013.
Tarian Jampi Gugat hasil karya koreografer Kinanti Sekar Rahina, penari muda yang tidak lain putri seniman pantomin kondang Jogja, Jemek Supardi ini, hanya membutuhkan lima kali latihan.
Tarian tersebut merupakan ungkapan akan nasib jamu yang saat ini kian terpinggirkan. Jamu yang notabene sebagai minuman khas Jawa yang terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia, pada perkembangannya kini justru semakin ditinggalkan dan tergeser oleh perkembangan minuman modern yang lebih praktis dan siap saji.
“Keberadaan jamu sebagai minuman asli Jawa sudah punah. Tergantikan dengan minuman instan seperti Sprite, Coca Cola, dan produk minuman kemasan lain, “ ujar Kinanti Sekar Rahina kepada Harianjogja.com.
Pentas Jampi Gugat melibatkan sebanyak 120-an penari siswa SD hingga perguruan tinggi, seperti dari SMKI, ISI dan UNY. Sekar sengaja menggunakan penari muda karena ingin mengajak anak muda melestarikan budaya asli bangsa Indonesia.
Pentas Jampi Gugat berlangsung hanya lima menit. Kendati singkat, pentas ini menimbulkan kemacetan di sekitaran jalan Tugu Jogja. Ini disebabkan sesaat sebelum pentas berlangsung, ratusan penonton sudah memadati ruas jalan untuk menyaksikan aksi dari penari secara dekat.


Harianjogja.com

Festival Budaya Kotagede; Interpretasi Sejarah Mataram Kuno

Anak-anak yang berupaya menginterpretasikan sejarah Mataram dengan cara mereka.

YOGYA - Kejayaan zaman kerajaan Mataram kuno yang terlihat pada pawai alegoris di sepanjang kawasan Kotagede, Jumat (13/9/2013) membuka Festival Budaya Kotagede (FBeKa) 2013. Pawai yang diikuti sekitar 500 orang ini berupaya menginterpretasikan sejarah Mataram dengan berbagai cara. 

Keunikan lain juga terlihat pada pawai yang menghadirkan replika pusaka, replika babad Tanah Jawi, Babad Serat Nitik dan Serat Kandha dalam ukuran yang besar. Mengambil tema 'Kejayaaan Sultan Agung', festival yang berlangsung hingga 15 September juga dirangkai jelajah pusaka Kotagede, pameran, pentas seni, pasar seni, berbagai jenis lomba dan sarasehan Budaya Kotagede.

Ketua Panitia FBeKa, Prijo Mustiko mengungkapkan FBeKa hanya sebatas momentum. Namun, dibalik itu diharapkan ada masyarakat yang peduli terhadap sejarah dan budayanya. Kotagede adalah kampung budaya, tapi kesadaran sejarah masyarakatnya masih kurang.
"Melalui tema 'Kejayaan Sultan Agung', marilah kita gali kembali sosok Sultan Agung yang mampu membawa Mataram mencapai puncak kejayaannya. Selain itu, gunakan budaya peninggalan leluhur sebagai penyaring kebudayaan asing yang belum sesuai dengan masyarakat kita," ungkap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Seni Tradisi dan Film Dinas Kebudayaan DIY, Setyawan Sahli. (Mez)




*KRjogja.com

Resepsi Putri Kraton Yogya Gunakan Bunga Impor Belanda dan Cina

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA - Resepsi pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X GKR Hayu (GRAj. Nurabra Juwita) dengan KPH Notonegoro (Angger Wibowo) di Bangsal Kepatihan (Kantor Gubernur DIY), akan dimulai Rabu (23/10) besok, sekitar pukul 10.00 WIB.
Hal ini berbeda dengan pernikahan putri bungsu Sultan GKR Bendara yang dilaksanakan malam hari. Karena dalam resepsi GKR Hayu, Raja Kraton Yogyakarta Sultan HB X juga akan menggunakan kereta dari Kraton menuju Kepatihan, kata adik Sultan HB X yang juga salah satu panitia pernikahan putri Sultan HB X , GBPH Yudhaningrat pada wartawan, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/9).
Menurut Gusti Yudha (panggilan akrab GBPH Yudhaningrat), rencananya Sultan akan menggunakan kereta Kyai Wimono Putro (kendaraan putra mahkota) yang ditarik oleh delapan kuda. Sedangkan kedua mempelai akan menggunakan kereta Kyai Jong Wiyat yang juga ditarik oleh delapan kuda.
General Manajer Mahkota Weeding Indra Suryajaya yang merupakan Event Organizer pernikahan putri keempat raja Kraton Yogyakarta Pemilik Visi Dekor pernikahan GKR Hayu berlangsung tanggal 21-23 Oktober.
Untuk resepsi pernikahan putri Sultan HB X kali ini berlangsung pagi hingga siang hari.  ''Kami akan dilibatkan dalam semua proses pernikahan dari siraman, midodareni sampai akad nikah dan resepsi,''kata dia.
Sementara Pemilik Visi Dekor Nur Delianci yang mengurusi dekorasi, pihaknya akan mendatangkan bunga dari Cina dan Belanda sebagaimaster piece utama dekornya.  
''Namun bunga impor ini hanya kami pakai sebagai pelengkap di bagian belakang pelaminan dan yang tampak saat difoto,''kata  Nur pada wartawan, usai melakukan rapat persiapan untuk resepsi putri keempat Gubernur DIY Sultan HB X, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/9).
''Dekorasi yang dominan memang bunga, tetapi sekitar 80 persen bunga yang akan digunakan merupakan bunga lokal. ''Bunga impor itu ide saya dan hanya untuk pemanis dan sebagai warna dasar yakni hijau dan putih,''kata dia.  
Kalau pesan dari pengantin sendiri bunganya tidak berbau dan berserbuk sari karena kedua mempelai ada sedikit alergi dengan bunga.''Kalau di kamar pengantin  tidak ada bunga sama sekali,''tuturnya.
Warna mendominasi dokorasi  antara ungu dan biru. Di samping bunga, kata Nur menambahkan, juga ada janur yang merupakan permintaan dari GKR Hemas. Karena janur ciri khas Yogyakarta. Jadi nanti dekor bunga dipadukan dengan janur.

REPUBLIKA.CO.ID

Festival Budaya Kotagede


Festival Budaya Kotagede

Waktu dan Tempat :
Jumat 13 – Minggu 15 September 2013
di Lapangan Karang Kotagede Yogyakarta

Agenda Kegiatan Festival Budaya Kotagede :


-Kirab Budaya / Pawai Alegoris dengan Kejayaan Sultan Agung Hanyokro Kusumo : Start Lap.Karang – Finish Area Parkir Singosaren (13 Sept 2013)


-Pembukaan Pentas Kesenian dimeriahkan Pentas Wayang Millihnium Ki Mujar Sangkerta


-Pentas Seni menampilkan Kesenian Kotagede di 5 Kelurahan (OPKP) yaitu Prenggan, Purbayan, Jagalan, Rejowinangun, dan Singosaren


-Pameran dan Bazar di Lapangan Karang Kotagede


-Seminar Budaya dengan Narasumber dari UNESCO dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM tempat di Rumah Kalang Rudy Pesik Jagalan Kotagede


-Aneka Lomba : Lomba Fotografi, Lomba Kaligrafi, Lomba Perawatan Rumah Pusaa


-Penutupan Acara diramaikan dengan Pagelaran Wayang Kulit Ki Eko Suryo, Kepala

 Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta (15 Sept 2013)

Kontak : fbeka2013 @fbeka2013

Prosesi Pernikahan Keraton Jogja Bakal Berbeda dari Sebelumnya

GKR Hayu dengan KPH Notonegoro (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
GKR Hayu dengan KPH Notonegoro
Pernikahan GKR Hayu dengan KPH Notonegoro pada 22 Oktober mendatang berbeda dengan pernikahan putri Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya.
Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan pawiwahan ageng GKR Hayu akan berbeda.
Dalam prosesi resepsi 12 kereta akan digunakan, jauh lebih banyak dibandingkan saat GKR Bendoro menikah. Demikian juga Sultan bakal menggunakan kereta Kraton sebagai sarana transportasi menuju Kepatihan.
Selain itu yang membedakan dengan pernikahan sebelumnya, Abra dan Angger berniat meluncurkan website pernikahan. Tujuannya, selain sebagai sarana berbagi dengan teman-teman mereka yang tidak bisa hadir karena persoalan waktu dan biaya, website ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi dan edukasi seputar prosesi pernikahan di Kraton Jogja.
Abra yang saat ini menjadi penghageng Tepas Tondoyekti Kraton Jogja untuk mengurusi IT dan dokumentasi mengaku peluncuran website tersebut berkaca pada pengalaman pernikahan Reni, adiknya.
“Informasi tentang tradisi pernikahan di Kraton ada yang salah. Sampai orang yang saya anggap expert, saat berita ditayangkan di televisi pun juga salah menyampaikan,” ujar perempuan yang memiliki jarak usia lebih muda 10 tahun dibandingkan calon suaminya ini.
Mereka berencana untuk meluncurkan website pada September ini. Angger yang notabene berasal dari luar lingkaran Kraton Jogja justru dianggap Abra mampu memberi gambaran seputar isi website yang ingin diketahui orang awam.
“Kalau saya kan sudah biasa melihat dan hidup dengan tradisi seperti itu, tetapi ternyata bagi orang luar itu menarik untuk diketahui,” urainya seraya menyebutkan Informasi yang akan ditampilkan seputar nama dan makna dari tiap prosesi yang dilalui dalam tradisi pernikahan di Kraton Jogja.
Soal sumber informasi, ia pun mempercayakan pada para Romo di Kraton yang terbiasa menangani masing-masing prosesi acara. Selain mempersiapkan website, Abra juga mengurus persiapan pernikahan sendiri. Sejauh ini, ia mengurus undangan, dekorasi, dan sejenisnya sendiri dan sudah hampir selesai.
Namun, ia mengaku tidak terlalu paham soal detail karena sewaktu pernikahan adiknya, GKR Bendara, ia tidak ikut mengurusi karena sibuk bekerja di Jakarta.
Dalam undangan, misalnya, ternyata ada aturan untuk frame serta penggunaan bahasa Jawa baku. “Kalau sudah seperti itu saya minta second opinion ke Ibu [GKR Hemas] atau Mbak Ita, tapi karena mereka juga sibuk jadi saya minta tolong mereka untuk review,” terangnya.
Abra menuturkan sang ayah [Sri Sultan] berencana untuk mengeluarkan banyak kereta untuk pesta pernikahannya. Sebagian kereta sudah diuji coba dan kemungkinan terjadi perubahan tanggal dalam resepsi. Pertimbangan itu didasarkan pada penjaminan keamanan dan jumlah personel keamanan, mengingat kereta yang dikeluarkan juga banyak.
Sebelumnya, direncanakan tiap prosesi akan dilakukan sama persis dengan pernikahan GKR Bendara dua tahun lalu. “Setelah berencana kereta akan dikeluarkan semua, kemungkinan tanggal resepsi berubah jadi 23 Oktober 2013 dari jadwal sebelumnya 22 Oktober 2013, tapi itu juga baru kemungkinan, belum ada keputusan,” ungkap Abra.
Jika perubahan tersebut jadi direalisasikan, nyantrik dan siraman akan dilangsungkan dalam satu hari, yakni pada 21 Oktober 2013.


harianjogja.com

Festival Museum 2013 Usung Museum Goes to Campus




YOGYA - Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY kembali menggelar event tahunan Festival Museum 2013. Tahun ini, festival museum mengusung kegiatan 'Museum Goes to Campus' atau museum mendatangi kampus.

Ketua panitia kegiatan, RM. Donny S. Megananda menuturkan, Museum Goes to Campus digagas atas dasar keinginan untuk mendekatkan museum kepada para generasi muda khususnya mahasiswa.

"Generasi muda saat ini telah jauh dengan museum. Jangankan mahasiswa, pelajar pun juga harus setengah dipaksa untuk berkunjung ke museum," ujarnya di kantor Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (04/09/2013).

Disebutkan, Museum Goes To Campus akan melibatkan beberapa perguruan tinggi yang cukup besar di DIY seperti UGM dan UNY. Tahun ini, festival museum akan diawali dengan karnaval pembukaan yang mengambil start dari UNY sampai ke gedung PKKH UGM.

"Karnaval pembukaan akan berjalan darir UNY-Samirono-Bundaran UGM-PKKH UGM. Ini merupakan terobosan baru karena pelaksanaan karnaval tidak lagi terpusat hanya di Malioboro," katanya.

Pembukaan karnaval sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 8 September 2013 mulai pukul 14.30 WIB dan akan dibuka langsung oleh wakil gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX.

"Pembukaan juga akan diikuti dengan prosesi khusus penandatanganan tekad pencanangan museum sebagai perekat budaya nusantara oleh wagub bersama forum rektor. Dimana ini menandai museum sebagai wadah pemersatu berbagai institusi," tukasnya.

KRjogja.com

Kompetisi Panah Tradisional Haornas Raih Dua Rekor MURI

Foto ilustrasi panahan tradisional Mataram.
Vivien Ratnawati dari Museum Rekor Indonesia (Muri) memberikan dua penghargaan untuk kegiatan tersebut yaitu peserta jemparingan dengan menggunakan pakaian trasional terbanyak dan penghargaan sebagai pelopor penggunaan anak panah sendaren saat pembukaan.
Anak panah sendaren adalah anak panah yang dilengkapi sebuah alat khusus sehingga saat dilesakkan berdesing lebih kuat.
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, jemparingan merupakan budaya asli Yogyakarta yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
“Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Ada tiga tujuan yang bisa dicapai melalui kegiatan ini, mulai dari peringatan Hari Olahraga Nasional, pelestarian budaya dan raihan rekor Muri,” katanya, di sela kegiatan, Minggu (1/9/2013).
Salah satu peserta jemparingan, Bimo Udara mengatakan, sudah dua tahun terakhir rutin mengikuti jemparingan.
“Biasanya, kami berlatih di Puro Pakualaman atau di Atmajaya. Yang paling sulit karena busur panah tidak dilengkapi dengan alat khusus untuk mengintai sasaran,” katanya.
Bimo mengaku menyenangi kegiatan tersebut karena jemparingan bisa menjadi upaya rekreasi dan melatih konsentrasi.
“Saat akan memanah, pikiran dan hati harus tenang. Jika tidak, maka anak panah bisa meleset dari sasaran,” katanya yang berharap kegiatan tersebut tidak punah.


Harianjogja.com

Ratusan Abdi Dalem Kota Yogya Syawalan di Ndalem Wironegaran

Abdi dalem mengikuti acara syawalan. (Foto: Deny H)


YOGYA Ratusan abdi dalem dan calon abdi dalem yang tergabung dalam Paguyuban Abdi Dalem Kasultanan Ngayogyakarta Reh Kota Yogyakarta hari ini mengikuti syawalan bersama di Ndalem Wironegaran, Jalan Suryomentaraman Kulon,
Panembahan. Para abdi dalem melakukan syawalan dengan tuan rumah GKR Pembayun dan suaminya KPH Wironegoro.

"Ini adalah silaturahmi rutin yang diselenggarakan untuk kesejahteraan bersama," ujar Ketua Panitia KRT Adi Heru Husodo, Sabtu (31/08/2013).

Pengurus Paguyuban KRT Gondo Hadiningrat menyampaikan, para abdi dalem terdiri dari Abdi Dalem Keprajan (berpangkat/gelar) dan dan Abdi Dalem Punokawan (abdi). Semuanya diangkat memiliki tata cara masing-masing, namun bila memakai pakaian dinas harian, semuanya sama,  memakai peranakan jangkep, berwarna biru tua. Cara memakainya seperti memakai kaos," tuturnya.

Begitu pula menurutnya dalam hal bahasa. Para abdi dalem memakai Bahasa Bagongan, bahasa yang sama yang digunakan abdi dalem tertinggi hingga terbawah. "Di sini abdi dalem direngkuh menjadi saudara, semuanya sama, kecuali berbicara dengan Ngarsa Dalem, yakni dengan bahasa krama inggil. Ini yang membedakan dengan kerajaan lain," ujarnya. 

Acara syawalan disemarakkan dengan lantunan gending-gending Jawa yang dimainkan para pengrawit. Dalam momen ini dilantunkan juga Gending Yogyakarta Istimewa, sebuah gending yang diisi dengan pembacaan amanat Sri Sultan HB IX.

KRjogja.com

CAGAR BUDAYA : Pemkot Jogja Bakal Beri Insentif Pajak Bangunan Cagar Budaya


Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara
 JOGJA-Pemerintah Kota Jogja menyiapkan dana Rp320 juta untuk pembayaran insentif pajak bumi dan bangunan khusus bangunan cagar budaya dan bangunan warisan budaya yang ada daerah itu.
“Target wajib pajak untuk bangunan cagar budaya dan warisan budaya yang bisa memperoleh insentif tersebut sekitar 300 wajib pajak,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Jogja, Tugiyarto, Rabu (17/7/2013).
Menurut dia, kriteria dan nama wajib pajak yang akan menerima insentif pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk tahun pajak 2013 akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota Jogja.
Tugiyarto mengatakan besaran insentif yang diterima masing-masing wajib pajak berbeda-beda tergantung luas bangunan dan peruntukan bangunan tersebut.
Terdapat tiga peruntukan bangunan yang akan menjadi dasar pertimbangan pemberian insetif, yaitu bangunan digunakan untuk kepentingan pribadi, sosial atau bisnis.
“Jika digunakan untuk kepentingan sosial, maka dimungkinkan insentif yang diberikan akan lebih besar bila bangunan digunakan untuk kepentingan bisnis,” katanya.Harianjogja.com.

Pedagang Pasar Pawai Budaya


YOGYA - Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta kembali Gebyar Pasar Tradisional dan Undian Berhadiah, bertepatan dengan HUT Pemkot Yogya ke 66, Jumat (07/06/2013). Pembukaan ditandai dengan kirab budaya sekitar 1000 pedagang pasar Kota Yogya dari 49 komunitas pedagang.

Kirab dilaksanakan dari Pasar Beringharjo menuju kawasan rumah dinas Walikota Yogya di Jalan Ipda Tut Harsono (timur balaikota). Kirab berlangung meriah karena 49 komunitas masing-masing membawa ubo rampe, persembahan berupa gunungan dan sebagainya. Sebagian memberikan persembahan pada walikota yang menunggu di panggung kehormatan di titik finish.

Banyak pedagang mengenakan pakaian adat, pawai sambil berjalan kaki. Sebagian naik kendaraan hias, andong, atau naik kendaraan tempat membawa ubo rampe. Ada yang bahkan membawa naga barongsai yang dimainkan dengan petasan. Massa melintasi Jalan Senopati menuju timur melewati Jalan Sultan Agung dan Kusumanegara. Banyak warga terlihat asik melihat pawai di pinggir jalan.

"Hari ini akan diadakan pula sarasehan akbar, yang diikuti para pedagang. Akan hadir sebagai narasumber, walikota dan GKR Hemas. Akan ada hiburan Cak Dikin dan lain-lain. Harapannya gebyar pasar tradisional dan promo pedagang ini dapat meningkatkan omzet pedagang," ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogya Suyana. (KRjogja.com)
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger