Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Pakai Tas Kardus untuk Sekolah, Bocah Ini Jadi Inspirasi Jutaan Orang

Seorang anak siswa Sekolah Dasar (SD) di Filipina menjadi perbicangan di dunia maya setelah fotonya saat berada di sekolah dengan membawa tas yang terbuat dari kardus telah menginspirasi jutaan orang.
Dilansir Viral4real, siswa yang tak disebutkan namanya tersebut dianggap sebagai sosok teladan dalam dunia pendidikan. Meski dalam kondisi kekurangan yang dihadapi orangtuanya sehingga orangtuanya tak mampu membelikan tas.
Ia tidak malu pergi ke sekolah dengan membawa tas yang terbuat dari kardus.
"Saat aku tanya mengapa kau pakai tas ini, ia menjawab ayah dan ibuku tak punya uang untuk beli tas, jadi mereka buatkan aku tas ini, aku kira ini sangat bagus dn aku tidak malu memakainya," ujar Diwa Socrates, seorang perempuan yang saat itu berada di dekat sang bocah
Sejak foto sang bocah disebar ke sejumlah media sosial, banyak pihak yang merasa terharu dengan perjuangan sang bocah dan mendoakannya agar ia bisa mempertahankan semangatanya.
"Ini contoh, bagi seluruh anak-anak yang sukanya merengek dan tidak mau sekolah, karena tidak dibelikan baju baru, tas baru, sepatu baru dan lain sebagainya. Sungguh anak itu luar biasa semoga Tuhan memberikannya jalan dan semangat untuk sukses. Amiiin," ujar salah seorang pengguna Facebook.

Azaria Network

Demi Biaya Sekolah, Desi Berjualan Slondok hingga Jadi Kuli Bangunan

Desi priharyana saat akan berjualan slondok usai pulang sekolah
YOGYAKARTA, — Desi Priharyana (17), siswa kelas 1 SMKN 2 Jetis, terbilang pekerja keras. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, dia ikut bekerja demi membantu biaya sekolah dan kehidupan keluarga. Desi melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal, mulai berjualan slondok hingga menjadi buruh bangunan.

Rabu (22/1/2014) pagi, warga Dusun Taino, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sleman, ini berangkat sekolah dengan mengayuh sepeda dengan krombong hijau di jok belakang. Krombong itu berisi bungkusan-bungkusan slondok. Derasnya air hujan pagi itu tidak pernah menyurutkan niat pelajar kelas 1 SMKN 2 Jetis jurusan Teknik Konstruksi Batu dan Beton ini untuk terus mengayuh sepedanya sejauh 12 kilometer menuju sekolahnya di SMKN 2 Jetis, Kota Yogyakarta. 

Desi harus berjualan slondok di sepanjang jalan yang dilewatinya ketika berangkat dan pulang sekolah. Tak pernah sekalipun mulutnya mengucapkan kata mengeluh atau malu demi memenuhi biaya sekolah dan kebutuhan hidup keluarganya. 

"Kenapa harus malu, toh apa yang saya lakukan ini tidak melanggar hukum," terang Desi saat ditemui di sekolahnya, SMKN 2 Jetis, Kota Yogyakarta, Rabu (22/1/2014) siang. 

Desi mengaku sudah berjualan slondok sejak di bangku kelas 3 SMP. Sebelumnya, ia pernah beternak bebek, berjualan telor, tahu, dan tempe. Bahkan, dia juga pernah menjadi buruh bangunan. 

"Asal halal dan tidak merugikan orang lain, pekerjaan apa pun saya lakukan untuk bertahan hidup dan biayai sekolah," ucapnya. 

Desi tidak bisa bertahan lama menjadi peternak bebek dan buruh bangunan karena terbentur dengan jadwal sekolah. Akhirnya, dia memutuskan untuk menekuni bisnis makanan slondok. Selain modalnya kecil, dia juga memiliki saudara yang siap memasok slondok. 

"Modalnya dari ternak bebek. Awal beli slondok dengan uang 50.000. Sekarang modal saya sudah lumayan, ya sekitar 1 jutaan," katanya. 

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Setiap hari Desi bisa membawa sekitar 25 bungkus slondok di dalam krombong-nya. Per hari rata-rata Desi mampu menjual 10-25 bungkus slondok. Untuk satu bungkus slondok dijual Rp 7.000. 

"Pembelinya ya orang-orang yang ada di pinggir jalan. Selain itu, guru-guru serta teman-teman sekolah. Satu bulan keuntungan bersih dari jualan slondok bisa sekitar Rp 200.000," kata Desi. 

Uang hasil penjualan slondok tersebut, menurutnya, digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah ia dan adik perempuannya. Sisanya ditabung untuk biaya rencana kuliah. 

"Setiap hari, adik selalu saya kasih uang saku Rp 10.000. Ya, untuk uang transpor dan sekadar jajan," katanya. 

Sejak ibunya meninggal pada tahun 2000, kini Desi hidup bersama ayah dan seorang adiknya, Rini Dwi Lestari (15). Dulu, kata Desi, kehidupan keluarga bergantung kepada ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, setelah ibunya meninggal dan tawaran kerja untuk ayahnya berkurang, mau tidak mau sebagai anak pertama Desi harus ikut membantu perekonomian keluarga. 

"Selama hidup, saya tidak pernah meminta apa pun kepada orangtua, kecuali doa restu mereka," katanya.(kompas)

Tragis, Ke Sekolah Siswa SMP di Kolaka Bergelantungan di Jembatan


Pelajar SMP di Kolaka bergelantungan di jembatan untuk menuju sekolah. Foto: Suparman Sultan
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Kolaka - Para siswa SMP yang tinggal di Dusun Teppoe, Kelurahan Balandete,Kolaka ,Sulawesi Tenggara harus bertarung dengan nyawa ketika menempuh jalan ke sekolah mereka. 

Dalam empat bulan terakhir, mereka rela bergelantungan di tali besi bekas penyangga jembatan yang ada di dusun itu. Pasalnya jalur itu merupakan jalur satu-satunya yang menghubungkan dusun mereka tinggal dengan daerah luar. 

Sejak itu pula tidak ada perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk memperbaiki jembatan, meskipun lurah Balandete telah mengusulkan perbaikan jembatan itu.

Amirullah, adalah salah satu dari puluhan siswa SMP yang tiap hari bergelantungan di tali jembatan setinggi 50 meter dari dasar sungai. Dia mengaku, sebenarnya mereka takut untuk melewati tali besi itu, tapi jika tidak melakukan hal demikian mereka tidak akan bisa bersekolah lagi. Terlebih lagi di dalam dusun hanya ada SD, jadi untuk mendapatkan pendidikan SMP sederajat harus bersekolah ke luar kampong.


“Tidak ada jalan lain, kalau naik motor itu jauh dan dilarang juga. Sudah empat bulan dan kalau pergi buka sepatu jadi biasa telat. Agar cepat diperbaiki agar kita bisa pergi ke sekolah dengan cepat dan tenang. Takut jatuh dan kita kan manusia jadi takut mati juga,” tutur Amirullah. 


Dia juga mengatakan, resiko paling besar ketika mereka melewati tali besi bekas penyangga jembatan itu saat hujan turun atau setelah hujan reda. Pasalnya kondisi tali besi yang licin sewaktu-waktu bisa membuat mereka terjatuh. 


Mereka pun berharap adanya perhatian dari pemda. Keluhan yang sama juga datang dari Lurah Balandete, Syarifuddin. Ia meminta siswa SMP yang tiap saat melewati tali besi itu bersabar. Sebab ia sudah sering mengusulkan kepada pemda agar adanya perhatian. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan sama sekali.(portalkabar)

Guru, Tak Mesti Kayak Omar Bakri


BUKAN saya mengharapkan empati atau simpati untuk profesi Guru, terutama Guru Madrasah, swasta lagi, di daerah lagi… Tapi sumpah, mengajar anak usia SD butuh energy 10 kali lipat daripada mengajar mahasiswa.
Bagi saya, rekan-rekan Guru SD/MI itu sangat luar biasa. Mereka orang-orang yang ikhlas, super duper ikhlas dan sabar. Menghadapi tingkah polah anak kecil yang merepotkan, masih ditambahi omelan wali murid yang protes bla-bla-bla. Padahal ada yang dibayar cuma 50.000 per bulan. Untuk mengajar, mendidik, memberi bekal bagi masa depan anak-anak yang uang saku perharinya lebih besar dari gaji harian gurunya.
Mereka bekerja dua kali lipat. pagi meluangkan waktu untuk mendidik yang pastinya lebih karena didasari keikhlasan bukan materi yang cuma beberapa puluh ribu. Setelah pulang sekolah, baru mereka memikirkan perut untuk keluarganya dengan menyambi… berdagang, bertani, bahkan ada yang ngojek.
Maka apa yang salah jika usaha seorang guru misalnya bisa sukses lalu bisa beli kendaraan bagus, apa keikhlasan mengajar beliau bukan tauladan bagi anak didiknya?Apa keuletan, kemandirian, kesungguhan tekad berjualan telur hingga bisa beli kendaraan juga bukan suri tauladan bagi anak didiknya?
Pliss, Omar Bakrie boleh memberi tauladan kesederhanaan, tapi sederhana bukan berarti nrimo, bukan berarti miskin, bukan berarti tidak boleh bermimpi lalu mengejarnya.
Saya sendiri juga seorang Guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Gaji bulanan nggak seberapa hanya setara dengan 30L bensin. Tunjangan Fungsional dari pemerintah saya tolak, bukan sombong, karena memang saya merasa ada yang lebih membutuhkan. Beberapa kali nama saya juga diajukan dalam daftar database yang katanya gampang jadi PNS, tapi juga saya tolak. Tes CPNS saya juga nggak pernah ikut … maaf sekali lagi masih banyak lebih membutuhkan. [roda2blog]
--------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

‘Lamborghini’ Listrik dari Jogja Mampu Capai Kecepatan 200 km/jam

Mobil listrik "Selo"

Menteri Negara Riset dan TeknologiGusti Muhammad Hatta beserta Rektor UGM Prof Dr Pratikno mencoba performa mobil listrik “Selo”, Jumat (22/11/2013) pagi kemarin. Bertempat di halaman Gedung Pusat UGM, Pratikno dan M Hatta menggeber kemampuan mobil yang dibuat oleh Bengkel Kupu-Kupu Malam Yogyakarta ini.
Selo adalah mobil dengan konsep sport car dengan warna kuning yang memiliki kecepatan maksimum 200km/jam dengan kekuatan torsi hingga 10.000 rpm. Selo mengunakan motor eve Drive yang setara dengan 180 tenaga kuda dan memiliki gearbox dengan empat percepatan. Selo sendiri memiliki kekuatan baterai yang bisa bertahan hingga 6 jam.
Seusai melakukan uji coba, Gusti Muhammad Hatta mengaku nyaman mengunakan mobil listrik tersebut dan menganggap mobil tersebut lebih aman. “Secara safety lebih bagus daripada mobil biasa, selain itu tidak ada pencemaran karena tidak mengeluarkan asap,” ujar Gusti Muhammad Hatta.
Menristek juga memuji desain yang ditampilkan di mobil listrik Selo. Menurutnya desain yang ditampilkan bagus.
“Anak muda pasti ngiler kalau lihat yang begitu-begituan,” ujarnya.
Pihak Menristek akan terus mendorong perkembangan mobil listrik tersebut dan ingin memproduksi secara massal. “Untuk memproduksi masal, mau tidak mau harus juga terkait dengan kementrian lain,” tambah Gusti Muhammad Hatta.
Menristek mengaku mobil listrik yang dikembangkan saat ini sudah melewati tahapan uji mesin di laboratorium, sedangkan untuk mengetahui performa dan juga kemampuan mobil di jalan raya masih perlu dilakukan rangkaian ujicoba lain. Hal yang menjadi sorotan Menristek adalah teknologi baterai yang masih perlu untuk dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih baik lagi.
Menristek akan berencana menggandeng peneliti-peneliti otomotif dari kalangan Akademisi untuk mendukung riset baterai.
“Perguruan Tinggi tempatnya gudang pemikir, perlu dilakuakan penelitian baterai dengan tenaga lebih besar dengan ukuran kecil,” ujarnya.
UGM sendiri saat ini tengah mengembangkan baterai yang kecil namun memiliki kapasitas yang besar, hal tersebut disampaikan oleh Rektor UGM Prof Dr Pratikno M.Soc Sc. “Baterai yang dikembangkan oleh peneliti UGM saat ini adalah baterai yang berukuran lebih kecil serta ringan dan memiliki kapasitas energi lebih lama,” ujar Pratikno.
Pratikno menjelaskan bahwa penelitian tentang baterai mobil listrik tersebut sudah memasuki tahap akhir penelitian, rencananya pada tahun 2014 UGM akan meluncurkan teknologi baterai tersebut. “Kami berharap riset baterai bisa menjadi sebuah lompatan baru teknologi, sehingga dapat bersaing dengan produk internasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan uji coba tersebut selain menguji coba mobil listrik Selo, juga dilakukan uji coba mobil Gendhis yang mengusung konsep Familiy car, mobil e car dan sebuah Bis listrik.(tribunnews.com)
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Pidato Wisudawan Terbaik, Memukau tetapi Sekaligus “Menakutkan”

Setiap acara wisuda di kampus ITB selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya yang terpilih memberikan pidato sambutan adalah pribadi yang unik, tetapi tidak selalu yang mempunyai IPK terbaik. Sepanjang yang saya pernah ikuti, isi pidatonya kebanyakan tidak terlalu istimewa, paling-paling isinya kenangan memorabilia selama menimba ilmu di kampus ITB, kehidupan mahasiswa selama kuliah, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.
Namun, yang saya tulis dalam posting-an ini bukan pidato wisudawan ITB, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau. Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).Cuplikan pidato ini dikutip dari tulisan di blog ;pohonbodi.blogspot.com 

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

Hmmm… setelah membaca pidato wisudawan terbaik tadi, apa kesan anda? Menurut saya pidatonya adalah sebuah ungkapan yang jujur, tetapi menurut saya kejujuran yang “menakutkan”. Menakutkan karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tinggi, tetapi dia meninggalkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalam bidang lain, seperti hobi, ketrampilan, soft skill, dan lain-lain. Akibatnya, setelah dia lulus dia merasa gamang, merasa takut terjun ke dunia nyata, yaitu masyarakat. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dia sendiri tidak tahu apa yang dia inginkan di dalam hidup ini.
Saya sering menemukan mahasiswa yang hanya berkutat dengan urusan kuliah semata. Obsesinya adalah memperoleh nilai tinggi untuk semua mata kuliah. Dia tidak tertarik ikut kegiatan kemahasiswaan, baik di himpunan maupun di Unit Kegiatan Mahasiswa. Baginya hanya kuliah, kuliah, dan kuliah. Memang betul dia sangat rajin, selalu mengerjakan PR dan tugas dengan gemilang. Memang akhirnya IPK-nya tinggi, lulus cum-laude pula. Tidak ada yang salah dengan obsesinya mengejar nilai tinggi, sebab semua mahasiswa seharusnya seperti itu, yaitu mengejar nilai terbaik untuk setiap kuliah. Namun, untuk hidup di dunia nyata seorang mahasiswa tidak bisa hanya berbekal nilai kuliah, namun dia juga memerlukan ketrampilan hidup semacam soft skill yang hanya didapatkan dari pengembangan diri dalam bidang non-akademis.

Nah, kalau mahasiswa hanya berat dalam hard skill dan tidak membekali dirinya dengan ketrampilan hidup, bagaimana nanti dia siap menghadapi kehidupan dunia nyata yang memerlukan ketrampilan berkomunikasi, berdiplomasi, hubungan antar personal, dan lain-lain. Menurut saya, ini pulalah yang menjadi kelemahan alumni ITB yang disatu sisi sangat percaya diri dengan keahliannya, namun lemah dalam hubungan antar personal. Itulah makanya saya sering menyemangati dan menyuruh mahasiswa saya ikut kegiatan di Himpunan mahasiswa dan di Unit-Unit Kegiatan, agar mereka tidak menjadi orang yang kaku, namun menjadi orang yang menyenangkan dan disukai oleh lingkungan tempatnya bekerja dan bertempat tinggal. Orang yang terbaik belum tentu menjadi orang tersukses, sukses dalam hidup itu hal yang lain lagi.

Menurut saya, apa yang dirasakan wisudawan terbaik Amerika itu juga merupakan gambaran sistem pendidikan dasar di negara kita. Anak didik hanya ditargetkan mencapai nilai tinggi dalam pelajaran, karena itu sistem kejar nilai tinggi selalu ditekankan oleh guru-guru dan sekolah. Jangan heran lembaga Bimbel tumbuh subur karena murid dan orangtua membutuhkannya agar anak-anak mereka menjadi juara dan terbaik di sekolahnya. Belajar hanya untuk mengejar nilai semata, sementara kreativitas dan soft skill yang penting untuk bekal kehidupan terabaikan. Sistem pendidikan seperti ini membuat anak didik tumbuh menjadi anak “penurut” ketimbang anak kreatif.

 Teks asli pidatonya dapat ditemukan di dalam laman web ini: Valedictorian Speaks Out Against Schooling in Graduation Speech .

Kalau ingin melihat video pidato Erica di Youtube, klik ini:

Sumber :http://rinaldimunir.wordpress.com
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Kuliah Jurusan Komputer Hanya Sia-sia Belaka?

Ilustrasi
Tahukah Anda mengapa kuliah Jurusan Komputer sia-sia belaka? Tahukah Anda mengapa sarjana komputer tidak lebih pandai daripada pedagang, programer dan teknisi komputer di pinggir jalan? Semua itu berawal dari salah kaprah tentang ilmu informatika dan teknik komputer. Banyak orang menyangka ketrampilan menangani peranti lunak dan piranti keras komputer hanya ada di bangku kuliah. Lalu dijadikan bekal untuk cari kerja. Nyatanya semua itu salah kaprah, kenapa?

Untuk menjawab pertanyaan sederhana itu mari perhatikan beberapa hal di bawah ini:

1) ORANG TUA MURID BUTA DUNIA KOMPUTER

Sejak awal 1990 banyak orang tua murid menargetkan anak jago komputer. Demi menyaksikan kehebatan mesin komputer merajai meja kerja. Anak anak pun berduyun ambil kuliah jurusan komputer. Pebisnis menyambut gembira dengan membuka akademi dan perguruan tinggi jurusan komputer. Tarian Iklan jurusan komputer menghembuskan mimpi mimpi indah. Seakan penyandang gelar diploma dan sarjana komputer adalah jaminan masa depan cerah. Nyatanya setelah lulus kuliah koq beda jauh, kenapa?

Karena hanya latah ikut-ikutan arus besar tanpa memahami dunia komputer yang sejatinya hanya alat mempermudah pekerjaan melalui bantuan teknologi.

2) TIDAK PERLU KULIAH AGAR TRAMPIL KOMPUTER

Ijinkan saya berbagi pengalaman pribadi. Jika ingin trampil komputer banyak cara: kursus 2 bulan atau belajar sambil jalan di tempat kerja. Lain lagi jika ingin berkarir di bidang komputer (IT/MIS/EDP). Setidaknya perlu waktu 2 tahun praktek langsung sebagai programer (piranti lunak/software) ataupun teknisi (piranti keras/hardware). Waktu 2 tahun itu di luar masa kuliah jika ambil jurusan komputer. Mengapa? Sarjana komputer lulusan Indonesia, Australi, Amerika sama sama cuma tau teori. Praktek NOL BESAR.

Kebetulan saya jadi programer sejak 1985. Jadi programer secara otodidak di kantor. Ketika itu saya bekerja sebagai Office Boy di perusahaan patungan Pertamina-Spinneys London. Kantornya di Gedung Patra Jasa lantai 14 Jakarta Selatan. Untuk meningkatkan pengetahuan dunia programming kemudian saya ambil kursus-kursus di samping baca-baca buku atas biaya kantor.

Sejarah membuktikan beberapa murid dan anak buah saya di kemudian hari adalah sarjana komputer. Baik lulusan Indonesia maupun lulusan luar negeri. Di antaranya ada puluhan manager dan eksekutif Eropa belajar komputer kepada saya. Mereka pekerja asing (expatriate) di Indonesia. Padahal saya bukan sarjana komputer.

Background saya? Tidak ada kaitan dengan teknik dan komputer. Saya jebolan sekolah guru SPG TEGAL 1981 dan Drop Out Fakultas Sastra Inggris UKI Jakarta 1983. Jadi Office Boy 1983-1984. Jadi programer secara otodidak sejak 1985. Tahun 1990 jadi system developer dan Manager MIS. Tahun 1991 saya ciptakan aplikasi sistem managemen perhotelan yang laku dijual kepada hotel-hotel chain. Salah satunya adalah Accor-Ibis Indonesia. Software bernama “FOSYS+” buatan saya bercokol di Ibis Cikarang sejak 1993-2010. Pada 1993 harga (price list) FOSYS+ berkisar 75 juta, 25% dari harga software import.

Kata orang-orang hotel FOSYS+ adalah software made in putra Indonesia yang pertama beredar di pasar software hotel management system / Front Office System. Beroperasi dengan PC sementara waktu itu masih jamannya mainframe.

Ciri khas FOSYS adalah tampilan ROOM-BOX inquiry. Tampilan kotak-kotak di layar komputer untuk baca status kamar sebagai ganti tampilan berupa listing. Sejak itu menjadi acuan umum para developer jagoan sistem hotel dalam dan luar negeri. Puluhan tahun saya ketemu programer dan user sistem reservasi perhotelan. Mereka sering tanya, bahas atau pamer kehebatan ROOM-INQURY. Mereka tidak tau si pencipta tampilan ROOM-BOX adalah saya (agil) bekas Office Boy yang otodidak jadi programer.

Pengalaman kocak juga pernah saya alami. Sekitar periode 1986-2001 saya jadi pengajar kursus private komputer untuk kaum profesional di perusahaan-perusahaan swasta nasional dan asing. Di antaranya di bidang Real Estate dan Penerbangan Swedia, semua di Jakarta. Karena waktu itu komputer dianggap mesin ajaib, eh banyak cewek melakukan approach kepada diri saya padahal tahu saya sudah beristri. Bahkan anak big boss ada nekat ngajak love affair. Mereka cantik-cantik, muda-muda dan tajir-tajir. Duh, ampun godaan hebat bener, hahahaha…

3) BANYAK SARJANA KOMPUTER TIDAK MAMPU JADI PROGRAMMER, HANYA JADI INSTALLATOR

Bukan rahasia lagi bahwa banyak sarjana komputer hanya tau teori. Bikin program aplikasi nol besar. Walaupun bisa bikin hanya mampu dioperasikan oleh diri sendiri, sering error, sulit dikembangkan. Mereka hapal Flow Chart, Alogaritma dan Diagram Data Flow tapi gagal menerjemahkannya dalam praktek programming. Jagankan bikin program untuk dijual secara umum, untuk dipakai di tempat kerja sendiripun tidak mampu. Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu praktek langsung. Umumnya dua tahun untuk jadi programer handal.

Sebuah majalah khusus komputer Indonesia dua tahun lalu melaporkan hasil penelitian bahwa hanya sekitar 10% orang IT yang mampu jadi progmmer. Sisanya hanya jadi installator. Maksudnya hanya instal system Windows dan software lainnya. Ini beda jauh dengan era 1980an di mana pekerja IT/MIS/EDP 70% adalah programmer. Padahal bikin sistem sejak 2000 jauh lebih mudah karena tersedia ribuan library untuk source code (source program). Sedangkan pada era 1980an source code hampir 80% bikin sendiri. Ketika mesin komputer sangat sentitif (mudah error), barang baru dan aneh, hanya orang komputer yang dapat mengoperasikannya.

Sebaliknya banyak programer tanpa latar belakang pendidikan komputer. Dalam hal ini berlaku hukum” kuasai sitem sebelum Anda merancang sebuah sistem“. Misalnya jika Anda ingin membuat sistem akuntansi maka Anda harus pelajari sistem akuntansi: jurnal keuangan, arus kas, rugi-laba, neraca.

Mungkin sudah watak manusia ketika baru melek komputer, apalagi pegang ijasah dan gelar, terus petentang-petenteng menyangka diri sudah jago. Padahal dunia komputer meluputi banyak jurusan dan jenis ketrampilan. Misal programmer jagoan belum tentu pandai merangkai hardware, teknisi senior bisa jadi buta sama sekali tentang programming. Programming di sini saya maksud adalah merancang program dengan Progamming Language (bahasa pemograman) baik low-level maupun high-level, dari mulai Assembler, C, BASIC, dll.

SALAH KAPRAH: Banyak salah kaprah disangka jago bikin sistem dengan Microsoft-Excel sudah jadi programmer, ah itu kan cuma spreadsheet yang diprogram dengan Macro-coding. Atau jago ngehack (hacking/hacker) disangka pasti jagoan programmer - lho itu kan cuma merusak/mencuri bangunan sistem dari suatu lubang, bukan membangun sebuah sistem yang dibuat programmer untuk dinikmati umum. Programmer itu , setidaknya, merancang sistem dari nol hingga menghasilkan executable file (.exe) yang telah diuji oleh user, terbukti running well ketika diinstall dan implementasi, termasuk error handling, selama bertahun-tahun di tempat berbeda-beda.

4) SYARAT BERKARIR DUNIA KOMPUTER

Banyak orang tidak tahu bahwa untuk terjun ke dalam dunia komputer perlu syarat pokok sbb: kuat dalam ilmu pasti/matematika, kuat melek/begadang sampai pagi, suka seni. Orang bilang komputer adalah paduan antara ilmu pasti dan keindahan seni. Ilmu pasti karena berurusan dengan rancangan angka-angka dan logika yang harus tepat-akurat. Seni karena perlu imaginasi daya cipta bekerja di alam awang-awang untuk mewujudkan rangkaian imjinasi digital dalam batok kepala jadi nyata di layar komputer.

Syarat tambahan: siap-siap dicap sebagai orang gila karena kebanyakan orang IT adalah workaholik (gila kerja), susah diatur, eksentrik, suka ketawa sendiri di depan komputer, hehe…
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Dengan uraian di atas maka saya berpendapat, mohon maaf, bahwa kuliah jurusan komputer di Indonesia lebih banyak sia-sia. Karena kebanyakan hanya latah, tidak paham syarat pokok berkarir di bidang komputer, gagal menjadi teknisi/programer handal, tidak menjamin dapat pekerjaan. Oleh karena itu hendaknya berpikir ulang jika akan ambil kuliah Jurusan Komputer. Dan jika terlanjur salah pilih masuk Jurusan Komputer maka tak ada kata terlambat untuk cabut dan pindah ke jurusan yang benar-benar Anda sukai/cintai.

Bagi Anda yang bingung ataupun tersinggung dengan artikel ini silakan periksa latar belakang Bill Gates si raja software pencipta MS-DOS dan MS-Windows system, dia cuma drop out dari Harvard University yang tidak tidak hubungan dengan pendidikan formal komputer. Inilah bukti pendidikan formal bukan segala-galanya apalagi sekedar tujuan untuk tidak gagap teknologi. Jika di Indonesia banyak iklan nipu Orang Tua Murid tentang Kuliah Jurusan Komputer, jangan heran deh…!

Sesungguhnya mencintai suatu ilmu/ketrampilan adalah separuh jalan menuju pintu-pintu sukses jika digeluti dengan sungguh hati.

***
By Ragile (agil)
Bekas programmer/analyst/developer/manager computer 1985-2000
Facebook   : Agil Abd Albatati
Source of article : Kompasiana - http://www.kompasiana.com/ragile
http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/25/kuliah-jurusan-komputer-maaf-anda-salah-pilih-367186.html
------------------------------------------

Ini Empat Rekomendasi Rapimnas I GMII

Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) melaksanakan Rapimnas
pada 13- 14 November 2013 di hotel Stefani- Riau
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Jakarta, - Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) I Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) yang dilaksanakan pada 13- 14 November 2013 di hotel Stefani- Riau telah selesai. Rapinmas tersebut menghasikan beberapa rekomendasi dan dakan dijadikan pedoman dan acuan untuk memperbaiki program kerja GMII kedepan.


"Ada empat rekomendasi yang diputuskan Rapimnas I ini," kata Ketua Umum Pimpinan Nasional GMII, M. Niko Kapisan, Sabtu (16/11).


Berikut empat rekomendasi Rapimnas I GMII:

Pertama, memperkuat konsolidasi internal GMII secara nasional. Mendorong agar GMII Se-Indonesia harus menjadi bagian dari kemajuan bangsa Indonesia. Untuk menyukseskan konsolidasi ini maka PN GMII  akan membangun komunikasi yang intensif kepada seluruh GMII Se-Indonesia dengan menginstruksikan Pimpinan Wilayah untuk membentuk Cabang-Cabang di wilayahnya masing-masing.


Kedua, GMII akan memasifkan perannya sebagai bagian dari kemajuan bangsa Indonesia. GMII akan mengawal proses pembangunan dan proses demokrasi agar makin memaksimalkan peran pemuda dan rakyat dan GMII secara tegas tidak akan masuk dalam area politik praktis.


Ketiga, GMII juga akan memikirkan infrastruktur intelektual kaderisasi seperti dalam Latihan Kader sebagai pilar kaderisasi di GMII dengan membuat buku panduan yang meliputi sejarah dan wawasan kebangsaan.


Keempat, GMII juga akan ikut andil mendorong suksesi kepemimpinan nasional dengan ikut berperan aktif menjadi lembaga pengawas dan memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnnya Suksesi Kepemimpinan Nasional.

Selain itu, Niko mengatakan bahwa Rapimnas GMII juga merekomendasikan agar pengurus wilayah GMII Se-Indonesia untuk segera melakukan Muswil untuk penyegaran dan mengakomodir kader-kader potensial yang memiliki komitmen dalam menegakkan konstitusi organisasi dan memiliki komitmen keislaman sebagai basis kaderisasi di GMII.(sayangi)

Jogja Debating Forum Juara Kompetisi Debat Internasional

Jogja Debating Forum
London,  - Jogja Debating Forum menangkan Kompetisi Debat Internasional PPI UK yang diwakili Fajri Matahati dan Omi Ongge yang digelar di King's College London.

Kompetisi debat diadakan dalam rangkaian Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013 yang berlangsung akhir pekan, ujar Ketua Umum PPI UK, Haikal Bekti Anggoro, kepada ANTARA London, Selasa (12/11).

Peserta dari kompetisi debat PPI UK ini merupakan pelajar-pelajar Indonesia di wilayah UK maupun Eropa daratan.

Sebanyak delapan tim yang lulus seleksi panitia berpartisipasi di babak final yang dilangsungkan bersamaan dengan Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013.

Berbagai topik menjadi bahan perdebatan kompetisi diantaranya peran dan manfaat social media, pemerintahan berbasiskan sekularisme, dan menurunnya industri Indonesia karena ketidakcintaan atas produk lokal.

Fajri Matahati, pelajar di kota Edinburgh serta Omi Ongge asal London mendominasi kompetisi dan hanya memiliki sedikit pesaing sengit.

Pada grand final, pasangan tersebut dihadapkan dengan Willy Limiadi asal Oxford serta Santi Nuri Dharmawan asal London yang menggunakan nama Indonesia Mengglobal. Walaupun pasangan Indonesia Mengglobal kalah, namun Santi Nuri Dharmawan diangkat menjadi Debater terbaik dalam kompetisi yang baru pertama digelar .

Duta Besar Republik Indonesia untuk United Kingdom dan Republik Irlandia, TM Hamzah Thayeb, merasa bangga dengan para peserta Kompetisi Debat yang begitu bersemangat dan penuh pengetahuan dalam penyampaian mosi yang diajukan. "Luar biasa! Sangat seru sekali!" tutur Dubes RI tersebut.

Pada babak Grand Final Debating Competition tersebut, Duta Besar RI Hamzah Thayeb menjadi juri kehormatan.

Walaupun berdebat dengan sangat panas, Kompetisi Debat tersebut ditutup dengan sportifitas yang ditunjukkan para peserta yang saling bersalaman dan memberikan selamat, dilanjutkan dengan pembagian hadiah yang diserahkan langsung Dubes RI Hamzah Thayeb. (MD/Ant)

-----------------------------------------------------------------------------------


Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Anak Ini Putus Sekolah karena Terlalu Pintar

RizkiRizki
AGAM- Seorang anak laki-laki di Kabupaten Agam, Sumatera Barat putus sekolah karena tingkat kecerdasannya melebihi anak-anak sebayanya.

Bocah bernama Muhammad Rizki Ramadan ini hanya diberi kesempatan mengenyam bangku pendidikan di Sekolah Dasar selama enam bulan. Kecerdasan Rizki memang di atas rata-rata anak seusianya. Di usianya yang ketujuh tahun, dia sudah fasih berbahasa asing, seperti Inggris, Malaysia, India dan Mandarin.

Menurut ayahanda Rizki, Mayunis, bahasa-bahasa yang dikuasai putra bungsunya itu dipelajari sendiri secara otodidak alias tanpa guru. “Dulu sekolahnya TK di Simpang Balai, waktu kami tinggal di Cangkiang. Sewaktu di TK aman sampai tamat. Tapi, waktu sekolah di SD Negeri Cangkiang itu hanya 6 bulan, arena dia tidak mau pelajaran diterangkan dua kali, kalau dua kali, dia maunya keluar ruangan saja,” kata Mayunis, Kamis (7/11/2013).

Dikatakan Mayunis, Rizki akhirnya dikeluarkan dari sekolah karenamengganggu proses belajar mengajar. “Guru-gurunya kewalahan dengan kecerdasannya yang melebihi teman-teman sekelasnya,” katanya.

Lebih lanjut Mayunis mengungkapkan, kecerdasan Rizki sudah terlihat dari sejak dia berbicara di usia dua tahun. “Dia belajar dari buku, TV, kalau film dia tidak mau nonton, dia suka lihat berita, politik dan bola, dia kelihatan seperti ini sewaktu kecil pas pandai bicara langsung pandai membaca, lihat TV sekilas langsung dapat, dia pandai membaca begitu saja tanpa belajar atau diajarkan,” tuturnya.

Saat ini Rizki ingin kembali bersekolah. Selain karena ingin bermain bersama teman-teman sebayanya, Rizki juga merasa masih haus dengan ilmu-ilmu yang dapat dipelajari di sekolah. Namun, pihak sekolah pernah menyarankan agar Rizki berada di kelas dan sekolah dengan penanganan khusus.

Sayangnya, orangtua Rizki merasa pekerjaannya sebagai buruh tani dan ibu rumah tangga tidak akan sanggup membiayai kelangsungan pendidikan anaknya. “Saya tidak kuat jika harus memasukkan anak ke sekolah khusus apalagi untuk membayar guru privat khusus yang didatangkan ke rumah,” katanya. (Wahyu Sikumbang/Sindo TV/ugo)


Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Semarak Hari Pahlawan PKPU Yogyakarta Gelar Motivasi Bagi Pahlawan Pendidikan

YOGYAKARTA-Dalam rangka menyemarakan hari pahlawan 10 November 2013, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Yogyakarta menyelenggarakan sebuah acara yang didedikasikan kepada guru selaku para pahlawan dunia pendidikan yaitu Motivasi Guru. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Ahad (10/11) ini mengambil tema “Menjadi Pahlawan di Hati Anak”.

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada semua guru sehingga mampu meningkatkan prestasi dan memberi inspirasi bagi anak didik, sekolah dan lingkungannya. Selain itu, kegiatan ini sebagai penghargaan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai pendidik baik di sekolah maupun keluarganya.

Kegiatan Motivasi Guru PKPU yang dilaksanakan di Convention Hall Asri Medical Center Jl HOS Cokroaminoto 17  Yogyakarta ini menghadirkan trainer pendidikan dan penulis buku best seller“Bikin Belajar Selezat Cokelat” dan “Ujian Sukses Tanpa Stres”, M Fatan Fantastik beserta Tim JAN Training.

Menurut Afik Purwandika, selaku ketua panitia kegiatan, Motivasi Guru ini tidak hanya bisa diikuti oleh para guru pendidikan formal saja, bahkan calon guru (mahasiswa kependidikan) maupun orangtua bisa mengikuti kegiatan ini. “Kami mengharapkan dengan kegiatan ini setiap peserta mampu menjadi “pahlawan” karena bisa menjadi inspirasi dan motivator bagi anak didiknya,” ujar Afik Purwandika. Dengan semangat kepahlawan diharapkan dari setiap satu guru mampu mengukir satu sejarah bangsa dengan menghasilkan anak didik yang bisa dibanggakan dan dikenang, lanjutnya.

Peserta motivasi guru ini tidak hanya datang dari wilayah DIY bahkan dari Magelang. “Kami  pun mengundang 100 guru dari sekolah mitra PKPU untuk mengikuti kegiatan motivasi guru ini secara gratis. Sementara bagi masyarakat yang ingin ikut dalam kegiatan Motivasi Guru PKPU cukup membayar Rp 30.000,- di kantor PKPU atau lokasi kegiatan,” kata Afik Purwandika.

Informasi pendaftaran Motivasi Guru PKPU dapat menghubungi Grha PEDULI PKPU Jln Prof Dr Sardjito No 4 Yogyakarta Telp (0274) 555041, SMS 081904027735.

Tolak Uang Kuliah Tunggal, Pecahkan Kaca Rektorat


Kaca pintu masuk gedung pusat administrasi UIN pecah
 akibat unjukrasa yang dilakukan mahasiswa 
SLEMAN-Sedikitnya 50 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogja menggeruduk rektorat setempat, Rabu (6/11/2013) sore. Mereka melakukan aksi penolakan terhadap rencana pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Pantauan Harianjogja.com massa merangsek masuk ke dalam gedung rektorat di lantai satu untuk menemui rektor UIN Sunan Kalijaga Musa Asy’ari. Tetapi karena rektor sedang keluar kota maka tiga wakil rektor menemui para mahasiswa.
Mereka adalah Wakil Rektor I Sekar Ayu Aryani, Plh Wakil Rektor II Wariyono dan Wakil Rektor III Maksudin. Para mahasiswa secara bergantian menggelar orasi di depan para wakil rektor yang menunggu untuk diberikan kesempatan memberikan jawaban atas tuntutan.
“Kita harus menolak UKT karene memberatkan,” ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Sekitar lebih 30 menit berlangsung demonstrasi, tiba-tiba memanas. Mahasiswa membakar dua ban di dalam gedung rektorat hingga api membumbung tinggi.

Karena dinilai membahayakan, seorang satpam setempat memadamkan api dengan alat pemadam. Kendati demikian hal itu membuat situasi kian memanas. Sejumlah mahasiswa melempari dan memecah kaca almari besar yang biasa dipergunakan sebagai papan informasi karya tulis.(Harianjogja)
---------------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Ini Mekanisme Baru Penyaluran Beasiswa Bidikmisi

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Jakarta - Kemdikbud melalui Ditjen Pendidikan Dikti (Dikti) akan menyalurkan dana Bidikmisi langsung ke rekening mahasiswa penerima melalui bank penyalur.

Mekanisme tersebut merupakan mekanisme baru penyaluran Bidikmisi. Sebelumnya, dana Bidikmisi disalurkan Ditjen Dikti Kemdikbud ke mahasiswa penerima melalui perguruan tinggi.

Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Illah Sailah mengatakan, perubahan mekanisme tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 tahun 2012 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara atau Lembaga.

Semua bantuan sosial harus langsung ke sasaran, tidak boleh lagi lewat perguruan tinggi, kata Illah dalam keterangan pers yang diterima INILAH.COM, Selasa (5/11/2013).

Illah menjelaskan, selama ini penyaluran anggaran Bidikmisi untuk mahasiswa dilakukan melalui perguruan tinggi. Kemudian masing-masing perguruan tinggi menyalurkannya lagi ke rekening mahasiswa. Mekanisme ini menimbulkan beberapa masalah, salah satunya keterlambatan penyaluran hingga sampai ke mahasiswa.

Ada yang sampai tiga bulan belum diberikan, ujarnya.

Keterlambatan tersebut antara lain disebabkan karena adanya kesalahan administrasi berupa salah pencatatan nomor rekening dan nama mahasiswa.

Karena itu, jelas Illah, berdasarkan Permenkeu Nomor 81 tahun 2012, Ditjen Dikti Kemdikbud meminta izin ke Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu untuk membuka rekening baru khusus untuk Bidikmisi. Rekening tersebut dibuka di bank penyalur yang menang tender pada November 2012 lalu. Mahasiswa penerima Bidikmisi juga harus memiliki rekening di bank penyalur tersebut.

Guna memastikan kelangsungan sekolah anak miskin berprestasi, pemerintah mengintegrasikan Bidikmisi dengan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diberikan sejak siswa mengenyam bangku SD. Data penerima BSM akan terus dipantau sejak sang anak di SD, SMP, hingga SMA.[jat/inilah]


Gedung Pertamina Tower di FEB UGM Kebakaran,Kerugian ditaksir Mencapai 500 Juta

Gedung Pertamina Tower FEB UGM
YOGYAKARTA -- Gedung Pertamina Tower di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta terbakar pada Selasa (8/10) pukul 09.20 WIB. Asap terlihat di dua titik di Lantai 5 gedung tersebut.

Menurut Humas UGM, Wijayanti, api langsung bisa dipadamkan setengah jam dari munculnya asap. Pemadam kebakaran dari Pemkot Yogyakarta dan internasl UGM sudah datang dilokasi dengan cepat sehingga api cepat dipadamkan. "Saat ini api sudah padam," jelasnya.

Menurutnya, api muncul di dua titik ruang komputer di lantai 5 gedung tersebut. Diindikasikan kebakaran terjadi akibat konsleting listrik di ruang komputer. Namun hal tersebut masih di selidiki.


 Kerugian akibat kebakaran yang terjadi di lantai 5 gedung Pertamina Tower Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM, Selasa (8/10) ditaksir mencapai Rp 500 juta. 

"Meski hanya dua ruangan yang terbakar namun kerugian cukup banyak, karena yang terbakar adalah komputer-komputer," jelas Humas UGM, Wijayanti, Selasa (8/10).

Menurutnya, dua ruang yang terbakar di lantai 5 Pertamina Tower FEB UGM ini adalah IT Corner. Ruangan tersebut biasa digunakan oleh mahasiswa FEB untuk praktek tentang teknologi informasi (TI). 

"Ruangan lain aman, tidak ada dokumen penting yang terbakar," katanya.

Diakuinya, kebakaran di lantai 5 gedung tersebut tidak menjalar ke ruang lain dan gedung lainnya.
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger