Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan

Pakai Tas Kardus untuk Sekolah, Bocah Ini Jadi Inspirasi Jutaan Orang

Seorang anak siswa Sekolah Dasar (SD) di Filipina menjadi perbicangan di dunia maya setelah fotonya saat berada di sekolah dengan membawa tas yang terbuat dari kardus telah menginspirasi jutaan orang.
Dilansir Viral4real, siswa yang tak disebutkan namanya tersebut dianggap sebagai sosok teladan dalam dunia pendidikan. Meski dalam kondisi kekurangan yang dihadapi orangtuanya sehingga orangtuanya tak mampu membelikan tas.
Ia tidak malu pergi ke sekolah dengan membawa tas yang terbuat dari kardus.
"Saat aku tanya mengapa kau pakai tas ini, ia menjawab ayah dan ibuku tak punya uang untuk beli tas, jadi mereka buatkan aku tas ini, aku kira ini sangat bagus dn aku tidak malu memakainya," ujar Diwa Socrates, seorang perempuan yang saat itu berada di dekat sang bocah
Sejak foto sang bocah disebar ke sejumlah media sosial, banyak pihak yang merasa terharu dengan perjuangan sang bocah dan mendoakannya agar ia bisa mempertahankan semangatanya.
"Ini contoh, bagi seluruh anak-anak yang sukanya merengek dan tidak mau sekolah, karena tidak dibelikan baju baru, tas baru, sepatu baru dan lain sebagainya. Sungguh anak itu luar biasa semoga Tuhan memberikannya jalan dan semangat untuk sukses. Amiiin," ujar salah seorang pengguna Facebook.

Azaria Network

PARAH BRO!! Mahkamah Agung Legalkan Perkawinan Homo Seantero Amerika Serikat


Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan bahwa perkawinan sesama jenis merupakan hak legal yang berlaku di seluruh penjuru negeri.

Keputusan itu diambil hari Kamis (25/6/2015) lewat pemungutan suara di kalangan hakim agung, dengan hasil tipis 5 mendukung dan 4 menolak.

Sebelum keputusan itu dibuat, pasangan homoseksual hanya bisa mengesahkan perkawinannya di 37 negara bagian, ditambah Washington DC.

Tidak jelas kapan lisensi perkawinan itu akan dikeluarkan di negara-negara bagian yang sebelumnya masih melarang perkawinan homoseksual.

Teriakan keras sorak-sorai kelompok pendukung homoseksual yang berkemah di luar gedung pengadilan terdengar begitu keputusan diumumkan pada hari Jumat.

Salah seorang dari keramaian itu, Jordan Monaghan, menelepon ibunya lewat telepon genggam.

“Hey, bu. Aku sedang berada di Mahkamah Agung. Putramu sekarang bisa punya suami,” kata Monaghan seperti dikutip BBC. (Hidayatullah)

***

Akankah terjadi di Indonesia? Hati-hati dengan pengusung LGBT dari kalangan liberalis.


Azaria Network

Meski Minoritas, Puasa di AS Tetap Menyenangkan

Muslim Amerika Serikat
JAKARTA -– Islam memang bukan agama yang dianut mayoritas penduduk Amerika Serikat (AS). Bahkan, stigma negatif tentang Islam oleh penduduk AS sempat mengemuka pascaperistiwa 11 September 2001.

Seiring berjalannya waktu dan karena keterbukaan masyarakat AS, stigma tersebut bisa diredam. Seperti dituturkan Diplomat asal AS, Ali Abdi, umat Muslim di negeri Paman Sam kini bisa hidup nyaman berdampingan dengan pemeluk kepercayaan lain.

Di saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan pun, kata dia, Muslim AS tidak kesulitan. Kegiatan ibadah dan kebutuhan logistik selama puasa cukup mudah didapat. “Sebagai muslim, kami bisa sahalat Tarawih dengan lancar selama Ramadhan,'' tutur Ali Abdi. 

Sementara untuk konsumsi selama Ramadhan, kata dia, tidak sulit untuk menemukan bahan-bahan makanan halal.
''Hampir di semua kota besar di AS, sudah tersedia bahan makanan halal,” jelas Ali kepada Republika, saat dijumpai di sela-sela acara demo masak menu Ramadhan di The Dharmawangsa Hotel, Selasa (9/6) lalu.

Menurut dia, bahan makanan halal sebenarnya tidak hanya tersedia di saat Ramadhan. Sehari-hari, bahan makanan ini cukup mudah ditemukan, baik di pusat perbelanjaan maupun toko-toko setempat.

Soal ibadah Ramadhan, Ali mengatakan Muslim AS tidak lagi takut mengekspresikan ritual ibadahnya. Di masjid-masjid setempat, shalat Tarawih berjamaah atau ibadah berjamaah lain bisa dilakukan dengan aman dan nyaman.

Masyarakat nonmuslim, lanjutnya, tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap umat Islam. Kini, mereka sudah semakin terbuka terhadap perbedaan dan juga Islam.
“Kami tidak takut lagi menjalankan ritual ibadah kami. Bahkan, saat saya berpuasa, kawan-kawan saya rela untuk tidak minum kopi di depan saya. Mereka menghargai orang yang sedang berpuasa,” jelas Ali menambahkan. REPUBLIKA.CO.ID

Azaria Network

Warga Gaza Adakan Karnaval Besar-besaran Dukung Gerakan Perlawanan

Gaza. Warga Gaza turun jalan berbondong-bondong hari ini, Kamis (7/8/2014) untuk melakukan pawa dan karnaval. Massa bertolak dari masjid-masjid Gaza menuju lapangan Tentara Tak Dikenal.

Tujuan diadakannya pawai dan karnaval ini adalah untuk memberikan mandat kepada gerakan perlawanan, dan memberikan dukungan kepada delegasi yang saat ini sedang menghadiri perundingan di Mesir.

Hamas dan gerakan-gerakan perlawanan lainnya mengundang seluruh warga Gaza untuk hadir dalam pawai dan karnaval hari ini. Acara diawali setelah shalat Zhuhur. Karnaval Gaza ini diadakan setelah terjadinya serangan Israel selama 29 hari yang menyebabkan kerusakan parah pada gedung-gedung dan infrastruktur Gaza. Lebih dari itu, 1800 orang telah gugur dan 9000 ribu lainnya menderita luka-luka.

Warga Gaza menuntut hak-hak mereka sebagai manusia secara adil. Hak itu antara lain dihentikannya embargo, dibebaskannya tawanan, dibangunnya pelabuhan laut dan udara, dibukanya pintu perbatasan dan akses penghubung antara Gaza dan Tepi Barat.

Semua hak inilah yang saat ini sedang dituntutkan dalam meja perundingan di Kairo. 

Walaupun semua gerakan perlawanan, terutama Hamas, menyatakan masih bersiap siaga dengan senjatanya.

Bahkan Brigade Izzuddin Al-Qassam dan Saraya Al-Quds menyatakan sudah siap untuk memulai ronde baru perang melawan Israel. Bahkan menurut mereka, jika tidak ada kesepakatan dalam perundingan, peluncuran roket ke pemukiman-pemukiman Yahudi akan langsung dimulai lagi begitu masa penghentian perang berakhir, yaitu pukul 08.00 pagi hari Jumat besok. (msa/dakwatuna/palestinetimes)

 http://picasion.com24Uxr

ISIS Deklarasikan Kekhalifahan Islam di Irak

Negara Islam Irak dan Suriah atau yang dikenal dengan ISIS memproklamirkan diri sebagai Kekhalifahan Islam dengan pemimpin mereka sebagai Khalifah. Langkah ini diambil setelah banyak kota di Irak mereka kuasai dan pemerintahan Perdana Menteri Nouri al-Maliki mulai keteteran.

Diberitakan Reuters, Minggu 29 Juni 2014, ISIS memproklamirkan kekhalifahan dan mengganti nama mereka menjadi "Negara Islam". Pemimpin mereka Abu Bakr al-Baghdadi diangkat sebagai Khalifah atau pemimpin Muslim di seluruh dunia.

"Dia adalah imam dan Khalifah bagi semua Muslim di manapun. Karena itu, 'Irak dan Sham' pada nama Negara Islam akan dihilangkan dari semua komunikasi dan pernyataan, dan nama resminya adalah Negara Islam dari tanggal deklarasi," kata juru bicara ISIS, Abu Muhammad al-Adnani.

Kekhalifahan Islam berarti bersatunya negara-negara Islam di bawah satu bendera Khilafah. Pemimpin mereka satu, menguasai seluruh negara-negara Islam. ISIS menyerukan umat Muslim untuk segera berbaiat pada Abu Bakr al-Baghdadi.

"Adalah tugas semua Muslim di dunia bersumpah setia pada dia dan mendukungnya. Legalitas seluruh emirat, kelompok, negara, dan organisasi menjadi hilang berdasarkan perluasan kekuasaan kekhalifahan dan tibanya tentara khilafah di wilayah mereka," kata al-Adnani dalam pernyataan yang disampaikan dalam bahasa Arab, namun diterjemahkan ke banyak bahasa.

Pernyataan ini disampaikan seiring di atas anginnya kekuatan ISIS di Irak. Pemerintah Maliki kerja keras berupaya menjauhkan kelompok pecahan al-Qaeda ini dari ibu kota Bahgdad.
Walaupun diprediksi akan mendapatkan penentangan keras dari negara-negara Islam di kawasan seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, namun pengamat mengakui bahwa ini adalah kemajuan yang signifikan dari sebuah kelompok mujahidin.

"Apapun penilaian yang ada terkait legitimasinya, pengumuman bangkitnya kembali Kekhalifahan ini adalah perkembangan paling signifikan dari kelompok mujahidin sejak peristiwa 9/11," kata Charles Lister, pengajar di Brookings Doha Center.

Dampak pengumuman itu, menurut Lister, akan mengglobal saat jaringan-jaringan al-Qaeda dan kelompok mujahidin independen harus memilih, apakah mendukung dan bergabung dengan Negara Islam atau menentangnya.

Sejak kematian Rasulullah Muhammad SAW, Kekhalifahan dipegang oleh para sahabat Nabi dan para ulama. Setelah empat Khalifah paska kematian Nabi, Islam memasuki masa keemasan dengan dipimpin oleh Khilafah Bani Ummayah pada tahun 661 hingga 750, dilanjutkan oleh Bani Abbasiyah tahun 750 hingga 1517. Masa keemasan ini berakhir saat Kekhalifahan Ottoman runtuh tahun 1924, baru 90 tahun yang lalu. (ita/VIVAnews )
-----------------------------------------------------------------------------------

 http://picasion.com24Uxr

Syiah Mulai Membantai Umat Muslim Sunni di Irak


Saat masih menduduki Irak, Amerika Serikat (AS) membangun tembok untuk membatasi minoritas Sunni di Baghdad. Kini, Muslim Sunni khawatir terjebak di balik tembok dan tak berdaya saat dibantai kelompok Syi'ah.
"Mereka (AS) melindungi kami dengan membangun dinding ini," ujar Muthan al-Ani, Muslim Sunni penjual peralatan dapur. "AS telah pergi, dan kami menjadi mangsa yang mudah bagi milisi Syi'ah."
Indikasi ke arah itu, menurut Al-Ani, terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir. Terlebih setelah jihadis Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) merebut kota-kota di sekeliling Bahgdad dan menguasai perbatasan Irak-Suriah.
Mengutip CNN (25/6), Setiap hari, dua atau tiga jenasah Muslim Sunni datang ke kamar mayat. Seluruhnya dengan lubang peluru di kepala. Orang-orang yang mencari keluarga diarahkan ke tempat ini, dan beberapa pulang dengan mata berlinang air mata.

Sejak ISIS merebut Mosul, kelompok Syi'ah memperlakukan mereka dengan kasar di jalan-jalan, pasar, tempat-tempat umum. Sebagian besar Muslim Sunni, terutama laki-laki, menghentikan aktivitasnya karena khawatir dibunuh saat melewati pos pemeriksaan.
Hampir seluruh pos pemeriksaan di Irak dikuasai milisi Syi'ah dan tentara Irak. Mereka ingin menjamin tidak boleh ada perlawanan dari dalam Irak, saat ISISmenyerbu Baghdad.
Situasi lebih mengkhawatirkan terlihat di Ghaziliya, permukiman Sunni di persimpangan jalan yang membagi wilayah Syi'ah dan Sunni. Keduanya memperlihatkan perbedaan mencolok.
Wilayah Syi'ah ditandai bendera hitam, dengan jalan-jalan dipenuhi anak-anak dan wanita. Di wilayah Sunni, jalan-jalan sepi, toko banyak tutup, dan yang buka hanya melayani sedikit konsumen.ungkin ini belum seberapa dibanding 2005 sampai 2007, ketika setiap hari kamar mayat kedatangan 100 mayat Muslim Sunni dan Syi'ah. Yang Syi'ah tewas akibat bom bunuh diri. Muslim Sunni tewas dieksekusi milisi Syi'ah.
Menurut Al-Ani, situasi saat ini berbeda. "Tahun 2007, ketakutan melanda Sunni dan Syi'ah. Kini, jika harus jujur, hanya kami yang dilanda ketakutan," ujarnya.
Kebanyakan Muslim Sunni bermukim di Ameriya, sebelah selatan Baghdad. Lainnya, dalam jumlah yang lebih sedikit, tersebar di lima wilayah di sekujur ibu kota Irak."Kami terisolasi," ujar Mohammed Arkan, pemilik pabrik bantal di wilayah Sunni. "Petugas di pos pemeriksaan secara reguler memeriksa setiap orang yang keluar dan masuk."
Menurut Arkan, yang dikhawatirkan Muslim Sunni adalah kebangkitan Jaish al-Mahdi atau Tentara Mahdi, yang kini berganti nama menjadi Brigade Damai. Tentara Mahdi adalah sayap bersenjata di bawah komando Moktada al-Sadr -- ulama radikal Syi'ah paling berpengaruh.
"Jumat lalu mereka berparade. Mengeluarkan semua senjata, dan menyatakan siap perang lagi," ujar Arkan.
Tentara Mahdi tahu apa yang harus dilakukan, yaitu membantai semua Sunni di Bahgdad agar tidak ada ancaman dari dalam. Itu mereka lakukan dengan melakukan penculikan terhadap sejumlah figur yang dianggap memiliki pengaruh.
Antara 2006 sampai 2008, Tentara Mahdi memicu konflik sektarian Sunni dan Syi'ah. Kelompok ini ditumpas dan dibubarkan tahun 2008.
Mohamed Maki, yang tinggal di Adamaiya, mengatakan dua rekannya yang insinyur perminyakan lenyap entah ke mana dan tak pernah kembali. Di Hai Adil, setiap pagi milisi Syi'ah berkumpul. Mereka tidak melakukan apa pun, kecuali meneror warga Muslim Sunni.
Yassin Ahmed Shabab, pemukim di sebelah barat Baghdad, mengatakan TentaraMahdi bukan satu-satunya milisi Syi'ah yang brutal. Lainnya adalah Asaib al-Haq. Mereka mulai melakukan pembunuhan di jalan-jalan, dengan dengan sasaran warga Sunni dari segala usia.
"Jika ISIS tak segera masuk Baghdad, nyawa kami berada dalam bahaya," ujar seorang warga di pinggiran kota Baghdad.
-------------------------------------------------------------------------------------
 http://picasion.com24Uxr

Pencari Suaka Terkatung-katung di Lautan Australia

Perahu pencari suaka yang diusir kembali ke perairan Indonesia - ABC News Australia
Christmas Island – Pemerintah Australia mendapat cobaan lagi dengan terkatung-katungnya 152 pencari suaka suku Tamil Sri Lanka, sekitar 250 kilometer dari Chistmas Island di Samudera Hindia.
Salah seorang penumpang perahu yang mengaku bernama Duke, mengatakan kepada ABC News Australia, Sabtu pagi (28/6/2014), orang-orang Tamil ini meninggalkan India sekitar dua pekan lalu.
“Ada sektar 32 wanita dan 37 anak-anak, sisanya lelaki dewasa. Kita berada 253 kilometer dari Christmas Island,” Duke melaporkan posisinya kepada pihak Australia. Ia menambahkan, 152 orang ini berlayar ke Australia demi mencari suaka karena konflik etnis dan sektarian di Sri Lanka belum reda hingga sekarang. Mereka mencoba mengungsi ke India, tapi merasa tak bisa hidup layak di sana.
Kata Duke, perahu yang ditumpanginya diterjang cuaca ganas. Perahu mereka diterpa hujan deras,angin bertiup sangat kencang dan gelombang besar. Mereka perlu bantuan.
Radio ABC program siaran pagi AM mengontak Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) untuk dimintai komentarnya atas laporan perahu pengungsi Sri Lanka itu. AMSA malah merujuk agar menhubungi Pabean Australia.
Fairfax Media menyatakan sudah berbicara dengan dua orang pencari suaka di perahu itu, termasuk seorang wanita Tamil. Perahu itu meninggalkan India pada 13 Juni dan melakukan kontak dengan AMSA pada Kamis malam.
Menteri Imigrasi Scott Morrison tak pasti apakah pemerintah Australia menyadari adanya perahu yang terkatung-katung di samudra.
“Seperti Anda ketahui, kami punya standar praktik Operasi Kedaulatan Perbatasan (OSB) yang selalu melaporkan setiap operasi maritim di laut, khususnya yang terkait penyelamatan nyawa orang,” ucap Morrison.
“Saya belum mendapat laporan tersebut,” kata Morrison lagi. Ia hanya bilang pemerintah Australia selalu siap berurusan dengan setiap ancaman yang muncul di perbatasan Australia.
PM Tony Abbott ketika ditanya mengenai laporan perahu pengungsi itu pada Jumat malam cenderung tak mau memberikan detail. “Intinya kita menangani secara normal sesuai standar yang ditetapkan dalam OSB,” kata Abbott.
Sarah Hanson, wanita juru bicara bidang imigrasi Partai Hijau Australia, mengatakan, pemerintah Australia tak dapat menggiring dan mengusir perahu pengungsi ini keluar perairan Australia dan harus menyelamatkan para pencari suaka itu hingga ke pantai Australia.
“Mereka bilang dari India. Kalau pemerintah menggiring dan mengusir mereka keluar wilayah Australia, maka pemerintah menciptakan sengkarut diplomatik dengan India. Karena itu pemerintah harus bertanya dengan kepada rakyat Australia,” kata Hanson.
Pada Maret lalu, pemerintah Australia menggiring perahu pencari suaka kembali ke perairan Indonesia, dan pihak Indonesia memandang Australia tak menghormati tata perilaku penanganan pengungsi dan pencari suaka.
Ini menimbulkan sengkarut diplomatik Australia-Indonesia yang hingga kini belum pulih benar, meskipun duta besar Indonesia untuk Australia Najib Riphat Kesoema sudah kembali bertugas di Canberra pada akhir Mei lalu.
Penanganan Australia terhadap pencari suaka ini menambah ketegangan diplomatik terkait penyadapan telepon seluler milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan delapan pejabat tinggi yang merebak sebelum kasus pencari suaka ini.
Awal Juni lalu Abbott bertemu Presiden SBY di Batam, namun kedatangannya hanya disambut oleh Dubes Najib Riphat Kesoema. Ini mengedipkan signal, bahwa Presiden SBY merasa masih ada ganjalan dalam berhubungan dengan Australia.
Kali ini pemerintah PM Tonny Abbott harus ekstra hati-hati menangani pencari suaka, kalau tidak ingin dicaci maki koalisi partai-partai oposisi di parlemen Australia.(Dari berbagai sumber)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
picasion.com 24b2F

Garuda Indonesia Berikan Tiket Beasiswa di Queensland

abc news
abc news

 QUEENSLAND -- Maspakai penerbangan Garuda Indonesia akan memberikan dua tiket pesawat gratis sebagai bagian program kerja sama Travel Scholarship dengan Universitas Queensland di Australia. Garuda ingin mendorong lebih banyak mahasiswa Australia mengunjungi Indonesia.
Program ini ditandatangani oleh Manajer Umum Garuda di Brisbane Arjo Wijoseno dan Profesor Tim Mehigan, Direktur Pusat Bahasa dan Studi Komparative Kebudayaan, Universitas Queensland minggu lalu. Ini merupakan program yang pertama kalinya dilakukan Garuda Indonesia dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebuah universitas di Australia guna mendorong mereka lebih banyak melakukan penelitian dan perjalanan ke Indonesia.
Dalam rilis yang diterima oleh ABC, disebutkan bahwa program bernama Garuda Indonesia Travel Scholarship diberikan dengan tujuan meningkatkan minat mahasiwa   di University of Queensland mempelajari kebudayaan, bahasa dan segala pengetahuan mengenai Indonesia. "Diharapkan dengan pengenalan yang lebih mendalam maka jalinan persahabatan kedua Bangsa dapat lebih terjalin dengan baik dimasa datang melalui pendidikan dan pengetahuan. Selain itu pemberian beasiswa ini bertujuan pula untuk lebih mengenalkan Garuda Indonesia kepada masyarakat di Australia khususnya di Brisbane." demikian pernyataan rilis tersebut belum lama ini.
Garuda Indonesia Travel Scholarship berupa pemberian dua buah tiket kelas ekonomi dari Brisbane ke semua tujuan di Indonesia  dalam setahun kepada student yang memiliki prestasi berdasarkan kriteria dari University of Queensland.‎
Perjalanan tersebut harus  berhubungan dengan studi mereka dan bukan perjalanan pribadi atau wisata. Sepulang dari perjalanan tersebut student diberikan kewajiban membuat essay yang berisi laporan hasil studi mereka selama di Indonesia kepada pihak University of Queensland dan Garuda Indonesia.
Menurut keterangan Pan Mohamad Faiz, Ketua PPIA Australia yang juga sedang melanjutkan pendidikan tingkat doktor di Universitas Queensland, GITS akan lebih cenderung diberikan kepada mahasiswa non-Indonesia di universitas tersebut.
"Dari yang saya dengar adalah mahasiswa yang berminat harus mengajukan aplikasi dan akan dipertimbangkan apakah studi atau penelitiannya berkaitan dengan Indonesia, lalu perkembangan nilainya, dan manfaat apa yang akan diperoleh jika mahasiswa yang bersangkutan menerima GITS. Setelah itu mereka yang terpilih juga akan diminta untuk membuat laporannya selama studi di Indonesia," kata Faiz kepada L. Sastra Wijaya dari ABC.
Menurut Faiz, kerjasama Garuda dengan  UQ ini tepat dilakukan karena banyak mahasiswa non-Indonesia yang belajar tentang bahasa dan kajian Indonesia. "PPIA di UQ juga memiliki kerjasama bernama "Pojok Indonesia" yang diadakan rutin setiap minggu. Jadi kesempatan tersebut kami coba optimalkan agar lebih motivasi para mahasiswa Australia untuk mengetahui dan belajar tentang Indonesia." kata Faiz.
Mohamad Faiz juga berharap bahwa hal semacam ini juga dapat dikembangkan oleh Garuda Indonesia di kota-kota lain, sehingga posisi Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat meningkat di mata para mahasiswa dan akademisi Australia secara umum.
Universitas Queensland adalah salah satu universitas terbaik di Australia. Menurut pemeringkatan yang dilakukan The Times 2014, UQ berada di peringkat ketiga di Australia setelah Universitas Melbourne dan Australia National University dan berada di peringkat 63 terbaik di dunia.REPUBLIKA.CO.ID
----------------------------------------------------------------------------------
picasion.com 24b2F

Gerakan Bathil Ma Biyahkumsy oleh Koalisi Nasional Pendukung Legalitas


Aksi demo damai rakyat Mesir menentang kudeta militer (islammemo)
Aksi demo damai rakyat Mesir menentang kudeta militer (islammemo)
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Mesir. Koalisi Nasional Pendukung Legalitas yang digawangi oleh Ikhwanul Muslimin (IM) dan kelompok-kelompok islamis lainnya mengimbau rakyat Mesir untuk meningkatkan aksi demonstrasi dalam satu minggu mendatang dengan tema utama ‘Bathil….Maa Biyahkumsy’ (Bathil…Tidak Akan Pernah Berkuasa).

Koalisi Nasional menegaskan bahwa pelaku kudeta hanya mengandalkan senjata dan tidak pernah mendapatkan dukungan riil dari masyarakat Mesir.

Pendukung demokrasi akan bertahan di jalan-jalan Mesir untuk mengobarkan revolusi menentang kezaliman dan memperjuangkan kemerdekaan yang hakiki bagi rakyat Mesir.

Lebih jauh Koalisi Nasional meminta rakyat Mesir untuk ikut menyukseskan aksi-aksi demonstrasi sejuta umat sebagai bukti nyata bahwa pemilu presiden yang digelar oleh militer diboikot secara luas oleh rakyat Mesir. (islammemo/rem/dakwatuna)

Media Barat Sibuk Mengancam Syariat Islam di Brunei, INI JAWABAN SULTHAN UNTUK BARAT!

Sultan Hassanal Bolkiah


Dalam beberapa hari ini media barat seperti CNN dan media barat lainnya sibuk mengancam Brunei karena penerapan Undang-undang Syariah Islam. Mereka memboikot semua hotel dan kepentingan Brunei. Berikut jawaban Kerajaan Brunei kepada mereka.

***


Bandar Seri Begawan, Brunei - Di negara-negara Anda berlatih kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan lain-lain. Ini ada dalam konstitusi sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda, cara hidup Anda.

Di negara saya, kami berlatih Melayu, Islam, sistem Monarki dan kita akan mulai berlatih hukum-hukum Islam, Hukum Syariah. Islam dalam konstitusi kita, identitas nasional kita, hak-hak kita, cara hidup kita.

Kita mungkin menemukan celah dalam hukum dan sistem peradilan dan Anda mungkin telah menemukan kita, tapi ini adalah negara kita. Sama seperti Anda berlatih hak Anda untuk menjadi gay, dan lain-lain untuk dunia Anda tinggal di saat ini. Kami berlatih hak kami untuk menjadi Muslim bagi dunia dan akhirat.

Ini adalah sebuah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Anda tidak khawatir tentang anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir tentang penjara Anda tidak mampu untuk menampung narapidana, khawatir tentang maraknya bunuh diri dan tingkat aborsi yang tinggi, khawatir tentang apa pun yang harus anda khawatirkan tentang anda sendiri. Banyak agama menentang homoseksualitas, itu bukan hal baru.

Saat Anda mendengar bahwa Islam dan Muslim berdiri dan berusaha untuk menegaskan kembali iman mereka, engkau menghakimi, Anda boikot, Anda mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, itu biadab.

Sekali lagi, kembali kepada orang-orang yang perlu anda khawatir seperti yang saya sebut di atas, bahwa Anda harus fokus pada yang telah saya sebutkan sebelumnya. Apakah tidak salah untuk melegalkan senjata mematikan, tidak salah untuk memungkinkan bayi yang belum lahir untuk dibunuh , tidak salah untuk memungkinkan gaya hidup yang menghasilkan AIDS dan penghentian generasi berikutnya?

Mengapa kau begitu peduli apa yang terjadi di sini, di sebuah negara Islam padahal anda bahkan tidak membuka mata tentang Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-lain.

Ribuan orang dibunuh di sana dan Anda tidak peduli, tidak ada seorangpun yang tewas di sini di bawah hukum Syariah ini, dan Anda membuat keributan besar, bahkan ketika warga di sini yang langsung terkena dampaknya, menerima dengan damai.

Hukuman mungkin keras tetapi tidak berarti lebih mudah untuk dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum suatu keyakinan yang sebenarnya. Kami baik-baik saja dengan itu, kami senang.


***

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Berikut pidato asli dalam bahasa inggris yang dikultwit oleh akun @EndyKurniawan

(1) "In your country you practice freedom of speech, freedom of press, freedom of religion"

(2) "It’s in your constitution, it’s on your political system, it’s you national identity, your life and your way of life"

(3) "In my country, we practice a Malay, Islamic, Monarchical system and we are going to start practicing the laws of Islam"

(4) "Islam is in our constitution, our national identity, our rights and our way of life"

(5) " We may find loophole on your laws and justice system and you may have found ours, but this is our country"

(6) "You practice your right to be GAY, etc. We practice our RIGHT to be Muslims for this world and Hereafter"

(7) "This is Islamic country practicing Islamic law. Why don’t you worry about your kids bring gunned down in schools?"

(8) "Why don't you worry about ur prisons being unable to accommodate convicts, worry about ur high suicide & abortion rate?"

(9) "Many religions are against homosexuality, it’s nothing new"

(10) "The moment you hear that Islam and Muslims making a stand and trying to reaffirm their faith, you judge, you boycott"

(11) "You judge, you boycott (Islamic countries), you say that it’s wrong, it’s stupid and it’s barbaric"

(12) "Again, go back to those worries that you should focus on that’s I've mention earlier!!"

(13) "Is it not wrong to legalize deadly weapons? It is not wrong to allow unborn babies to be killed?"

(14) "It is not wrong to allow a lifestyle that result in AIDS and discontinuation of the next generation?"

(15) "Why do you care so much about what’s happening here in an Islamic nation?"

(16) "Why do u care so much, when you didn't bat an eyelid about the Syrians, Bosnians, Rohingyans, Palestinians?"

(17) "Thousand are being killed there and you don’t care, NO ONE is killed here under this Sharia Law"

(18) "Punishments may be harsh but it doesn't mean it’s easier to be carried out. We are fine with it, we are happy." 


(abuhuz) 
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger