Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label RADAR DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RADAR DAERAH. Tampilkan semua postingan

Garuda Tambah Frekuensi Terbang dari dan menuju Banyuwangi

BANYUWANGI – Maskapai Garuda Indonesia berencana menambah frekuensi penerbangan dari dan menuju Banyuwangi. Perusahaan penerbangan pelat merah itu akan menambah rute flight Surabaya-Banyuwangi pergi pulang menjadi dua kali sehari.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Banyuwangi, Ismu Gito Waluyo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin penambahan frekuensi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya tersebut. “Rencananya penambahan penerbangan itu berlangsung empat kali dalam sepekan, yakni Selasa, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Saat ini kami masih menunggu izin turun,” ujarnya kemarin (26/6). Dikatakan, sebelum merealisasikan rencana penerbangan Surabaya-Banyuwangi dua kali sehari tersebut, pihaknya menunggu izin dari Bandara Blimbingsari. Izin dari Bandara Juanda, Sidoarjo, sudah oke.
Menurut Gito, penambahan penerbangan rute Surabaya- Banyuwangi itu mendapat slot  pagi hari. Pesawat Garuda Indonesia yang menuju Bandara Blimbingsari dijadwalkan lepas landas di Bandara Juanda pukul 05.30. Setelah itu, pesawat tersebut akan take off kembali menuju Bandara Juanda pukul 07.30.
“Rencananya, penambahan jadwal penerbangan itu diberlakukan mulai 10 Juli mendatang atau bertepatan dengan arus mudik Lebaran,” kata dia. Hanya saja, pemberlakuan penambahan penerbangan itu berpotensi mundur hingga awal Agustus lantaran izin dari Bandara Blimbingsari belum turun.
“Izin penambahan penerbangan belum turun karena terkait jam operasional Bandara Blimbingsari,” cetusnya. Sementara itu, Kepala Bandara Blimbingsari, Sigit Widodo, membenarkan pihak Garuda Indonesia sudah mengajukan izin penambahan frekuensi penerbangan tersebut.
Hanya saja, kata dia, slot time penambahan jadwal penerbangan Garuda Indonesia itu lebih awal dibandingkan jam operasional Bandara  Blimbingsari. Sigit menjelaskan, saat ini jam  operasional Bandara Blimbingsari berlangsung mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00.
Karena jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia yang melayani penerbangan pagi hari tersebut berlangsung sebelum pukul 08.00, maka pihak Bandara Blimbingsari harus meminta izin kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara.
“Kami harus meminta izin ke Dirjen Perhubungan Udara untuk menambah jam operasional Bandara Blimbingsari,” cetusnya. Masih menurut Sigit, rencana Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan di bandara  kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan ini bisa terealisasi.
“Yang cukup sulit adalah jika maskapai meminta izin penerbangan setelah pukul 16.00. Karena kami (Bandara Blimbingsari) belum memiliki instrumen untuk menunjang pendaratan pesawat di malam hari, yakni instrumen landing system (ILS),” tuturnya.
Sigit menambahkan, izin penambahan frekuensi penerbangan pihak Garuda Indonesia itu sudah dikonsultasikan ke Jakarta sekitar sepekan atau dua pekan lalu. “Karena semua ada aturannya. Kalau sudah dapat izin, nanti akan diumumkan  jam operasional Bandara  Blimbingsari berubah,” pungkasnya.  (radar)

Azaria Network

Bupati Lanny Jaya Disebut Bagikan Dana APBD ke OPM

Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). 
 Komite Nasional Pemuda Pancasila Anti Korupsi Provinsi Papua (KONPAK), mendesak Polda Papua segera memerika Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalon terkait dugaan penyalahgunaan dana APBD tahun 2013 sebesar Rp67 miliar.
Dana yang seharusnya didistribusikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Lanny Jaya, diduga juga dibagikan kepada kelompok separatis OPM.

"Kami minta Polda Papua untuk transparan dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Bupati Lanny Jaya dalam penggunaan APBD tahun 2013. Karena BPK RI sudah melakukan audit dan menemukan adanya penyimpangan," ujar Ketua KONPAK, Letius Yoman, Senin 15 Juni 2015.

Lanjutnya, dana Rp67milliar yang seharusnya didistribusikan kepada SKPD, ternyata Rp16 milliar dibagi-bagikan kepada kelompok OPM pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo.

"Seharusnya dana itu diberikan kepada kepada 15 SKPD di lingkungan Pemkab Lanny Jaya, namun sepanjang tahun 2013-2014 kelompok OPM dapat, dan itu dengan besaran Rp200 juta. Hasil Audit BPK sudah menyatakan bahwa hal itu salah peruntukannya," jelas dia.

Ia juga menambahkan, dugaan korupsi dan sokongan dana kepada OPM sebenarnya sudah dilaporkan ke Polda Papua.
"Bukti surat dan pernyataan dari Puron Wenda, salah satu pentolan OPM di Lanny Jaya yang mengaku telah menerima dana sudah diserahkan kepada Polda. Bahkan saksi saat uang diserahkan yakni Elvis Wenda sudah ditahan Polisi. Saat penyerahan juga ada Kepala Distrik Balingga," jelasnya.

KONPAK meminta Polda semestinya serius menangani kasus ini. "Kami minta Kapolda Papua segera mengusut tuntas dan melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Lanny Jaya. Ini negara hukum, siapapun yang melakukan pelanggaran, tidak ada yang di istimewakan," ujarnya.

KONPAK juga meminta perlindungan kepada Polda Papua, karena atas pengaduan mereka, pejabat Lanny Jaya, OPM dan KNPB melayangkan ancaman akan membunuh aktivisnya.
"Kami minta Polda memberikan perlindungan, karena kami diancam dan dianggap mata-mata NKRI,"paparnya.
Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige, menyatakan kasus dugaan korupsi Lanny Jaya belum dalam tahapan penyidikan.
"Masih dalam tahap kumpulkan data atau barang bukti, masih terlalu dini jika langsung menduga bupati korupsi atau dan lain sebagainyan," ujar Rudolf. (ase/viva)

Azaria Network

Wow, Warga Sleman Pelihara Ikan Raksasa di Rumahnya

Banyak orang memelihara ikan karena keindahannya dan ditempatkan dalam aquarium kaca agar dapat dinikmati sewaktu-waktu.Lain halnya dengan Muhammad Idris, kolam berukuran 4 meter kali 9 meter dengan kedalaman 3,5 meter miliknya diisi oleh dua IkanArapaima yang merupakan ikan raksasa dari sungai Amazon.
Tak hanya itu di kolam depan rumahnya yang berukuran 9 meter kali 12 meter dihuni delapan ekor Arapaima lainnya.
Dua ikan yang setidaknya memiliki panjang dua meter dengan berat ratusan kilogram tampak berenang dengan tenang di kolam yang berada di lantai dua rumah milik Idris yang beralamat di RT 12, RW 05, Dusun 3, Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman.
Kabar ikan raksasa milik Idris bergaung hingga masyarakat baik dari wilayah Minomartani hingga luar daerah berbondong-bondong ingin melihatnya dengan rasa penasaran.
Ketika Idris menjelaskan kepada masyarakat yang datang, ia menyebutkan nama jenis ikan tersebut adalah Arapaima. Akan tetapi kebanyakan pengunjung yang datang lebih suka menyebutnya dengan nama ikan Paimo.
“Mungkin karena lidah jawa, akhirnya ikan ini dikenal dengan nama Paimo,” jelasnya kepada wartawan Tribun Jogja.
Pria yang juga berprofesi sebagai Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan dan alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta tersebut menceritakan bahwa dirinya memang penggemar ikan.
Sekitar 10 tahun yang lalu, ia melihat bahwa kebanyakan orang memelihara ikan arwana atau lohan untuk dipelihara dan dinikmati keindahannya. Terbesit keinginan untuk mencari ikan yang lain dari pada yang lain.
“Saya memang sengaja cari ikan yang tidak banyak dimiliki orang, saya mendapatkan ikan ini memesan langsung dari asalnya Amazon dengan bantuan teman saya,” jelasnya.
Mulanya Arapaima yang dimilikinya hanya sebesar satu batang rokok, kini setelah bertahun-tahun dipelihara, ikan tersebut tumbuh melibihi badan orang dewasa.
Selain bentuknya yang berukuran besar, ikan bermoncong panjang dan memiliki sisik berwarna merah itulah yang membuat Idris tergila-gila dengan ikan jenis air tawar tersebut.
Ia tidak melarang orang untuk menonton ikan peliharaannya tersebut. Dengan dipandu oleh pekerjanya, pengunjung dapat menyaksikan ikan paimo di kolam dengan air yang jernih di lantai dua rumahnya.
Sebelum memasuki area kolam, terdapat tulisan peringatan bagi pengunjung yang mempunyai sakit jantung dilarang mendekat saat diberi makan.
Saat sang pawang memanggil ikan dengan bunyi-bunyian yang berasal dari mainan anak, dua ikan raksasa paimo seperti menurut dan menanti untuk diberi makan.
Mengagetkan, saat pawang melempar potongan ikan sebagai pakan ke dalam air, tiba-tiba paimo membuka mulutnya yang besar dan mencaplok pakan itu hingga menimbulkan suara riak yang cukup kencang.
Dijelaskannya, setiap hari ia bisa menghabiskan 10 kilogram ikan segar untuk mengenyangkan perut paimo.
 (Tribunjogja.c
om)

Azaria Network

Ahok Mantap! Rusun Kapuk Muara Mayoritas Diisi Pendatang Tionghoa Bermobil Mewah


JAKARTA – Sejatinya penghuni rumah susun (rusun) dikhususkan bagi mereka warga asli Jakarta yang memiliki kemampuan ekonomi rendah. Hal itu dikarenakan untuk mendukung beberapa program Pemprov DKI yang berhubungan dengan penataan kota Jakarta, yaitu pelebaran sungai atau pembersihan pemukiman di bawah kolong tol.

Namun, berdasarkan penulusuruan SuaraJakarta.co, ternyata yang menempati rusun tersebut mayoritas adalah warga Keturunan Tionghoa asal Panipahan, Bagansiapiapi, Riau, yang menempati hingga 6 blok tersebut.

“Kebanyakan asa Panipahan, Bagansiapiapi,”ungkap Sulaeman, Ketua RT 01/09, Kapuk Muara, sebagaimana dikutip dari laman kompas.com, Sabtu (13/6).

Status asal domisili tersebut diketahu setelah jajarann Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara, menggelar operasi pembinaan administrasi kependudukan di rusun tersebut. Saat memperlihatkan KTP yang dimliki, beberapa domisili warga memang tercatat berasal dari Bagansiapiapi, Riau.

Rusun tersebut, seharusnya, diperuntukkan bagi warga Jakarta, korban gusuran kolong tol Penjaringan-Pejagalan, Jakarta Utara, 2004 lalu. Namun , sebagian besar warga yang direlokasi sudah tidak menempati rusun tersebut.

Jejeran Mobil Mewah

Tidak hanya yang menempati warga luar Jakarta, ternyata, rusun Kapuk Muara juga dijejali oleh penghuni bermobil mewah. Bahkan, Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Jakarta Utara, Rusdianto, mengaku tak habis pikir saat menginjak Kawasan Rusun Kapuk Muara yang berlokasi di Jalan SMP N 122, Penjaringan, Jakarta Utara, tersebut.

“Bingung gue. Banyak ye mobil mewahnye. Ada Mercy dan Fortuner segala loh,” katanya sambil geleng-geleng kepala di Tenda Operasi Pembinaan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Rusun Kapuk Muara, sebagaimana dikutip dari laman tribbunnews.com, Sabtu (13/6).

Saat didatangi Dukcapil, nampak Mobil Mercedez Benz putih berpintu dua masuk dan memarkirkan mobil tersebut ke halaman parkir, hingga menarik perhatian jajaran aparat tersebut yang datang.

“Warga relokasi di sini emang punya mobil ya?,”candar Erik Polim Sinurat, selaku Kasudin Dukcapil Jakarta Utara.

Seperti yang diketahui, dibangunnya rusunawa oleh Pemprov DKI Jakarta, diperuntukkan bagi warga miskin, korban relokasi atau pembongkaran bangunan, serta warga yang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal. Namun, pandangan mata dan suasana di Rusun Kapuk Muara persis seperti Apartemen kelas menengah ke atas.

Sumber: SuaraJakarta.co  Azaria Network

Resmikan Taman Alun-Alun Ujung Berung, Ridwan Kamil Pesan Jaga Sholat Jamaah


"Warga Ujung Berung yang saya cintai, pagi ini kita resmikan Alun-Alun Ujung Berung tempat istimewa ini. Semoga jadi tempat berkumpul warga, berkesenian, membaca, belajar anak-anak dan acara-acara positif lainnya. Titip kebersihan dan ketertiban ya. Jangan lupa pas adzan, pada solat ke masjid agung disebelahnya ya. Salam sayang," tulis Ridwan Kamil di laman facebooknya.

Alun-alun Ujungberung Kota Bandung yang dulu kusam dan tidak terawat kini telah berubah menjadi lebih menarik setelah direnovasi selama beberapa bulan ke belakang. Hari ini, Minggu (14/6/2015), Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meresmikan pembukaan Alun-alun Ujungberung baru ini untuk umum.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan, desain taman alun-alun Ujungberung ini berbeda dengan taman-taman tematik lainnya yang ada di Kota Bandung.

"Desainnya agak beda karena di sini ada panggung karena warga Ujungberung ingin banyak menampilkan kesenian. Lebih kepada alun-alun budaya," kata Emil seusai peresmian, Minggu siang.

Selain memasukkan unsur kesenian dan kebudayaan tradisonal dengan menambahkan amphitheater sebelah timur taman, Emil juga menambahkan ciri khasnya yakni bola batu yang sama dengan ornamen di sepanjang jalan Asia Afrika.

"Bola batu ciri saya saja. Saya titip ke budayawan, tolong diramaikan, karena sudah saya kasih panggungnya. Enaknya nongkrong bada ashar," tuturnya.

Selain amphitheater, apa saja ornamen yang ada di Taman Alun-alun Ujung berung ini? Agar terlihat lebih adem, Emil membuat dua kolam ikan yang dipadukan dengan kursi-kursi dan lantai warna-warni. Di tengah-tengah, terdapat pula joging trek yang melingkari lapangan berlantai paving blok.

"Ada kolam ikan, jadi kalau mau rileks sambil baca buku tempatnya di sana. Tapi ikannya jangan dipepes," tuturnya.

Kemudian, untuk anak-anak, ada pula arena bermain khusus.

"Kita ingin kembalikan moto Bandung Berhiber, maka ada taman bunga Warna-warni," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya menambahkan, Alun-alun Ujungberung seluas 4200 meter persegi ini ini belum rampung 100 persen. Masih ada kekurangan berupa lampu dan tulisan raksasa.

"Masih 95 persen," ujarnya.

Azaria NetworkAgar tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya, taman alun-alun ini juga dilengkapi dengan area khusus berjualan untuk para PKL, sehingga nantinya pada bulan Ramadhan lokasi ini bisa digunakan warga untuk ngabuburit.

"Sudah didata ada 80 PKL yang bisa masuk kesana, tapi harus koordinasi dulu dengan Satgasus PKL. Tapi sepertinya PKL yang boleh masuk yang berjualan makanan dan minuman," jelasnya. (KOMPAS)

Posko Timses Prabowo-Hatta Diserang Dengan Batu

Banyuwangi Tak peduli suasana bulan Ramadhan, tepat saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah sahur, sebuah rumah Posko Pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur dilempari batu hingga sebagian kaca di rumah tersebut pecah, Senin (30/6).

Menurut Syamsuri, pemilik rumah yang dijadikan posko pemenangan, sekitar pukul 04.00 WIB, ia mendengar suara pecahan kaca di rumahnya. Ia pun segera berlari ke luar rumah dan mendapati kaca rumahnya sudah pecah berantakan.

"Kejadiannya sekitar jam empat pagi saat sahur. Ada suara praaaang! Keras sekali. Pas saya lihat kaca jendela depan rumah sudah pecah kena batu," ceplos Syamsuri, di rumahnya, Senin (30/6).

Meski Syamsuri sudah berlari ke luar rumah namun ia tidak dapat mengejar pelempar batu tersebut, karena Syamsuri sesaat sebelum keluar Syamsuri sempat mendengar suara tarikan kencang gas motor.  

"Ketika saya cek ternyata banyak batu di teras rumah. Mereka melempar batu dari luar tembok. Untungnya terhalang banner, kalo nggak mungkin banyak kaca yang pecah," kata dia. 

Belum dapat dipastikan siapa pelaku pelemparan batu saat umat Islam tengah menjalankan ibadah sahur tersebut, namun tanpa harus disebutkan, pihak tim pemenangan Prabowo-Hatta Banyuwangi sudah dapat mengira siapa pelakunya.SPEKTANEWS
---------------------------------------------------------------------------------


 http://picasion.com24Uxr

PDI-Perjuangan Kaltim Pun Berlabuh Ke Prabowo

Tepat pada hari Jum'at 27 Juni 2014, Gubernur LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kalimantan Timur beserta seluruh jajaran Bupati dan Walikota LIRA di 14 Kabupaten Kota di Kaltim mendatangi Posko Koalisi Merah Putih Kaltim untuk menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Kedatangan mereka di sambut dengan sumringah oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak yang juga merupakan Ketua Koalisi Merah Putih Kaltim.

Pada pukul 14.00 WITA, acara penyerahan surat dukungan di Posko dimulai dengan ditandai pembacaan ikrar kesetiaan kepada Prabowo-Hatta oleh seluruh Pengurus LIRA yang hadir. Bersama rombongan LIRA, juga hadir beberapa mantan pengurus DPD PDI-Perjuangan Kaltim yang ikut bergabung menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta, serta tokoh tetua adat Kaltim yang ikut mendo'akan kemenangan bagi Pasangan Nomor Urut 1 ini.

Dalam sambutannya, Ketua Koalisi Merah Putih Awang Farouk Ishak menyatakan antusias dan rasa gembira dengan dukungan LIRA dan sebagian mantan Pengurus DPD PDI-Perjuangan Kaltim. LIRA dalam pandangan Gubernur adalah organisasi yang selama ini getol melaporkan korupsi dan kesewenangan aparatur pemerintah daerah kepada instansi hukum dan atau kepada pejabat yang berwenang di atasnya. Artinya, dukungan LIRA adalah simbol dukungan dan kepercayaan bagi integritas Prabowo-Hatta dalam menjalankan pemerintahannya nanti

Sementara Ismed Soerya, Gubernur LIRA Kaltim menyatakan bersyukur dan bangga bisa bergabung dengan Koalisi Merah Putih. Ia mewakili seluruh anggota LIRA yang berjumlah sekitar 5000 orang di Kaltim, memberikan harapan kepada Prabowo Hatta, agar slogan "menutupi kebocoran negara" tidak hanya jadi janji manis, tapi juga menjadi program, agar Pemerintah Daerah bisa juga menegakkan integritas pelayanan kepada rakyat. "LIRA secara nasional akan menjadi mitra Prabowo-Hatta dalam menjalankan roda pemerintahan yang bebas korupsi dan berorientasi pada kesejahteraan," tegas Ismed dalam rilis yang diterima Piyungan Online.

Selain sebagai Gubernur LIRA Kaltim, Ismed Soerya adalah mantan aktivis mahasiswa yang banyak terlibat dalam pengorganisasian buruh. Saat menjadi mahasiswa, Ismed pernah menjadi Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) dan sejak tahun 2010 menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI-Perjuangan Kaltim. Sepekan sebelum menyatakan dukungannya, Ismed sempat menghubungi Bambang Prayitno mantan Ketua PP KAMMI Teritorial Kalimantan yang merupakan sahabat karibnya sejak kuliah, yang sudah terlebih dahulu terlibat menjadi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Ketika dimintai pendapatnya atas masuknya Ismed menjadi salah satu pendukung Prabowo, Bambang Prayitno menyatakan kegembiraannya. "Dukungan Ismed adalah bukti bahwa rasionalitas itu menyebar dan menular. Ismed saya yakin akan membawa gerbong kelompok LIRA, kelompok-kelompok buruh dan seluruh unsur serta pemilih PDI-Perjuangan di Kaltim untuk mengalihkan dukungannya ke Prabowo-Hatta. Dan ini isyarat kemenangan yang jelas," terangnya
-------------------------------------------------------------------------------

 http://picasion.com24Uxr

KPK Diminta Usut Temuan BPK Soal APBD DKI Era Jokowi

Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai lambat menyelidiki temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang indikasi korupsi dana APBD DKI Jakarta di era Gubernur Joko Widodo. 

"Korupsi itu bukan delik aduan. Jadi ketika ada temuan seperti BPK, maka KPK harus ambil tindakan. Jangan lambat," kata Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan, di Jakarta.

Tigor mengatakan, hasil audit BPK bisa dijadikan sebagai informasi awal untuk mulai melakukan penyelidikan. Dari temuan BPK, harusnya bisa diteruskan hingga ke penyidikan oleh KPK.

Ia melihat ada upaya tebang pilih yang dilakukan KPK dalam penanganan kasus korupsi. Ini terlihat dari lambatnya respon terhadap audit BPK oleh KPK.

"Mengapa KPK cepat bertindak untuk kasus di Riau, Kalimantan Tengah, Banten, Jabar, sampai Papua, tetapi untuk yang di depan mata seperti DKI Jakarta, malah kurang responsif," keluhnya.

Tigor mendesak KPK untuk menindaklanjuti temuan BPK. Ia berharap KPK tidak terpengaruh dengan tokoh-tokoh yang mungkin tersangkut kasus ini, terutama di tahun politik ini.  

"Prinsip KPK tidak pandang bulu. Itu harus konsisten dipegang KPK," tegasnya.

Temuan BPK mengerucut pada indikasi korupsi senilai Rp1,54 triliun. Pos-pos kebocoran juga tersebar di berbagai dinas. (one/VIVAnews)
-----------------------------------------------------------------------------------

 http://picasion.com24Uxr

Sultan Belum akan Turun Langsung Berhadapan dengan Warga



JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum akan turun langsung berhadapan dengan warga untuk melakukan percepatan pembangunan bandara internasional yang kontruksinya ditarget mulai dibangun 2015.
“Bupati aja belum sosialisasi kok. Mosok opo-opo terus aku langsung. Ya kabeh dipecat wae, tinggal aku tok,” ujar dia di Komplek Kepatihan, Rabu (28/5/2014).
Kelanjutan pembangunan bandara itu kini tinggal tergantung persetujuan dengan warga untuk bisa melakukan pembebasan lahan yang difasilitasi dalam agenda konsultasi publik.
Dokumen Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) memang belum turun dari Kementerian Perhubungan. Tapi menurut PT Angkasa Pura I sudah tidak ada persoalan dengan pembangunan pabrik pasir besi, karena PT Jogja Magasa Iron bersedia mundur menjauh 3 kilometer dari rencana semula.
Pabrik itu sebelumnya dinyatakan dapat menyebabkan ledakan ketika bereaksi dengan buangan bahan bakar pesawat. PT Angkasa Pura I bersama dengan investor pengembang proyek bandara asal India juga telah bertemu dengan gubernur.
Meski begitu, proses pembebasan lahan dimungkinkan tidak berjalan mulus karena masih saja ada sebagian yang menolaknya. Bahkan, kelompok warga yang mengatasnamakan Wahana Tri Tunggal (WTT) sempat menyebarkan selebaran berisi permintaan dukungan penolakan. Mereka juga meminta gubernur untuk turun langsung ke warga.
Menurut Sultan, dalam proses pembebasan lahan akan terdapat tim yang terdiri dari bupati, pejabat Pemerintah Daerah, dan lain sebagainya.
Tim itu, kata dia, termasuk menjadi bagian dari tim percepatan yang sudah jauh hari terbentuk, bukan tim persiapan. Sultan mengaku bukan dia ketua timnya. “Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa, masak semuanya saya,” ujarnya.
Sesuai dengan Undang-undang No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, konsultasi publik tersebut dilakukan dalam 60 hari kerja dan dapat diperpanjang 30 hari kerja ketika masih ada keberatan dari warga. Kalaupun belum juga ditemui kata sepakat dengan seluruh warga, gubernur akan membentuk tim kajian keberatan.Harianjogja
................................................................................................................................................
picasion.com 24b2F

Hujan Abu dari Gunung Kelud Guyur Ngantang

Ilustrasi, hujan abu saat Gunung Kelud terjadi beberapa waktu lalu (Foto: Hari I/okezone)
Ilustrasi, hujan abu saat Gunung Kelud terjadi beberapa waktu lalu (Foto: Hari I/okezone)
MALANG - Hujan abu mengguyur kawasan Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014) sore. Hujan abu tersebut disebabkan letusan sekunder di luar kawah utama Gunung Kelud.

Kepala Desa Pandansari, Ngantang, Sitin, mengatakan, hujan abu tipis disertai hujan memang terjadi, tapi tidak ada kerusakan yang ditimbulkan.

"Tidak menyebabkan kerusakan, jalan juga normal," katanya saat dihubungi Okezone, Sabtu (3/5/2014) petang.

Meski sebentar, hujan abu ini sempat membuat warga panik karena mengingatkan pada erupsi Gunung Kelud. Ia langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

"Saya jelaskan sesuai informasi BPBD tidak apa-apa,” katanya.


Hujan deras di lereng Kelud juga menyebabkan aliran lahar hujan yang melintas di Sungai Sambong. Lahar hujan ini juga tidak menyebabkan kerusakan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, dihubungi terpisah mengatakan bahwa hujan abu yang terjadi di kawasan Ngantang merupakan fenomena alam biasa setelah terjadi erupsi Gunung Kelud.



"Hujan abu terjadi akibat letusan sekunder di aliran lahar di luar kawah utama Gunung Kelud,” kata Bagyo menjelaskan.



Bagyo mengimbau pada warga tetap tenang dan tidak panik serta mewaspadai adanya banjir lahar hujan jika puncak Gunung Kelud tertutup awan hitam. Sebab, banjir lahar hujan berpotensi mengaliri Sungai Sambong yang berhulu ke Gunung Kelud.okezone.com 


 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger