YOGYA Ratusan abdi dalem dan calon abdi dalem yang tergabung dalam Paguyuban Abdi Dalem Kasultanan Ngayogyakarta Reh Kota Yogyakarta hari ini mengikuti syawalan bersama di Ndalem Wironegaran, Jalan Suryomentaraman Kulon,
Panembahan. Para abdi dalem melakukan syawalan dengan tuan rumah GKR Pembayun dan suaminya KPH Wironegoro.
"Ini adalah silaturahmi rutin yang diselenggarakan untuk kesejahteraan bersama," ujar Ketua Panitia KRT Adi Heru Husodo, Sabtu (31/08/2013).
Pengurus Paguyuban KRT Gondo Hadiningrat menyampaikan, para abdi dalem terdiri dari Abdi Dalem Keprajan (berpangkat/gelar) dan dan Abdi Dalem Punokawan (abdi). Semuanya diangkat memiliki tata cara masing-masing, namun bila memakai pakaian dinas harian, semuanya sama, memakai peranakan jangkep, berwarna biru tua. Cara memakainya seperti memakai kaos," tuturnya.
Begitu pula menurutnya dalam hal bahasa. Para abdi dalem memakai Bahasa Bagongan, bahasa yang sama yang digunakan abdi dalem tertinggi hingga terbawah. "Di sini abdi dalem direngkuh menjadi saudara, semuanya sama, kecuali berbicara dengan Ngarsa Dalem, yakni dengan bahasa krama inggil. Ini yang membedakan dengan kerajaan lain," ujarnya.
Acara syawalan disemarakkan dengan lantunan gending-gending Jawa yang dimainkan para pengrawit. Dalam momen ini dilantunkan juga Gending Yogyakarta Istimewa, sebuah gending yang diisi dengan pembacaan amanat Sri Sultan HB IX.
KRjogja.com



Posting Komentar