Anak-anak yang berupaya menginterpretasikan sejarah Mataram dengan cara mereka.YOGYA - Kejayaan zaman kerajaan Mataram kuno yang terlihat pada pawai alegoris di sepanjang kawasan Kotagede, Jumat (13/9/2013) membuka Festival Budaya Kotagede (FBeKa) 2013. Pawai yang diikuti sekitar 500 orang ini berupaya menginterpretasikan sejarah Mataram dengan berbagai cara.
Keunikan lain juga terlihat pada pawai yang menghadirkan replika pusaka, replika babad Tanah Jawi, Babad Serat Nitik dan Serat Kandha dalam ukuran yang besar. Mengambil tema 'Kejayaaan Sultan Agung', festival yang berlangsung hingga 15 September juga dirangkai jelajah pusaka Kotagede, pameran, pentas seni, pasar seni, berbagai jenis lomba dan sarasehan Budaya Kotagede.
Ketua Panitia FBeKa, Prijo Mustiko mengungkapkan FBeKa hanya sebatas momentum. Namun, dibalik itu diharapkan ada masyarakat yang peduli terhadap sejarah dan budayanya. Kotagede adalah kampung budaya, tapi kesadaran sejarah masyarakatnya masih kurang.
"Melalui tema 'Kejayaan Sultan Agung', marilah kita gali kembali sosok Sultan Agung yang mampu membawa Mataram mencapai puncak kejayaannya. Selain itu, gunakan budaya peninggalan leluhur sebagai penyaring kebudayaan asing yang belum sesuai dengan masyarakat kita," ungkap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Seni Tradisi dan Film Dinas Kebudayaan DIY, Setyawan Sahli. (Mez)
*KRjogja.com



Posting Komentar