Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label MALIOBORO BERINGHARJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALIOBORO BERINGHARJO. Tampilkan semua postingan

Benteng Vredeburg Obyek Wisata Terbaik 2013


Benteng Vredeburg baru saja meraih penghargaan Citra Pesona Wisata Award (CIPTA) 2013 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Penghargaan tersebut diberikan pada peringatan Hari Pariwisata Dunia, 27 September 2013 yang lalu.
Citra Pesona Wisata Award adalah apresiasi yang diberikan kepada sejumlah obyek wisata dengan daya tarik terbaik dan pengelolanya yang dianggap berhasil mengembangkan potensi wisata yang berbasis pada rekreasi, budaya dan lingkungan. Selain Benteng Vredeburg ada 8 obyek wisata lainnya di tanah air yang meraih Cipta Award 2013 untuk kategori yang berbeda-beda yakni Ulun Danu Bratan di Bali,Agrowisata Hutan Mangrove Lagoi di Kepulauan Riau, Pulau Kakaban di Kalimantan Timur, The Blanco Renaissance Museum di Bali, Desa Wisata Penglipuran di Bali,Kampung Sampireun di Jawa Barat, Jawa Timur Park I Jawa Timur dan Obyek Wisata Air Bojongsari “Owabong” di Purbalingga, Jawa Tengah.
Cipta Award 2013 yang didapatkan oleh Benteng Vredeburg membuat benteng berusia lebih dari 2 abad tersebut menjadi yang terbaik di kategori Obyek Wisata yang Dikelola Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMD atau BUMN. Penghargaan tersebut seakan menjadi kado bagi ulang tahun kota Jogja yang ke 257. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa cagar budaya yang dirawat dengan baik tidak hanya akan menghasilkan keuntungan bagi industri pariwisata namun sekaligus menjadi wahana edukasi sejarah dan budaya yang diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat Indonesia.
Benteng Vredeburg terletak di Jalan Ahmad Yani No. 6 kawasan Malioboro, tepat berhadapan dengan Istana Negara Yogyakarta. Berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Benteng Vredeburg kini berstatus sebagai Museum sekaligus cagar budaya. Dibangun pada tahun 1760, benteng ini berdiri di lahan seluas kurang lebih 20000 m2.
Meski sudah berusia ratusan tahun, wajah benteng yang kokoh dan gagah masih dapat dinikmati hingga kini. Benteng Vredeburg terawat dengan baik bahkan bangunan-bangunan di dalamnya masih berdiri kokoh dan berfungsi layaknya gedung atau rumah. Dengan tiket masuk Rp. 2000 pengunjung akan mendapati Vredeburg sebagai museum yang manis.
foto mblasukjogja,blogspot,com
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Ada Angkringan Buku di Malioboro


Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bersama Paguyuban Kawasan Malioboro menggelar soft launching Angkringan Buku di Kawasan Maliboro, Kamis (7/11/2013) sore.
Program itu merupakan pilot project perwujudan Kota Jogja sebagai Kota Buku dan Kota Pelajar.
Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra mengatakan kegiatan yang dilakukan itu kali pertama digelar. Rencananya, jika kegiatan yang melibatkan angkringan dan buku itu mendapatkan apresiasi positif, dipastikan pada akhir tahun ini Pemkot akan melaunching Kota Jogja sebagai Kota Buku.
“Ini sebagai soft launching saja. Kami mash akan melakukan pembenahan di beberapa hal. Sejauh ini kami masih meminta adanya masukan dan kritik dari warga,” katanya di sela-sela acara.
Sebagai tahap awal, pihaknya telah menyiapkan dua hal yang diterapkan dalam waktu dekat. Pertama yakni angkringan buku lesehan di kompleks Malioboro. Kedua, pemanfaatan troli berisi buku dan bisa langsung dimanfaatkan para pengunjung di kawasan Malioboro.
“Jadi selain nongkrong, mereka bisa membaca buku yang telah kami siapkan,” jelasnya(Harianjogja)
------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Malioboro akan Dipenuhi Lampu Sorot

Ilustrasi
ilustrasi

JOGJA—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro berencana meluncurkan City Beauty Vacation (CBV) akhir tahun ini. CBV yang merupakan konsep tata lampu kota di satu kawasan sedang disosialisasikan kepada pedagang dan warga sekitar.
“Jadi nanti kawasan Malioboro akan dipenuhi lampu sorot berwarna-warni dan lampu hias, sehingga cantik pada malam hari,” kata Kepala UPT Malioboro Syarief Teguh Prabowo, Kamis (5/9/2013).
Menurutnya, pemasangan lampu tersebut bakal berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Alhasil, pendapatan UPT dari kawasan tersebut meningkat.
Pada 2012, UPT mencatat capaian pendapatan asli daerah di kawasan Jalan Malioboro melebihi target. Dari target Rp2,2 miliar, telah terealisasi Rp2,5 miliar.
Adapun hasil retribusi daerah melalui retribusi tempat khusus parkir dari target Rp660,8 miliar terealisasi Rp663,1 miliar. “Kami harapkan nanti setelah ada pemasangan, jumlah kunjungan semakin meningkat,” harapnya.
Dia mengungkapkan, pemasangan lampu juga menandai penetapan Jogja sebagai salah satu pilot proyek penataan lampu.
Beberapa waktu lalu, Dinas Pemukiman Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Jogja sempat diundang Pemerintah Pusat terkait dengan penetapan tersebut.
“Untuk dana berasal dari Dana Keistimewaan DIY sebesar Rp700 juta. Saat ini tengah dikebut, nanti akhir tahun bisa dilaunching,” paparnya.
Adapun mengenai teknis pemasangan lampu, Syarif menerangkan, lampu ditempatkan di dua tempat berbeda. Bakal ada 30 titik lampu yang dipasang menyorot ke jalan Malioboro.
Sebanyak 13 bangunan di kawasan tersebut juga akan disoroti lampu untuk menonjolkan fasad bangunan. Model sorotan lampu pada bangunan semacam ini sudah diterapkan di Gedung BNI 46, Kantor Pos dan Bank Indonesia di Titik Nol Kilometer Jogja.
“Tujuannya untuk mendukung kawasan Jalan Malioboro ramah bagi pejalan kaki di malam hari,” terang dia.

Harianjogja.com

Festival Museum 2013 Usung Museum Goes to Campus




YOGYA - Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY kembali menggelar event tahunan Festival Museum 2013. Tahun ini, festival museum mengusung kegiatan 'Museum Goes to Campus' atau museum mendatangi kampus.

Ketua panitia kegiatan, RM. Donny S. Megananda menuturkan, Museum Goes to Campus digagas atas dasar keinginan untuk mendekatkan museum kepada para generasi muda khususnya mahasiswa.

"Generasi muda saat ini telah jauh dengan museum. Jangankan mahasiswa, pelajar pun juga harus setengah dipaksa untuk berkunjung ke museum," ujarnya di kantor Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (04/09/2013).

Disebutkan, Museum Goes To Campus akan melibatkan beberapa perguruan tinggi yang cukup besar di DIY seperti UGM dan UNY. Tahun ini, festival museum akan diawali dengan karnaval pembukaan yang mengambil start dari UNY sampai ke gedung PKKH UGM.

"Karnaval pembukaan akan berjalan darir UNY-Samirono-Bundaran UGM-PKKH UGM. Ini merupakan terobosan baru karena pelaksanaan karnaval tidak lagi terpusat hanya di Malioboro," katanya.

Pembukaan karnaval sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 8 September 2013 mulai pukul 14.30 WIB dan akan dibuka langsung oleh wakil gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX.

"Pembukaan juga akan diikuti dengan prosesi khusus penandatanganan tekad pencanangan museum sebagai perekat budaya nusantara oleh wagub bersama forum rektor. Dimana ini menandai museum sebagai wadah pemersatu berbagai institusi," tukasnya.

KRjogja.com

Malioboro denyut nadinya jogja

Ujung utara Jalan Malioboro

Malioboro ,sebuah nama ruas jalan dijogja yang berasal dari bahasa sansekerta .malioboro  berarti karangan bunga.sebagai mana namanya pada saat ini malioboro selalu memikat wisatawan baik dari manca maupun domestik untuk mendatanginya.

Malioboro pada tempo dulu tak lebih dari sebuah jalan yang sepi yang ditumbuhi pohon-pohon Asem besar  dikanan kirinya ,yang digunakan masyarakat bila hendak pergi ke kraton yogyakarta .banyak bangunan-bangunan penting yang dulunnya merupakan kompleks kawasan indische berada di sepanjang jalan ini yang sampai saat ini masih di pertahankan keberadaanya seperti Loji besar(Benteng Vredeburg),Loji kecil (kawasan disebelah Gedung Agung),Loji Kebon(Gedung Agung),serta  Loji setan (kantor DPRD).

Sebelah utara  kawasan indische ,terdapat sebuah kawasan perdagangan bagi masyarakat sekitar yaitu pasar tradisional beringharjo, juga pemukiman etnis Tionghua di daerah ketandan yang letaknya berdempetan dengan beringharjo.Seiring berjalannya waktu ,warga tionghua mampu memanfaatkan kawasan ini sebagai kanal bisnis perdagangannya .kawasan bisnis yang awalnya hanya dipasar beringharjo semakin berkembang dan meluas kearah utara sepanjang jalan malioboro.


Di pagi hari satu persatu lapak pedagang kaki lima di Malioboro
mulai dibuka
Salah satu Mall dikawasan Malioboro
Saat ini malioboro telah penuh sesak dengan pertokoan,mall,perhotelan dan perkantoran pemerintah.boleh dibilang pada saat ini malioboro sudah menjadi ikon jogja dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang bertandang kejogja.malioboro dalam kesehariannya tidak pernah lengang dalam waktu 24 jam.aktifitas malioboro di mulai sejak pagi hari pukul 07.00 Wib dengan mulai di bukanya lapak-lapak pedagang kaki lima disepanjang pelataran-pelataran pertokoan. Setelah agak siang sekitar pukul 09.30 Wib pertokoan,mall,perhotelan dan perkantoran pemerintah mulai dibuka dan turut mulai menyemarakkan malioboro.setelah sore hari pukul 04.00 Wib geliat malioboro yang sesungguhnya bisa kita rasakan .dari banyaknya wisatawan yang mulai keluar dari perhotelan –perhotelan untuk menikmati jalan –jalan sambil berbelanja aneka kerajinan dan barang-barang seni yang di jajakan pedagang kaki lima disepanjang malioboro,diwaktu itu pula biasanya mulai bermunculan pula kelompok-kelompok seniman yang siap mengekspresikan bakat seninya. Lesehan kuliner malioboro , mulai dari makanan khas jogja sampai aneka masakan oriental juga mulai buka lapak pada sore hari dan kegiatan ini terus berlangsung sampai tengah malam bahkan sampai dini hari.


Kompleks Kepatihan ,Kantor Gubernur DIY berdinas juga
 berada dikawasan Malioboro
Malioboro akan dipadati pengunjung bila mana datang musim liburan tiba,puluhan ribu wisatawan akan tumpah ruah di kawasan ini ,dan jalan malioboro sudah tentu mengalami kemacetan yang luar biasa parah.disaat inilah  panen rejeki melimpah mulai dari pedagang kaki lima sampai pengusaha besar sekelas pemilik perhotelan .

Malioboro bisa dikatakan rangkaian sejarah ,kisah,dan kenangan yang saling berkelindan pada setiap benak orang-orang yang pernah menyambanginya.pesonanya tidak pernah terpudarkan oleh jaman ,sehingga selalu bisa memaksa para wisatawan untuk mengunjunginya.

Lebaran, Pedagang Makanan Malioboro Dilarang Naikkan Harga

Foto Jalan Malioboro
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
 JOGJA-Pemerintah Kota Jogja berkomitmen untuk terus menjaga dan mewujudkan kawasan Malioboro yang aman, tertib, dan bersih untuk menyambut pemudik dan wisatawan selama libur Lebaran 2013. Tak cuma itu, pedagang makanan di sepanjang jalan ini dilarang menaikkan harga.
“Aman, tertib, dan bersih memiliki arti yang sangat luas. Semua pihak memiliki peran untuk terlibat dalam mewujudkan ketiga aspek tersebut di Malioboro,” kata Walikota, Haryadi Suyuti, Selasa (30/7/2013).
Menurut dia, Malioboro akan menjadi tujuan utama pemudik yang menghabiskan waktu libur Lebaran di Jogja sehingga perlu ada pelayanan maksimal kepada pengunjung dengan memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung.
Haryadi mengatakan, selain memiliki makna bebas dari gangguan, aman juga memiliki makna lain yaitu aman dari sisi tarif baik itu tarif parkir maupun tarif makanan yang dijual pedagang di sepanjang Malioboro.
Untuk memastikan hal tersebut, lanjut Haryadi, Pemerintah Kota Jogja telah melakukan berbagai upaya seperti penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi larangan.
“Jika diperlukan, maka kami akan menambah rambu-rambu larangan parkir atau papan peringatan lain agar masyarakat mengerti dan mematuhi aturan. Jadi tidak ada lagi alasan tidak mengetahui aturan apabila rambu-rambu diperbanyak,” katanya.
Salah satu titik yang menjadi fokus penertiban dari Pemerintah Kota Jogja adalah di Titik Nol Kilometer. Titik tersebut harus bebas dari parkir dan pedagang kaki lima, namun masih sering terjadi pelanggaran.

Harianjogja.com

MALIOBORO UNTUK PEJALAN KAKI : Ini Dia Rencana Kantong Parkir Tujuh Tahun Mendatang

Foto Kawasan Malioboro
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
 JOGJA-Rencana membuat Jalan Malioboro ,Jogja sebagai kawasan pejalan kaki semakin mengerucut.Bastari Panji Indra, Direktur Pengembangan Kerja sama Pemerintah Swasta Bappenas seusai berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah DIY, di Kompleks Kantor Gubernur, Kepatihan, Jumat (19/7/2013) mengatakan rencana ini diikuti dengan penyediaan beberapa kantong parkir.
Adapun kantong-kantong parkir kendaraan akan disediakan di sejumlah titik, yakni di lahan Dinas Pariwisata DIY, bekas Bioskop Indra dan taman parkir di selatan Toko Ramai.
Lokasi parkir di selatan toko itu diketahui berstatus Sultan Grond yang tahun ini kontrak penggunaannya sebagai tempat parkir segera berakhir. Nantinya tempat itu akan digabungkan dengan taman parkir di Indra.
Sebelumnya Bappenas juga memperhitungkan potensi parkir di seputaran SMP Negeri 3 Jogja, tapi batal direkomendasikan karena bangunan itu adalah bangunan cagar budaya.
Bastari mengatakan penyedian kantong parkir itu hanyalah untuk konsep pengembangan lima tahunan. “Nanti ada parkir khusus besar di bawah tanah di dekat Stasiun Tugu,” ungkapnya.
Bastari mengaku tidak terlalu hapal kapasitas total parkir yang dibutuhkan. Namun setidaknya kantong parkir motor dan mobil masing-masing nanti dapat menampung 5.000 motor dan 500 mobil.
Sembari menunggu investor yang berminat, menurutnya penataan yang dilakukan hanya secara temporer, yakni pemindahan parkir dari sisi barat ke timur. “Karena itu perhitungan kami baru 2018-2012, Malioboro baru benar- benar tidak dimasuki kendaraan umum,” tuturnya.
Terpisah, KGPH Hadiwinoto, Penghageng Panitikismo (pengelola pertanahan Kraton) telah menyepakati penggunaan kawasan Stasiun Tugu untuk dikembangkan menjadi taman parkir bawah tanah.
Ia mengatakan, status tanah di stasiun dulu adalah dipinjam kolonial untuk membangun stasiun. Selama untuk kepentingan itu, tidak ada beban sewa yang diberikan. “Tapi jangan sampai dirobohkan karena itu cagar budaya,” tuturnya.
Hadi tak terlalu setuju dengan kantong parkir di Dinas Pariwisata dan Bioskop Indra, sebab tempat itu layak menjadi lokasi komersial. Penyediaan kantong parkir semestinya dapat fokus di bagian utara Malioboro dan selatan Malioboro.Harianjogja.com.

Pendopo pasar beringharjo tempat melepas lelah setelah puas berbelanja

pendopo pasar beringharjo

Kalau kita dengar kata pendopo, tentunya yang ada dibenak kita akan mengingatkan sebuah bangunan persegi yang terletak didepan rumah joglo (rumah adat jawa kuno).Di Jogjakarta ,pendopo sampai saat ini  masih   bisa kita jumpai  pada rumah-rumah joglo di daerah yang dulunya sebagi pusat pemerintahan mataram kuno yaitu kebanyakan diwilayah kota gede .
                 Pendopo memiliki ukuran yang berbeda-beda ,pendopo di rumah-rumah jawa kuno pada umumnya berukuran kecil ,tetapi pendopo yang dipunyi oleh bangunan pemerintahan yang diperuntukan bagi   sarana umum dan pelayanan masyarakat tentunya berukuran sangat
besar menyesuaikan arsitektur bangunan dan juga fungsi pendopo itu sendiri.
                Beringharjo ,sebuah  pasar tradisional terbesar dikota jogjakarta yang berfungsi sebagai sarana umum tempat berbelanja dan berwisata. juga dilengkapi / memiliki pendopo .oleh para pedagang pasar  pendopo ini sering disebut atau dinamakan “pendopo pasar beringharjo”.
Pendopo pasar beringharjo berukuran cukup besar kurang lebih 6 x 28 meter yang terletak di ujung pasar sisi timur atau tepatnya beringharjo bagian belakang menghadap keutara.pada awalnya pendopo pasar beringharjo difungsikan sebagai aula utama pasar, sebelum dibangunnya aula baru yang terletak di lantai tiga pasar beringharjo.
Saat ini ,pendopo pasar beringharjo banyak difungsikan sebagi tempat rehat sementara untuk melepas lelah pengunjung maupun wisatawan setelah puas berbelanja di dalam pasar.pengunjung bisa santai duduk-duduk dilantai tegel pendopo yang selalu bersih.sambil  rehat dan bersantai sejenak, pengunjung juga bisa sekedar mengecek  dagangan yang sudah dibelinya .dan menimbangnya kembali barang belanjaan di tempat penimbangan umum tanpa bayar, yang disediakan dinas pengelolaan pasar. 
                Jikalau pengunjung harus rehat agak lama karna manunggu teman yang masih asyik belanja didalam pasar,untuk mengurangi kejenuhan pengunjung juga bisa beli bahan bacaan berupa koran atau tabloid yang sudah tersedia didasaran sisi pintu masuk  pendopo tersebut.
                Untuk memudahkan pengunjung dalam mencari barang dagangan yang akan dibelinya ,di pendopo juga terpasang denah pasar .denah ini disusun berdasar jenis barang dagangan di masing-masing blok tiap lantai.lantai satu misalnya ;terdiri dari pakaian,aksesoris,daging dan lain-lain.lantai dua di dominasi warung makan,sembako dan sayur mayur serta lantai tiga berupa buah-buahan,kerajinan dan elektronik.
                Selain berfungsi sebagai tempat rehat, pendopo pasar beringharjo sekali waktu juga digunakan sebagai tempat apel siaga dan pengarahan jajaran dinas pengelolaan pasar dan staf-stafnya guna mengontrol profesionalitas  pegawai .
                Ada kalanya pendopo pasar beringharjo akan terlihat  sangat meriah dengan berkumpul banyak orang .di situlah pendopo pasar beringharjo telah kedatangan sebuah prodak promo dari perusahaan-perusahaan besar dengan menggelar pentas musik dan juga undian-undian berhadiah bagi pedagang dan pengunjung pasar beringharjo.
                Demikian tadi sekelumit ,tentang pendopo pasar beringharjo.lain waktu akan kita ulas kembali sisi lain dari pasar beringharjo.terima kasih. gusno

Malioboro denyut nadinya jogja

Ujung utara Jalan Malioboro

Malioboro ,sebuah nama ruas jalan dijogja yang berasal dari bahasa sansekerta .malioboro  berarti karangan bunga.sebagai mana namanya pada saat ini malioboro selalu memikat wisatawan baik dari manca maupun domestik untuk mendatanginya.

Malioboro pada tempo dulu tak lebih dari sebuah jalan yang sepi yang ditumbuhi pohon-pohon Asem besar  dikanan kirinya ,yang digunakan masyarakat bila hendak pergi ke kraton yogyakarta .banyak bangunan-bangunan penting yang dulunnya merupakan kompleks kawasan indische berada di sepanjang jalan ini yang sampai saat ini masih di pertahankan keberadaanya seperti Loji besar(Benteng Vredeburg),Loji kecil (kawasan disebelah Gedung Agung),Loji Kebon(Gedung Agung),serta  Loji setan (kantor DPRD).

Sebelah utara  kawasan indische ,terdapat sebuah kawasan perdagangan bagi masyarakat sekitar yaitu pasar tradisional beringharjo, juga pemukiman etnis Tionghua di daerah ketandan yang letaknya berdempetan dengan beringharjo.Seiring berjalannya waktu ,warga tionghua mampu memanfaatkan kawasan ini sebagai kanal bisnis perdagangannya .kawasan bisnis yang awalnya hanya dipasar beringharjo semakin berkembang dan meluas kearah utara sepanjang jalan malioboro.


Di pagi hari satu persatu lapak pedagang kaki lima di Malioboro
mulai dibuka
Salah satu Mall dikawasan Malioboro
Saat ini malioboro telah penuh sesak dengan pertokoan,mall,perhotelan dan perkantoran pemerintah.boleh dibilang pada saat ini malioboro sudah menjadi ikon jogja dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang bertandang kejogja.malioboro dalam kesehariannya tidak pernah lengang dalam waktu 24 jam.aktifitas malioboro di mulai sejak pagi hari pukul 07.00 Wib dengan mulai di bukanya lapak-lapak pedagang kaki lima disepanjang pelataran-pelataran pertokoan. Setelah agak siang sekitar pukul 09.30 Wib pertokoan,mall,perhotelan dan perkantoran pemerintah mulai dibuka dan turut mulai menyemarakkan malioboro.setelah sore hari pukul 04.00 Wib geliat malioboro yang sesungguhnya bisa kita rasakan .dari banyaknya wisatawan yang mulai keluar dari perhotelan –perhotelan untuk menikmati jalan –jalan sambil berbelanja aneka kerajinan dan barang-barang seni yang di jajakan pedagang kaki lima disepanjang malioboro,diwaktu itu pula biasanya mulai bermunculan pula kelompok-kelompok seniman yang siap mengekspresikan bakat seninya. Lesehan kuliner malioboro , mulai dari makanan khas jogja sampai aneka masakan oriental juga mulai buka lapak pada sore hari dan kegiatan ini terus berlangsung sampai tengah malam bahkan sampai dini hari.


Kompleks Kepatihan ,Kantor Gubernur DIY berdinas juga
 berada dikawasan Malioboro
Malioboro akan dipadati pengunjung bila mana datang musim liburan tiba,puluhan ribu wisatawan akan tumpah ruah di kawasan ini ,dan jalan malioboro sudah tentu mengalami kemacetan yang luar biasa parah.disaat inilah  panen rejeki melimpah mulai dari pedagang kaki lima sampai pengusaha besar sekelas pemilik perhotelan .

Malioboro bisa dikatakan rangkaian sejarah ,kisah,dan kenangan yang saling berkelindan pada setiap benak orang-orang yang pernah menyambanginya.pesonanya tidak pernah terpudarkan oleh jaman ,sehingga selalu bisa memaksa para wisatawan untuk mengunjunginya.

kuliner pasar beringharjo siap memanjakan pelanggan

pengurus maliharjo bersama perwakilan sirkulasi harian jogja
kalau kita sedang berada dikota jogja ,jangan lupa mampir pasar beringharjo itu kata para pemandu wisata .
konon ,juga banyak anggapan dari para pelancong bahwasanya belum bisa dikatakan   berlibur dijogja kalau belum masuk dan belanja di pasar beringharjo.

kedua ungkapan di atas memang tidak sepenuhnya benar ,tapi bisa juga dikatakan sangat tepat kalau kita sedang punya kemauan untuk menghilangkan rasa penat   dengan berwisata dikota gudeg(sebutan lain untuk kota jogja).

Beringharjo,satu-satunya pasar tradisional yang berada tepat dijantung kota berhadapan langsung dengan 
jalan Malioboro.pasar yang sudah berdiri sebelum masa kemerdekaan indonesia ini sampai saat ini pun masih disebut sebagai pasar tradisional.walaupun demikian, kalau kita sudah mendatangi dan berada dilokasi beringharjo kesan megah dari bangunan berlantai 3 yang akan kita jumpai.

Beringharjo walau disebut pasar tradisional pada kenyataannya merupakan pasar yang bersih dan tertata rapi .pasar ini sudah beberapa kali meraih juara dalam lomba pasar sekota jogja untuk menyemarakkan pemilihan piala adipura di tingkat nasional.

kalau kita sudah masuk kedalam pasar bringharjo,disana akan kita temui banyak blok / los untuk mengelompok-kelompokkan para pedagang menurut jenis dagangannya,sehingga terkesan seragam untuk masing-masing blok.

beringharjo blok depan lantai dasar, para penjual berjenis baju batik dan sejenisnya yang banyak mendominasi.dan disinilah tentunya tempat yang paling banyak dikunjungi para pelancong.mereka selalu memburu batik sebagai oleh-oleh setelah berlibur dijogja.

beringharjo blok  depan lantai dua,di situ sering di sebut blok SE (blok super ekonomi).blok SE adalah blok serupa super market yang menyediakan kebutuhan perlengkapan sehari-hari dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah.dari SE kita bisa langsung berjalan menyusuri gang/selatsar pasar kearah timur menuju blok metro .di blok metro ini juga banyak didominasi oleh berbagai macam jenis fashion dan juga pusat bahan mentah oleh -oleh wisata seperti emping  mlinjo dan sejenisnya.

yang juga menarik dari blok ini adalah kulinernya.disini terdapat deretan kuliner yang menyajikan aneka hidangan khas jogja.kalau kita cermat membandingkan ,kuliner blok metro apabila kita bandingkan dengan kuliner yang ada di mall-mall untuk kenyamanannya tidak jauh beda.yang membedakan antara keduanya malah dari sisi harganya.sebab harga kuliner dimetro akan lebih murah dibanding harga di mall.

beberapa hari yang lalu,tepatnya hari kamis 28 februari 2013 sore hari .pengurus maliharjo bersama perwakilan sirkulasi harian jogja kukuh setyono menyempatkan mengadakan pertemuan  di blok kuliner .dalam pertemuan  kita membahas tentang perkembangan pemasaran harain jogja diseputar pasar beringharjo.rasa kesan santai memang bisa kami dapatkan dalam pertemuan  ,dari mulai pelayanan pedagang yang cukup ramah dan cekatan,tempat yang rapi , jauh dari kebisingan, serta hidangan yang disajikan walau sederhana tetapi mempunyai cita rasa.

harapan dari kami, semoga kuliner blok metro pasar beringharjo kedepannya selalu bisa mempertahankan jatidirinya.yaitu selalu  memanjakan setiap pelanggan yang mengunjunginya.
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger