
Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Ronny F Sompie (kiri)
JAKARTA -- Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) geleng-gelang kepala atas tingkah laku anggotanya di Polda Jawa Tengah (Jateng). Insiden baku hantam sesama korps kepolisian yang terjadi antara satuan Sabhara dan Brimob, Rabu (24/7) kemarin dinilai sebagai sikap kekanak-kanakan.
Atas tindakan memalukan ini Polri langsung mengambil tindakan tegas dengan memanggil mereka untuk menghadap Bidang Profesi Pengamanan (Propam) Polda Jateng.
"Semua diperiksa, terutama anggota sat Brimob yang melakukan penyerangan ke sat Sabhara, ada 30an polisi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Ronny F Sompie di Jakarta, Kamis (25/7).
Ronny mengatakan perangai para polisi yang belum lama lulus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) memang dikarenakan belum terlalu dewasa. Buktinya pertikaian yang diawali dari konflik pribadi antara seorang anggota Brimob dengan Sabhara ini pun menjadi meluas.
"Jadi itu karena anggota Brimob menerima BBM (BlackBerry Messenger) dari seorang kawannya yang tugas di sat Sabhara. Sebenanya isi BBM-nya itu biasa saja, tapi ditanggapi lain, seolah-olah menantang," ujar dia.
Alhasil, terjadilah penyerangan yang pecah pada Rabu pukul 22.30 WIB malam itu. Dikatakan Ronny, sebanyak 30 anggota sat Brimob menyerang gedung Sabhara yang letaknya 25 Km dari markas mereka.
Para pemuda yang masih bereuforia karena diterima menjadi polisi ini mengamuk. Bagian depan kacanya berhamburan. Menurut Ronny, polisi dari satuan Sabhara pun tak tinggal diam. Akhirnya, perkelahian diantara kelompok polisi bintara ini tak terelakan.
"Delapan orang mengalami luka-luka sobek di bagian tubuhnya karena pecahan kaca. Masing-masing empat orang dari sat Brimob dan Sabhara," sebut Ronny.ROL



Posting Komentar