Menurut kuasa hukum Anas, Firman Wijaya, pembiayaan yang cukup besar terkait pemenangan sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat justru berasal dari kubu Andi Alfian Mallarangeng (AAM).
"Kami ingin mengajukan beberapa bukti yang kami investigasi kaitannya dengan biaya iklan cukup besar oleh salah satu kandidat (AAM)," kata Firman ditemui di kantor KPK, Jakarta,Rabu (31/7).
Bahkan, Firman mengklaim memiliki bukti bagaimana tim sukses Andi Alfian Mallarangeng menggunakan nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat agar mendapat dukungan.
"Tentu ini ada buktinya, bagaimana salah satu kandidat menggunakan nama Presiden RI pada waktu itu posisinya sebagai tim pendukung dari salah satu calon yaitu pak Andi Mallarangeng," ungkap Firman.
Oleh karena itu, Firman, meminta KPK bersikap adil dengan melakukan investigasi secara mendalam terkait temuan tersebut.
KPK memang diduga tengah mendalami dugaan aliran dana ke Kongres Demokrat dari proyek Hambalang. Beberapa saksi terkait pengadaan Kongres di Bandung tersebut kerap dimintai keterangan oleh penyidik.
Di antaranya adalah beberapa orang dari Even Organizer (EO) Pudjiastuti dan Dewi dari PT Bandung Excelent Tour and Travel. Kemudian, Mantan Ketua Panitia Kongres Demokrat, Didik Mukrianto juga telah diperiksa oleh KPK.



Posting Komentar