JAKARTA – Upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menertibkan area stasiun kereta dari pedagang kaki lima (PKL) kembali dilakukan di Stasiun Cikini, Kamis (22/8). Penertiban yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri dan polisi khusus KA tersebut berjalan ricuh.
Para PKL yang sudah bertahun-tahun berdagang di area tersebut tidak dapat menerima pembongkaran paksa tersebut. Akibatnya sempat terjadi baku hantam antara PKL dengan petugas.
Terdengar teriakan histeris dari para pedagang wanita yang tidak terima kiosnya dihancurkan. “Mereka bukan hanya menghancurkan kios kami, tapi juga masa depan kami,” kata seorang pedagang perempuan, yang kiosnya ikut kena bongkar.
Namun kericuhan bisa diatasi sehingga petugas gabungan dapat merobohkan kios-kios yang ada di area stasiun Cikini. Pihak KAI melakukan penertiban PKL di area stasiun untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di stasiun.
Dan penertiban di stasiun Cikini merupakan yang terakhir setelah sebelum PT KAI meneteribkan PKL di semua stasiun KA. Sebelumnya kericuhan juga sempat terjadi ketika KAI menertibkan PKL di stasiun Depok dan Pasar Minggu.
Tajuk.co



Posting Komentar