
Foto: mirajnews
Rabu pagi (25/9), hari yang menjadi saksi penyerbuaan pasukan penjajah Israel ke sekolah menengah yatim di kota tua Al-Quds (Yerusalem).
Peneliti Pusat Informasi Wadi Hilweh, Maysa Abu Ghazallah mengatakan bahwa unit khusus Israel mengepung sekolah mengklaim bahwa para pelajar melemparkan batu pada mereka.
Tentara penjajah Israel menembakkan granat kejut ke arah sekolah, menyebabkan ketegangan di antara pelajar.
"Mereka menarik diri setelah beberapa lama," kata Abu Ghazallah seperti dikutip kantor berita berbasis di Gaza Al-Ray yang diberitakan Mi’raj News Agency.
Pihak administrasi sekolah berusaha mencegah tentara memasuki sekolah, namun mereka diancam akan ditangkap jika mereka tidak memberi mereka nama-nama siswa yang melemparkan batu pada tentara, menurut saksi mata.
Para tentara penjajah Israel kemudian berjalan ke Wadi Street, menempatkan barikade dan menyebarkan tentara yang berpatroli di wilayah itu untuk mencari warga, kata penduduk setempat.
Beberapa hari terakhir tentara Israel melakukan pengamanan ketat di daerah Al-Quds dan sekitarnya menyusul perayaan hari raya Yahudi ‘Sukkot’ di mana para ekstrimis Yahudi melakukan tur dan ritual ibadah di sekitar Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha. (pm/mina)



Posting Komentar