![]() |
| Anggota FPI saat berkumpul di lapangan depan Stasiun Banyuwangi baru |
Saat dikonfirmasi Ketua FPI Banyuwangi Agus Iskandar mengatakan umat muslim secara tegas menolak perhelatan kontes kecantikan Miss World yang digelar di Bali, dan pemerintah seharusnya mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan pernyataan untuk menolak penyelenggaraan pemilihan Miss World di Indonesia, namun kontes kecantikan dunia itu tetap saja digelar," tuturnya.
Menurut beliau, Miss World itu melanggar Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi karena pakaian yang digunakan para kontestan tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan agama Islam.
"Kami berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat. Apabila kontes kecantikan dunia yang menjual kemolekan tubuh perempuan itu tetap digelar, maka FPI akan membawa massa yang lebih besar untuk demo lagi," ujarnya.
Rencana sebelumnya FPI berkeinginan menyeberang ke Pulau Dewata.Tetapi niatan itu tidak jadi terlaksana karena pasukan Brimob sudah bersiaga di depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Polisi sudah memblokade jalan masuk pelabuhan dengan kawat besi dan menyiagakan sebuah kendaraan"water canon" .
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo, mengatakan personel gabungan sudah siaga sejak pagi di depan Stasiun Banyuwangi Baru hingga pintu masuk Pelabuhan Ketapang.
"Alhamdulillah demonstrasi berjalan damai. Pendemo hanya melakukan doa bersama dan orasi di dua lokasi yakni Stasiun Banyuwangi Baru dan Pelabuhan Ketapang, sehingga mereka tidak jadi menyeberang ke Pulau Bali," paparnya.




Posting Komentar