Posisi Aburizal Bakrie alias Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar benar-benar mulai digoyang dari dalam internal Golkar.
Setelah kemarin, Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyae mendesak dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ical dalam Rapimnas Golkar Oktober 2013 nanti maka kini desakan serupa muncul dari Politisi Senior Golkar Zainal Bintang.
Yorrys dan Zainal Bintang sama-sama mempersoalkan keabsahan masa bakti kepengurusan Partai Golkar dibawah kepemimpinan Aburizal Bakrie alias Ical sebagai Ketua Umum hasil Munas Golkar 2009 di Pekanbaru.
"Berdasarkan catatan saya, sejak awal langkah Aburizal alias Ical di Golkar sudah salah kaprah," kata Zainal Bintang, Rabu (4/9/2013).
Menurut Zainal ada beberapa kesalahan Ical sejak awal mula menjabat ketua umum Golkar. Kesalahan pertama, menurut dia, yang dirangkul Ical sebagai ring satu alias tangan kanan semua orang luar dari Golkar.
"Yang kedua, tokoh Golkar yang punya integritas, punya idealisme dan punya pengaruh disingkirkan, bahkan dimusuhi," kata dia.
Kesalahan ketiga, lanjut Bintang, sejumlah janji-janji Ical kepada DPD I dan II --terutama janji dana - yang tidak dipenuhi merusak citra dirinya.
Kesalahan ketiga, lanjut Bintang, sejumlah janji-janji Ical kepada DPD I dan II --terutama janji dana - yang tidak dipenuhi merusak citra dirinya.
"Akumulasi potensi negatif ternyata kini bermutasi menjadi bumerang, berbalik menyerang Ical.Kondisi konflik yang terbuka yang dilansir oleh Akbar Tanjung dan Yorris akhir-akhir ini di media membahayakan soliditas partai," kata Bintang.
Bahkan, menurut Bintang, ada gerakan yang sudah lama dirancang oleh Agung Laksono dan kawan-kawan untuk menolak keputusn Munas Golkar 5-7 Oktober 2009.
"Yang ditolak adalah penetapan Munas Golkar digeser menjadi Februari 2015. Padahal logikanya, Munas Golkar yang akan datang harusnya 5-7 Oktober 2014, sesuai siklus 5 tahunan yang diatur didalam AD/ART Golkar," kata Bintang.
Nah, menurut Bintang, titik krusial yang akan pemantik "perang saudara' di internal Golkar. "Kalau tanya sikap saya, ya saya dukung Gerakan Agung Laksono. Karena untuk menegakkan konstitusi partai," ujar Bintang.
Untuk menjamin Golkar jadi pemenang Pemilu 2014, Zainal Bintang yang juga adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Ormas MKGR mendesak Ical mengambil langkah tegas dalam waktu singkat. "Ganti segera ring satu Ical yang bukan kader Golkar dan mereka itu tidak punya sejarah di Tri Karya," kata dia.
Sebagaimana diketahui, Tri Karya adalah gabungan tiga ormas besar karya kekaryaan yang melahirkan Golkar pada tahun 1964 (Soksi, Kosgoro 57 dan Ormas MKGR).
"Tapi kalau Ical ngotot mempertahankan ring satunya itu, maka saya khawatir, malah Ical yang diminta mundur sebelum Pemilu 2014," ujar Bintang.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari kubu Aburizal Bakrie.



Posting Komentar