Seandainya hutan bisa berkicau melalui twitter, mungkin ini yang jadi pesannya:
“Musuhku bukan manusia, musuhku adalah keserakahan. Titik dua kurung buka” @HutanIndonesia
Atau ini:
“Sekarat, me-layu, berharap padamu. Mau bantu aku?” @HutanIndonesia
Kira-kira begitulah bayangan kami tentang kicauan hutan di hari-hari ini. Sayangnya, hutan tidak punya twitter. Tapi kita punya, Anda punya. Dan Anda bisa berkicau untuk hutan. Menepuk pundak rekan dan kawan, agar banyak orang yang menoleh sejenak lalu memberi perhatian pada keberadaan hutan. Inilah yang bisa kita lakukan.

Berkicaulah bagi Hutan Indonesia.



Posting Komentar