Jakarta - Tak tahan menghadapi ‘pasemon’ politik SBY soal dinasti Ratu Atut, jajaran Partai Golkar menyindir balik, bahkan menyerang balik. Golkar menilai, SBY juga membangun dinasti politik, jadi tidak hanya Ratu Atut yang di Banten. Bagaimana ini?
SBY sempat menyinggung dinasti politik yang dibangun oleh kepala daerah di wilayahnya masing-masing. Sindiran ini tentu ditujukan kepada Gubernur Banten Ratu Atut yang secara jelas telah membangun dinasti politiknya.
“Meskipun UUD maupun UU tidak pernah membatasi siapa menjadi apa posisi di pemerintahan apakah ayah ibu, anak, adik itu menduduki posisi-posisi di jajaran pemerintahan tetapi saya kira, kitalah yang mesti memiliki norma batas kepatutan. Yang patut itu seperti apa, yang tidak patut juga seperti apa," jelas SBY
Partai Golkar pun geram ketika menyimak sindiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal dinasti politik yang dibangun kader Golkar itu, yang juga Gubernur Banten: Ratu Atut Chosiyah. Apalagi di Pulau Jawa ini, di wilayah Banten Golkar berjaya!
Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra J Piliang menyebut kalau SBY juga membangun politik dinasti. Baik itu yang terjadi di Partai Demokrat maupun di Pacitan Jawa Timur, asal SBY. Partai Golkar menuding ada upaya Cikeas menjatuhkan Golkar melalui berbagai kasus. Bahkan, Presiden SBY sempat menyindir dinasti politik Gubernur Ratu Atut.
Partai Golkar menilai Presiden SBYsengaja ingin menghancurkan Golkar lewat kasus suap Hakim Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar. "Apa tidak ada keluarga SBY di sana? Atau Demokrat dukung siapa di sana? Lalu Keluarga-keluarga Presiden Pak SBY, Bu Ani yang maju menjadi Pileg segala macam atau kepala daerah akhirnya dihitung orang," kata Indra Piliang dengan garang.
Seperti diketahui, sejumlah anggota keluarga dan kerabat SBY tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. SBY melalui Partai Demokrat menempatkan anak, adik ipar, sepupu dan sejumlah nama kerabatnya dalam daftar nama-nama caleg partai tersebut. Paling tidak terdapat 15 nama caleg yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Cikeas.
Nama caleg yang merupakan kerabat dekat keluarga Cikeas, yakni Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Dapil Jatim VII, Sartono Hutomo (sepupu SBY) Dapil Jatim VII, Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Dapil Banten III, Agus Hermanto (adik ipar SBY) Dapil Jateng I, dan Nurcahyo Anggorojati (anak Hadi Utomo yang juga ipar SBY) Dapil Jateng VI.
Selanjutnya, ada nama Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Dapil Jabar VIII, Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Dapil Jateng I, Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) Dapil DKI Jakarta I, Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) Dapil DKI Jakarta I, dan Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Dapil Jateng V.
Kemudian, ada pula nama Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) Dapil NTB, Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Dapil Riau I, Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Dapil Jabar I, Sri Hidayati (adik ipar Agung BS), dan Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Dapil Jatim VI.
Partai Golkar tampaknya merasa keberatan dengan pernyataan Presiden SBY yang menyinggung soal dinasti politik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Demokrat sendiri tak perlu gelagapan menghadapi Golkar, sebab dua parpol sekuler itu sama-sama menghadapi masalah korupsi yang melanda elite politisinya. Sehingga pertengkaran politik mereka bakal sama garang dan telanjang karena sama-sama bersikeras tak mau jadi pecundang [berbagai sumber]




Posting Komentar