Dua faksi perjuangan di Palestina, Partai Rakyat Palestina dan Front Popular untuk Pembebasan Palestina menyerukan warga Palestina memboikot pemilihan walikota Yerusalem.
Kedua faksi itu menyerukan boikot karena Yerusalem masih berada di bawah kontrol rezim zionis. Israel menguasai Yerusalem sejak tahun 1967.
Dalam pernyataannya, Partai Rakyat Palestina mengatakan, sangat penting melakukan boikot pemilihan walikota untuk alasan politik dan nasional, karena Yerusalem, sebagai bagian esensial dari wilayah Palestina masih berada di bawah penjajahan rezim zionis.
“Ikut serta dalam pemilihan berarti memberikan pengesahan terhadap penjajahan dan pemukiman ilegal Israel,” demikian pernyataan Partai Rakyat Palestina.
Sementara Front Popular mendesak warga Palestina memboikot pemilihan walikota Yerusalem karena rezim zionis hingga saat ini berusaha untuk menghapus identitas Yerusalem sebagai kota peninggalan warga Arab Muslim, dan menggantinya dengan identitas Yahudi. (aisyah/ma’an)




Posting Komentar