JORDANIA - Ribuan warga Yordania turut serta dalam festival yang
diselenggarakan oleh gerakan Islam Yordania di Amman, pada hari Jumat (25/10)
sore, dalam rangka memberikan dukungan untuk Al-Aqsha dan kecaman terhadap
pelanggaran pihak Israel.
Pengawas Umum Ikhwanul Muslimin di Yordania, Dr. Humam Said dalam sambutannya menyatakan, Masjid al-Aqsha berada di garis merah yang tidak boleh dinistakan, ini waktunya revolusi bangsa-bangsa dan perjuangan Intifadah ketiga Palestina sampai Al-Aqsha bebas dari kejahatan musuh besar, Israel.
Said menyampaikan pesannya kepada Israel, "Kalian telah sampai pada fase terakhir, dan negara kalian tidak akan pernah tenang, sebab umat Islam akan segera datang membebaskan Palestina."
Kepada pemimpin Arab dan otoritas Palestina, Said berpesan, di tengah ketidakhadiran pasukan kalian di Al-Quds dan Palestina, apa alasan kalian jika Masjid al-Aqsha dihancurkan dan dibangun di atasnya kuil yahudi? Apa yang akan kalian katakan kepada rakyat bila mereka menuntut kalian atas ketidakpedulian kalian terhadap warisan peradaban Islam?
Sementara itu salah seorang tokoh Yordania, Dr. Faris Fayiz menyatakan, "Al-Aqsha membutuhkan perjuangan hakiki, dan tidak akan bebas hanya dengan kalimat dan pernyataan, tetapi harus dibebaskan dengan semua sarana yang memungkinkan," ungkapnya. (LNA)
Pengawas Umum Ikhwanul Muslimin di Yordania, Dr. Humam Said dalam sambutannya menyatakan, Masjid al-Aqsha berada di garis merah yang tidak boleh dinistakan, ini waktunya revolusi bangsa-bangsa dan perjuangan Intifadah ketiga Palestina sampai Al-Aqsha bebas dari kejahatan musuh besar, Israel.
Said menyampaikan pesannya kepada Israel, "Kalian telah sampai pada fase terakhir, dan negara kalian tidak akan pernah tenang, sebab umat Islam akan segera datang membebaskan Palestina."
Kepada pemimpin Arab dan otoritas Palestina, Said berpesan, di tengah ketidakhadiran pasukan kalian di Al-Quds dan Palestina, apa alasan kalian jika Masjid al-Aqsha dihancurkan dan dibangun di atasnya kuil yahudi? Apa yang akan kalian katakan kepada rakyat bila mereka menuntut kalian atas ketidakpedulian kalian terhadap warisan peradaban Islam?
Sementara itu salah seorang tokoh Yordania, Dr. Faris Fayiz menyatakan, "Al-Aqsha membutuhkan perjuangan hakiki, dan tidak akan bebas hanya dengan kalimat dan pernyataan, tetapi harus dibebaskan dengan semua sarana yang memungkinkan," ungkapnya. (LNA)



Posting Komentar