![]() |
| Syeikh Ali Jumah, mantan mufti nasional Mesir |
Kairo. Mantan menteri muda
dalam Kementerian Wakaf Mesir, Dr. Jamal Abdussattar menuliskan dalam akun
facebooknya, Kamis (10/10/2013) bahwa Ali Jumah, mantan mufti negara Mesir,
adalah seorang yang berakidah syi’ah. Beliau menceritakan sebuah pertemuan dengan
beberapa ulama di rumah Almarhum Syeikh Abdul Adhim Muthni. Di antara yang
hadir dalam pertemuan itu adalah Dr. Ahmad Zayid dan Dr. Usamah Mukmin. Syeikh
Abdul Adhim mengatakan, “Tahukah kalian bahwa Syeikh Ali Jumah lebih dekat
kepada syi’ah daripada ahlu sunnah?”
Dr.
Jamal melanjutkan, saat itu aku terkaget, namun Syeikh Abdul Adhim mengatakan,
“Kamu jangan kesal. Ali Jumah memang seorang syi’ah.” Lalu beliau membuktikan
dugaannya tersebut, misalnya dengan beberapa kasus Ali Jumah yang
menjelek-jelekkan sahabat Rasulullah saw., beberapa fatwa yang berkenaan dengan
nikah mut’ah dan nikah sirri, kemudian beberapa hal yang berkaitan dengan
kehidupan pribadi beliau.
Dr.
Jamal menyatakan bahwa Syeikh Abdul Adhim adalah orang yang sangat hati-hati
dalam menilai sesuatu. Dr. Jamal menyebutkan, “Sebelumnya, cerita itu tidak aku
sampaikan kepada siapa-siapa. Tapi kemudian aku melihat bagaimana kedengkian
Syeikh Ali Jumah, sikap beliau yang seakan-akan menikmati pertumpahan darah,
fatwa-fatwa yang membingungkan, kata-kata yang sangat kotor dalam
menjelek-jelekkan pihak lain. Saat itu barulah aku tersadar bahwa orang-orang
syiah mempunyai sifat-sifat seperti itu. Bahkan mengklaim mendapatkan pahala
dengan melakukannya. Saat itu aku tersadar akan adanya kedengkian pihak syiah kepada
proyek kebangkitan Islam ahlu sunah. Aku teringat dengan pernyataan beliau di
stasiun CBC, “Tidak ada yang namanya proyek kebangkitan Islam.’”
Beberapa
hari ini, memang Syeikh Ali Jumah sempat meramaikan pemberitaan di dunia Islam
terkait dengan bocornya sebuah rekaman video menampilkan pidato beliau di depan
para pimpinan militer Mesir. Dalam rekaman tersebut beliau menjelek-jelekkan para
penentang kudeta Mesir, dan membolehkan membunuhi mereka tanpa ragu-ragu dan tanggung-tanggung.
(msa/islammemo)




Posting Komentar