![]() |
| Foto udara yang diambil dari helikopter, menunjukkan ribuan tenda pemondokan jamaah haji di Mina, Sabtu (27/10). (Hassan Ammar/AP) |
Mina juga dijuluki sebagai Kota Tenda. Ini karena adanya jutaan
tenda yang telah disiapkan di hamparan padang pasir ini. Meski bukan sedang
dalam musim haji, ribuan tenda ini tetap berdiri.
Pemerintah Arab Saudi saat ini terus berupaya untuk menambah
jumlah tenda, memperluas area Mina, serta membuat sistem tenda bertingkat agar
bisa menampung jamaah haji lebih banyak lagi pada tahun-tahun ke depan.
Laman Arabnews menjelaskan, langkah awal yang
dilakukan Pemerintah Arab Saudi adalah dengan memindahkan bangunan publik milik
pemerintah yang berada di wilayah tersebut.
Jika dipindahkan, area tersebut bisa digunakan untuk tambahan
tenda bagi jamaah haji yang datang ke negara ini. “Minimal akan menambah ruang
seluas 23 persen nantinya,” kata juru bicara pimpinan Kota Makkah, Sultan Al
Dossary.
Tahap pertama pembangunan lokasi baru untuk memindahkan gedung
pemerintahan ini sudah dimulai. Lokasi baru ini luas lahannya hingga satu juta
meter persegi.
Nantinya, sebagian besar lembaga pemerintah nonesensial yang tidak
terlalu vital fungsinya akan dipindah ke lokasi baru ini. “Nantinya, di Mina
bisa menampung tambahan jamaah haji sekitar 185 ribu,” jelasnya.
Beruntung bagi jamaah haji yang berasal dari luar Arab Saudi,
termasuk Indonesia, karena mulai tahun ini mereka akan diprioritaskan, namun
hanya untuk jamaah haji yang legal, yang benar-benar resmi berangkat sesuai
dengan kuota pemerintah negaranya.




Posting Komentar