Komisaris Jendral Polisi Sutarman akhirnya resmi terpilih menjadi Kapolri.
Keputusan ini diambil setelah Komisi III melakukan uji kepatutan dan kelayakan Kamis (17/10) di ruang sidang Gedung DPR Jakarta. Komjen Sutarman terpilih secara aklamasi.
Dalam uji kepatutan dan kelayakan yang digelar kemarin itu, beberapa anggota DPR merasa prihatin dengan fenomena “terorisme” yang kini berubah menjadi dendam terhadap korps Polri. Mereka mengharapkan Sutarman dapat menyelesaikan masalah “terorisme” tanpa meninggalkan rambu-rambu Hak Asasi Manusia (HAM).
“Kita miris bahwa terorisme bukan lagi ideologi, tapi dendam terhadap Polri. Apa yang akan Bapak lakukan dalam pemberantasan terorisme dengan tidak melanggar HAM?” tanya salah satu anggota DPR, Nuning.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR dan Komnas HAM juga telah mengkritisi langkah Densus 88 dalam penanganan kasus terorisme.
Keputusan ini diambil setelah Komisi III melakukan uji kepatutan dan kelayakan Kamis (17/10) di ruang sidang Gedung DPR Jakarta. Komjen Sutarman terpilih secara aklamasi.
Dalam uji kepatutan dan kelayakan yang digelar kemarin itu, beberapa anggota DPR merasa prihatin dengan fenomena “terorisme” yang kini berubah menjadi dendam terhadap korps Polri. Mereka mengharapkan Sutarman dapat menyelesaikan masalah “terorisme” tanpa meninggalkan rambu-rambu Hak Asasi Manusia (HAM).
“Kita miris bahwa terorisme bukan lagi ideologi, tapi dendam terhadap Polri. Apa yang akan Bapak lakukan dalam pemberantasan terorisme dengan tidak melanggar HAM?” tanya salah satu anggota DPR, Nuning.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR dan Komnas HAM juga telah mengkritisi langkah Densus 88 dalam penanganan kasus terorisme.
Aksi-aksi Densus 88 selama ini dinilai telah melanggar rambu-rambu HAM dalam mengentaskan sejumlah kasus terorisme.[trbn/YL/Islamedia]




Posting Komentar