
Foto: CNN
Bagaimana Anda selama ini memberikan
uang kepada anak Anda yang mulai agak besar? Di usia jenjang SD, tentu saja
pola pemberian uang kepada mereka berbeda ketika mereka masih TK. Sebaliknya,
pola di SD ini akan terus menjadi dasar bagi anak kita untuk mengatur
keuangannya sendiri sampai dewasa.
Berikan pemahaman tentang tanggung jawab
uang yang dipegangnya
Beritahukan bahwa uang jajan yang
diterima anak Anda adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya,
buat agar dia menghargai tiap nilai dari uang tersebut dan
mempergunakannya untuk tujuan yang baik, ajari juga dia agar mengatur rincian budget
dari uang yang dipegangnya akan dipergunakan apa saja.
Uang
jajan bukan hanya untuk jajan
Berikan penekanan bahwa uang jajan tidak
sepenuhnya dipergunakan untuk jajan. Berikan pemahaman agar anak Anda bisa
mengatur dan mengelolanya sebaik mungkin.
Sarankan agar uang yang ada
bisa disimpan sebagian sisa dari kebutuhannya, yang bisa dipergunakannya jika
ada keinginan atau kebutuhan pribadi, sehingga tidak perlu lagi meminta kepada
orang tua.
Biasakan
anak Anda membeli sesuatu sesuai kebutuhan
Memang susah, tetapi membiasakan anak
membeli sesuatu sesuai kebutuhan akan menjadi hal yang akan terbawa sampai
besar. Anak kecil umumnya menginginkan barang yang terlihat bagus dan menarik
tanpa peduli apakah dia membutuhkannya atau tidak, kadang juga anak Anda menginginkan
barang atau makanan yang dimiliki oleh temannya.
Jika Anda bisa mengatasi keinginan anak seperti itu dan sudah tahu konsep
belanja sesuai kebutuhan, maka pintar mengatur uang jajan anak bukanlah hal
sulit bagi anak Anda.
Bekali
makanan dari rumah
Saat istirahat, anak akan mencari
penjual makanan dan mempergunakan uang jajannya. Namun, jika Anda membekali
makanan dari rumah, dan perutnya sudah terisi, maka anak Anda tidak akan
terlalu banyak mempergunakan uang jajannya untuk membeli makanan yang tidak
dibutuhkannya.
Ajari
pentingnya menabung
Ajari anak Anda untuk menyisihkan
sebagian dari uang jajannya untuk menabung di saat anak Anda baru saja menerima
uang jajannya. Jangan menyisihkan uang jajan untuk menabung di akhir pemakaian
uang jajan, karena hal ini membuat Anda lebih mementingkan jajan ketimbang
menabung.
Jika di awal, maka dia akan menggunakan
uang jajan dari sisa uang yang ditabungkannya. Kalaupun sisa uang jajan itu
habis, setidaknya sudah ada sebagian uang jajan yang ditabungnya.
Berikan
uang jajan setiap periode tertentu
Berikan uang jajan setiap seminggu
sekali, lihat bagaimana dia mengatur jumlah uang yang dipegangnya untuk
seminggu ke depan. Berapa yang digunakannya untuk jajan, berapa yang
digunakannya untuk menabung dan berapa sisa yang ada untuk keperluannya yang
lain.
Ajari agar anak bisa mengatur dan
mencukupkannya dalam waktu yang Anda tentukan. Jangan ajari anak Anda untuk
meminta kembali uang jajan sebelum waktunya, karena hal ini akan membuat anak
Anda menghabiskan jatah
uang jajannya, karena ketika habis pun orang tua masih memberikannya
kekurangannya.
Demikian beberapa cara pintar mengatur
uang jajan anak. Semoga apa yang dilakukan bisa menjadikan anak Anda sebagai
orang yang pAndai mengatur keuangan.
Wallahua'lam.(pm/rumahkeluargaindonesia)
---------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi bersama Ustd.Yusuf Mansur




Posting Komentar