![]() |
| Ilustrasi |
Tri Dianto memohon perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bekas Ketua DPC Partai Demokrat wilayah Cilacap, itu mengaku terancam saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfrontasi dirinya dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat pekan lalu (15/11).
Ia berharap LPSK mau memberikannya perlindungan karena ia sudah mendapat ancaman langsung. Tri mengaku sudah menyerahkan berkas lengkap. Dalam waktu maksimal 30 hari setelah rapat paripurna LPSK, baru diketahui apakah LPSK akan memberikan perlindungan atau tidak kepada Tri.
"Kalau dihilangkan itu bisa saya artikan saya akan dibunuh. Untuk sementara saya akan dilindungi oleh tim kuasa hukum saya dan pengawal pribadi," ucapnya usai pertemuan bersama kuasa hukumnya dengan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, selama satu setengah jam di Kantor LPSK, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
Di tengah pemeriksaan itu, ujar Tri Dianto, Nazaruddin memintanya untuk kembali ke Cilacap karena berpotensi dihilangkan akibat terus melawan kekuasaan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat.
"Di depan penyidik, Nazaruddin jelas sekali menyuruh saya pulang ke Cilacap karena saya dinilai tidak tahu apa-apa. Begitu Nazar bilang 'orang yang melawan SBY tidak lama lagi akan hilang', ini saya anggap serius. Karena, dia katakan itu di depan dua penyidik," kata Jurubicara ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini. (pm/rmol)
"Kalau dihilangkan itu bisa saya artikan saya akan dibunuh. Untuk sementara saya akan dilindungi oleh tim kuasa hukum saya dan pengawal pribadi," ucapnya usai pertemuan bersama kuasa hukumnya dengan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, selama satu setengah jam di Kantor LPSK, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
Di tengah pemeriksaan itu, ujar Tri Dianto, Nazaruddin memintanya untuk kembali ke Cilacap karena berpotensi dihilangkan akibat terus melawan kekuasaan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat.
"Di depan penyidik, Nazaruddin jelas sekali menyuruh saya pulang ke Cilacap karena saya dinilai tidak tahu apa-apa. Begitu Nazar bilang 'orang yang melawan SBY tidak lama lagi akan hilang', ini saya anggap serius. Karena, dia katakan itu di depan dua penyidik," kata Jurubicara ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini. (pm/rmol)
-----------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf
Mansur





Posting Komentar