
Foto: newssave
Di Bandara Ngurah Rai,
Bali, Jumat (22/11), semua penumpang maskapai penerbangan Air Asia
diminta tidak meninggalkan pesawat yang mereka tumpangi lantaran kedatangan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan. Raut kesal tampak di wajah
para penumpang.
Pesawat Air Asia itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta,
Tangerang, Banten, sekira pukul 08.45 WIB, dan tiba di Bandara Ngurah Rai
sekira pukul 11.15 Wita.
Namun, ketika para penumpang
tersebut akan turun dari pesawat, tiba-tiba pilot memberi pengumuman. Para
penumpang diminta untuk menunggu di dalam pesawat karena ada tamu VIP yang akan
mendarat.
"Akibat ada tamu VIP
yang akan mendarat, maka kami mohon maaf penumpang diharapkan untuk menunggu di
dalam pesawat hingga pukul 12.00 Wita," ucap pilot tanpa menyebut siapa
tamu VIP yang dimaksud.
Mendapat pengumuman tersebut,
para penumpang kemudian melihat ke arah luar dan memperhatikan kondisi di
sekitar pesawat. Rupanya, sejumlah pasukan TNI AU tampak berjaga di sekitar
lokasi bandara.
Berselang 10 menit kemudian,
pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia mendarat.
Sejumlah pasukan TNI AU dan pasukan pengamanan bandara mulai bergerak.
Para penumpang baru tahu
belakangan bahwa tamu tersebut adalah Presiden SBY. Para penumpang tampak
kesal. Tak sedikit dari mereka menggerutu. Kira-kira dibutuhkan waktu 10 menit
untuk rombongan VIP itu turun dari pesawat dan meninggalkan bandara. Adapun
penumpang mesti menunggu di dalam pesawat sekitar 35 menit.
Melihat rombongan itu tak
melewati jalur penumpang pada umumnya, salah seorang penumpang menggerutu.
"Mereka kan lewat jalur beda dari kita, kenapa kita harus diminta
menunggu?" kata Genta, salah seorang penumpang pesawat.
SBY didampingi Ani
Yudhoyono bertolak ke Bali untuk menghadiri Forum Kebudayaan Dunia atau World
Culture Forum (WCF) 2013. Forum itu akan dimulai pada Senin (25/11/2013). (nabawia)



Posting Komentar