Azaria Network
Aquamina :
Home » » Pencapresan ARB dan Kerikil Tajam di Tubuh Golkar

Pencapresan ARB dan Kerikil Tajam di Tubuh Golkar

 Jakarta - Kepemimpinan Aburizal Bakrie (ARB) masih menghadapi kerikil-kerikil tajam di dalam partai beringin. Harus diakui, masih banyak kader Golkar yang ''mempersoalkan'' pencapresannya menuju 2014. Ada apa gerangan?
Tak dinyana, semakin ramai masyarakat yang mempertanyakan pencapresan Aburizal Bakrie alias Ical di Golkar. Dari ujung barat NKRI yakni Aceh, mencuat nama Ketua Forum Silaturahmi DPD II Muntasir Hamid yang sangat vokal menyuarakan capres alternatif dari Golkar. Muntasir menyatakan Akbar dan JK sebagai tokoh potensial. Golkar perlu menyiapkan mereka sebagai capres selain Ical Bakrie yang sudah ditetapkan jauh hari.
"Kita punya Akbar Tandjung yang juga potensial untuk disandingkan dengan Mega dan Jokowi, kita punya Pak JK yang bisa disandingkan dengan Rhoma Irama atau yang lain," usul Muntasir.
DPD II Golkar, katanya, mendukung Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla ke Pilpres 2014, padahal di satu sisi Golkar telah mencalonkan Aburizal Bakrie. Golkar menilai Akbar Tanjung cukup menjadi bapak bangsa daripada mencapreskan diri di pilpres 2014.
Dari sisi media masa, mencuat nama Jusuf Kalla lewat petisi yang sudah seminggu ini dikampanyekan lewat www.change.org. Ada sebuah petisi dengan judul “Partai Golongan Karya: Ayo Dukung Jusuf Kalla Sebagai Capres RI 2014” yang dibuat oleh seorang yang bernama Ya’Asurandi A.Hamid.
Adapun Asurandi A.Hamid adalah mantan aktivis mahasiswa, alumni ITS Surabaya, kini aktivitasnya adalah berwirausaha. Ia merupakan salah satu pendiri Komunitas Pemuda Sepuluh November Surabaya, di masa kuliahnya dulu aktif diberbagai organisasi mahasiswa, tugas akhir kuliahnya adalah penelitian georadar di lokasi lumpur Lapindo dan pernah melakukan kuliah kerja nyata gabungan dengan UNAIR, UNESA dan UK Petra di desa sekitar bencana lumpur selama satu bulan.
Langkah Asurandi Hamid itu jelas mengganggu Ical Bakrie. Padahal soliditas Golkar amat dibutuhkan ARB untuk memenangi pemilu legislatif dan pilpres mendatang. Apalagi Partai Golkar akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapinmas) ke-V dalam waktu dekat. Pagelaran rapimnas itu mengalami penundaan karena berbagai sebab.
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Lalu apakah kader-kader Partai Golkar belum semuanya solid soal pencapresan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical? Akbar Tanjung mengakui hal itu. Seluruh jajaran Golkar belum solid dukung Ical sehingga suara-suara ‘yang lain’ masih bermunculan.
Akbar yang kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Golkar menjelaskan, memang masalah pencapresan akan menjadi salah satu hal yang dievaluasi dalam Rapinmas. Khususnya mengevaluasi apakah dengan pencapresan Ical, Golkar mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hal atau tidak.
Golkar sebagai partai adalah sebuah institusi yang berkaitan dengan kekuasaan dan masalah-masalah di dalam kekuasaan itu sendiri. Semua yang berhubungan dengan kekuasaan, bisa saja terdapat perbedaan. Dan itu sebagai dinamika poitik. Oleh sebab itu, ARB harus mengelola perbedaan-perbedaan dalam Golkar itu dengan cerdas, agar Golkar bisa solid mendukung pencapresannya.
Kubu Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla memang relatif otonom dari pengaruh ARB karena mereka sudah lama beraktivitas dalam Golkar dan memiliki pandangan berbeda.
Menjadi pertanyaan, bagaimana kubu ARB mengatasi kerikil-kerikil tajam dalam Golkar agar pencapresannya tidak buyar. Inilah yang menjadi perhatian publik dan masyarakat politik, agar jangan sampai arus politik dalam tubuh Golkar berubah menjadi bola api liar yang siap membakar. Tidak mudah, memang. [inilah]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger