Jakarta.
Akibat
kelalaian sopir truk tangki bahan bakar Pertamina yang menerobos perlintasan
kereta api menyebabkan tabrakan dahsyat tak dapat dihindari.
Kejadiannya
bermula ketika KRL Commuter Line jurusan Tanah Abang – Serpong baru saja
meninggalkan stasiun Pondok Betung menuju Stasiun Kebayoran Lama. Pada saat itu
kereta melaju dengan kecepatan sedang, karena memang baru saja meninggalkan
stasiun. Ketika akan memasuki perlintasan berpalang pintu, ternyata ada sebuah
truk tangki bahan bakar Pertamina yang menerobos pintu perlintasan walaupun
sinyal tanda kereta sudah berbunyi. Tabrakan pun tak dapat dihindari.
Gerbong
depan kereta menabrak badan truk yang mengangkut 24 ribu kilo liter bahan bakar
premium. Seketika truk langsung terbakar sementara gerbong masinis dan
penumpang khusus wanita terguling.
Menurut
saksi mata, ledakan keras terdengar seperti sebuah ledakan bom sesaat setelah
truk tangki Pertamina terbakar. Penumpang berhamburan menyelamatkan diri namun
tidak sedikit yang terjebak di dalam gerbong kereta terutama gerbong khusus
wanita yang memang berada tepat di belakang gerbong masinis.
Hingga
berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa telah mencapai 7 orang dengan
korban luka-luka sebanyak 60 orang, baik luka berat mapun ringan. Sementara
masinis yang bernama Suparman dikabarkan meninggal dunia dengan kondisi
terjepit di gerbong KRL. (sbb/dakwatuna)




Posting Komentar