Azaria Network
Aquamina :
Home » » Tolak Miss Word, FUI Demo ke MNC Tower

Tolak Miss Word, FUI Demo ke MNC Tower

Usai menyampaikan aspirasinya di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 
massa Forum Umat Islam (FUI) bergerak menuju Gedung MNC, di Kebon Sirih, Selasa 3 September 2013
.

Jakarta.  Ratusan Massa dari Forum Ummat Islam (FUI) mendesak penyelenggara acara bergengsi Miss World 2013 di Jakarta dan Bali membatalkan niatnya. Mereka terutama mengecam Chairwoman of Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo.

Itu yang jadi alasan mereka untuk mendemo gedung perkantoran yang dimiliki suami Liliana (Hary Tanoesudibjo), yaitu MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sejak siang tadi (Selasa, 3/9).

FUI menilai, pagelaran yang akan dimulai di Bali tak mencerminkan kebudayaan asli Indonesia dan menyalahi pembukaan UUD 1945.

“Tolak pagelaran Miss World di NKRI yang merupakan bisnis amoral, yang asal usulnya kontes bikini, yang tidak sesuai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath, di depan gedung MNC Tower, Jalan Srikaya I, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

FUI menyatakan penyelenggara telah melanggar Pasal 281 dan 282 KUHP tentang kesusilaan dan Pargelaran Miss World bertentangan dengan Fatwa MUI nomor 287 tahun 2001.

“Kami meminta umat muslim untuk tidak memilih calon presiden yang menyelenggarakan pagelaran kemaksiatan,” seru Al Khaththath.

“Selama mereka tidak menghentikan pargelaran Miss Word yang dibuat istri dari Hary Tanoesudibjo, yakni Liliana Tanoesudibjo, maka Hary Tanoe telah melanggar UUD, melanggar pasal kemaksiatan dan melanggar Fatwa MUI,” tegas Al Khaththath.  

Kedatangan Ratusan Massa FUI  disambut ratusan Polisi yang berjaga-jaga di depan kantor MNC. Bahkan puluhan polisi berdiri dengan memakai tameng depan pintu masuk dalam kantor MNC.
Sikap aparat keamanan tersebut  mengundang reaksi Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath. Menurutnya, polisi sama saja melindungi Harry Tanoe sebagai otak dibalik ajang kemaksiatan.

“Sungguh anda sangat memalukan,” hardiknya.

MNC memberikan jatah 15 orang dari pihak umat Islam untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, massa bersedia bertemu jika pihak MNC menghadirkan Harry Tanoesodibjo.

“Jika tidak ditemui Harry Tanoe, kami tidak mau masuk!” tandas Ketua DPD FPI Jawa Barat, Kyai Kohar.


*Berbagai Sumber
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger