Kairo. Saat ini sedang
santer pemberitaan tentang skandal pemerintah kudeta yang menjual banyak aset
negara berupa tanah kepada negara asing pendukung kudeta. Terutama hektaran
tanah di Terusan Suez dan dataran Sinai.
Menanggapi
hal tersebut, Dr. Ahmad Mathar, direktur Pusat Riset Politik dan Ekonomi
“Arab”, menyatakan bahwa tanah-tanah Mesir adalah aset tetap dan kekayaan milik
rakyat yang tidak boleh disia-siakan. Beliau menekankan bahwa menjual tanah
negara yang dilakukan pemerintah kudeta militer berdarah adalah benar-benar
sebuah kejahatan pencurian. Seperti yang disebutkannya di situs klmty.net edisi
Kamis (24/10/2013).
Menurutnya,
keputusan menjual tanah-tanah negara itu tidak legal dan tidak sah. Karena
pemerintah kudeta tidak mempunyai hak untuk menanda-tangani transaksi penjualan
tersebut. Pemerintahan mereka saja tidak mempunyai legalitas hukum, maka
keputusan-keputusannya pun demikian.
Legalitas
tersebut di antaranya dibuktikan dengan dukungan internasional. Hingga saat ini
pemerintah kudeta tidak mempunyai dukungan internasional tersebut.
Internasional
enggan memberikan dukungan setelah penguasa kudeta membekukan konstitusi,
membubarkan majelis permusyawaratan, menculik dan menahan presiden, dan
membunuhi ribuan orang demonstran.
Mathar
optimis bahwa tanah-tanah itu akan otomatis kembali kepada rakyat begitu
pemerintah kudeta bisa dijatuhkan dan dihilangkan. (msa/klmty)




Posting Komentar