MAJELIS Mujahidin Indonesia (MMI) menilai kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar Iran di Indonesia. Lewat ideologi takfiri, Syiah melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam. Seperti melakukan pengkafiran terhadap sahabat dan istri nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam.
Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan ajaran-ajaran Syiah (intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia.
Oleh karena itu, MMI menyerukan dan mengajak seluruh komponen umat Islam bersatu dengan kekuatan penuh untuk membubarkan acara sesat dan menyesatkan tersebut.
“MMI juga menghimbau kepada komandan jihad ormas Ahlussunnah di mana saja berada, dan kepada segenap Ormas Islam dan ummat Islam Ahlussunnah untuk segera berkumpul bersatu dan konsolidasi dalam rangka menolak dan membubarkan acara Syiah yang akan mengadakan acara internasional seminar propaganda Syiah dan ritual peringatan hari sesat dan menyesatkan Idul Ghodir di SMESCO,” kata Amir MMI Jakarta Abu Robbani dalam pernyataannya kepada Islampos, Jum’at (25/10).
Dalam pernyataan terakhirnya, MMI menegaskan upaya ini dilakukan agar kelompok Syiah tidak merongrong aqidah dan ibadah umat Islam di kemudian hari,
“Time to act, waktunya bertindak,” pungkasnya. [pz/Islampos]




Posting Komentar