![]() |
| Presiden SBY memberi ucapan selamat usai melantik dan mengambil sumpah Kapolri yang baru, Komisaris Jenderal Sutarman di Istana Negara |
Komisaris
Jenderal Pol Sutarman resmi menjabat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol
Timur Pradopo. Resmi dilantik, Sutarman memaparkan tiga program unggulan yang
akan menjadi prioritasnya.
Pertama, Sutarman mengatakan akan membenahi apa yang menjadi persoalan dan tuntutan masyarakat selama ini, yakni kebutuhan akan hadirnya peran polisi sebagai pengayom masyarakat.
Pertama, Sutarman mengatakan akan membenahi apa yang menjadi persoalan dan tuntutan masyarakat selama ini, yakni kebutuhan akan hadirnya peran polisi sebagai pengayom masyarakat.
"Seperti yang saya paparkan di DPR, menghadirkan seluruh kekuatan dan kemampuan kita, Polri hadir di tengah-tengah masyarakat, saat masyarakat membutuhkan. Saya juga pernah menjelaskan kapan masyarakat membutuhkan, kehadiran polisi, pada saat mereka tidur pun perlu kehadiran polisi. Karena dengan hadirnya polisi dia merasa aman dan tenang, tidurnya nyenyak, pada saat berangkat ke kantor, pada saat pulang kerja, perlu kehadiran polisi," ujarnya usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10).
Sutarman berharap, masyarakat dapat merasa dekat dengan polisi sebagai penolong dan pelindung masyarakat.
"Sehingga dengan kehadiran Polri ini menolong masyarakat, kalau ada yang ingin menyeberang jalan mungkin orangtua, atau anak-anak, diseberangkan, itu sebagian dari contoh menolong masyarakat. Sehingga hidupnya Polri ini untuk menolong dan melindungi masyarakat," ujarnya.
Kedua, Sutarman akan fokus pada penegakan hukum sampai pada tindak pidana korupsi, terorisme dan narkotika. Sebab, hal-hal tersebut dapat membahayakan negara dan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dari aspek penegakan hukum, kemarin saya sampaikan dari penegakan hukum sampai tindak korupsi, terorisme dan narkotika, yang kejahatan yang cukup membahayakan, kelangsungan berbangsa dan bernegara itu harus menjadi prioritas di samping kejahatan-kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat," jelasnya.
Juga terhadap tindakan premanisme serta perjudian tak luput dari prioritas program kerja Sutarman .
"Premanisme, perjudian dan lainnya harus kita bersihkan, dan kita berikan target-target ke wilayah untuk penegakan hukum," ujarnya.
Ketiga, Sutarman memasukkan aspek pengawasan sebagai prioritas kerjanya. Menurut Sutarman , tanpa pengawasan yang baik, anggota-anggota kepolisian yang bekerja di lapisan pelayanan masyarakat bisa lepas kontrol.
"Yang ketiganya, meningkatkan aspek pengawasan, karena tanpa pengawasan yang baik, anggota yang bekerja di lapisan pelayanan sudah bekerja baik atau belum, bisa dilihat dari kontrol baik yang dilakukan oleh kesatuan, oleh IRwasum dan jajarannya, seperti Irwasda maupun kontrol dari luar," imbuhnya.(merdeka)




Posting Komentar