![]() |
| Husam Badran, pimpinan senior Hamas |
Doha. Seorang pimpinan
senior di Hamas menegaskan, Tepi Barat saat ini sedang panas-panasnya menuju
intifadhah dan revolusi melawan penjajahan Zionis. Ia mengisyaratkan sejumlah
rentetan peristiwa di Tepi Barat menegaskan akan hal itu.
Husam
Badran, pimpinan senior Hamas yang merupakan eks tawanan Palestina dari penjara
Zionis dan kini dideportasi ke Qatar menegaskan dalam pernyataannya kepada pers
bahwa semua usaha represif melalui perundingan tidak akan berhasil mencegah
bangsa Palestina untuk mengambil keputusan mereka masuk dalam konflik melalui
cara yang mereka lihat sesuai.
Badran
menambahkan, “Kami sangat mengasihi ruh para syuhada yang gugur kemarin di kota
Hebron untuk kami tegaskan bahwa jalan perlawanan dan pengorbanan adalah satu
satunya yang mengantarkan kepada kebebasan.”
Dia
mengisyaratkan, penjajah Israel setiap saat memiliki alasan untuk membenarkan
tindakan kejahatan mereka terhadap warga Palestina dan saat ini Israel memilih
alasan “adanya jaringan Al-Qaidah” atau Israel menyebutnya salafi jihadis di
Tepi Barat untuk mendapatkan dukungan dari dunia internasional di Tepi Barat.
Dia mengisyaratkan alasan Zionis itu sangat sulit diterima secara logis dan
fakta data di lapangan.
Terkait
peran otoritas Palestina seperti yang terjadi kemarin yang menyebabkan gugurnya
tiga warga Palestina, Badran menegaskan terlepas dari peran otoritas Palestina
dalam kejahatan ini, sikap mereka dalam menyikapi penjajah Israel sudah resmi
diketahui public yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun, lisan elit-elit
politik dan keamanan otoritas Palestina. Semua orang mengetahui hal itu, ada
usaha pembunuhan, penangkapan dan penyerahan sejumlah kelompok perlawanan dari
dulu sampai saat ini. (pip/sbb/dakwatuna)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf
Mansur
![]() |
| Add caption |





Posting Komentar