SOLO - Nasib Mitra Kukar tumbang di menit 89, setelah gawangnya dibobol Ronald pada laga terakhir babak delapan besar Turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014 grup B di Stadion Manahan Solo, Rabu (22/1/2014). Gol tunggal Persiram Raja Ampat inilah yang menggagalkan Mitra Kukar melaju ke final.
Ronald membobol gawang Dian Agus Prasetyo ketika ketika mendapati bola liar, setelah tendangan keras Mario Aibekop gagal dijinakkan. Bola yang mental liar langsung dimanfaatkan secara baik Ronald dan masuk, 1-0. Sebuah gol yang langsung disambut meriah pemain dan ofisial Persiram Raja Ampat.

Kemeriahan yang merubah suasana stadion Manahan yang semula terlihat dingin karena kedua tim tampil kurang menarik, karena hampir selama pertandingan berlangsung Mitra Kukar dan Persiram tidak menunjukkan greget. Yang terlihat justru protes dan ketegangan antar pemain yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Pelatih Mitra Kukar, Stefan Hanson terlihat kecewa dengan hasil itu. Jika saja Bima Sakti dan kawan-kawan mampu menahan seri, berpeluang melaju babak final melawan Arema di stadion Delta Sidoarjo. Namun permainan 25 menit terakhir yang mengurung separoh pertahanan Persiram justru berbuah petaka. Pada menit 89 gawangnya kebobolan.
"Ya inilah namanya sepakbola. Pada 25 menit terakhir mampu menguasai permainan di separo pertahanan justru kebobolan di menit akhir," katanya. Sementara pelatih Persiram Gomes Olivera mengaku pertandingan berlangsung baik dan menarik. Apalagi Persiram berhasil menutup laga dengan kemenangan.(Qom/KRjogja)
Ronald membobol gawang Dian Agus Prasetyo ketika ketika mendapati bola liar, setelah tendangan keras Mario Aibekop gagal dijinakkan. Bola yang mental liar langsung dimanfaatkan secara baik Ronald dan masuk, 1-0. Sebuah gol yang langsung disambut meriah pemain dan ofisial Persiram Raja Ampat.

Kemeriahan yang merubah suasana stadion Manahan yang semula terlihat dingin karena kedua tim tampil kurang menarik, karena hampir selama pertandingan berlangsung Mitra Kukar dan Persiram tidak menunjukkan greget. Yang terlihat justru protes dan ketegangan antar pemain yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Pelatih Mitra Kukar, Stefan Hanson terlihat kecewa dengan hasil itu. Jika saja Bima Sakti dan kawan-kawan mampu menahan seri, berpeluang melaju babak final melawan Arema di stadion Delta Sidoarjo. Namun permainan 25 menit terakhir yang mengurung separoh pertahanan Persiram justru berbuah petaka. Pada menit 89 gawangnya kebobolan.
"Ya inilah namanya sepakbola. Pada 25 menit terakhir mampu menguasai permainan di separo pertahanan justru kebobolan di menit akhir," katanya. Sementara pelatih Persiram Gomes Olivera mengaku pertandingan berlangsung baik dan menarik. Apalagi Persiram berhasil menutup laga dengan kemenangan.(Qom/KRjogja)




Posting Komentar