![]() |
| ilustrasi |
Surabaya, - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan menyelidiki keberadaan "harta karun" berupa brankas (lemari baja) yang kini masih terkunci di Kebun Binatang Surabaya yang diduga berisi barang-barang berharga yang nilainya diperkirakan miliaran rupiah.
"Hasil audit dari Unair (Universitas Airlangga) menemukan ada brankas yang digembok tiga. Jika saya titipkan ke pengadilan, uangnya yang mencapai dua karung itu tidak akan laku pada tahun berikutnya," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (22/1/2014).
Menurut dia, Menteri Kehutanan memberikan saran agar brankas tersebut dibuka saja untuk kepentingan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Hanya saja, lanjut dia, pihaknya tidak mau buru-buru karena sesuai saran dari Unair agar ditanyakan dulu dari sisi hukumnya.
"Karena apapun yang ada di sana ada yang merupakan sumbangan. Jika orang yang menyumbang itu mau menghibahkan terus ya tidak ada masalah, tapi bagaimana kalau diminta kembali. Tapi yang lain mungkin hasil retribusi," katanya.
Saat ditanya apakah KPK sudah mengetahui hal itu, Tri Rismaharini mengaku KPK sempat kaget ada brankas tersebut.
"Hasil audit dari Unair (Universitas Airlangga) menemukan ada brankas yang digembok tiga. Jika saya titipkan ke pengadilan, uangnya yang mencapai dua karung itu tidak akan laku pada tahun berikutnya," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (22/1/2014).
Menurut dia, Menteri Kehutanan memberikan saran agar brankas tersebut dibuka saja untuk kepentingan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Hanya saja, lanjut dia, pihaknya tidak mau buru-buru karena sesuai saran dari Unair agar ditanyakan dulu dari sisi hukumnya."Karena apapun yang ada di sana ada yang merupakan sumbangan. Jika orang yang menyumbang itu mau menghibahkan terus ya tidak ada masalah, tapi bagaimana kalau diminta kembali. Tapi yang lain mungkin hasil retribusi," katanya.
Saat ditanya apakah KPK sudah mengetahui hal itu, Tri Rismaharini mengaku KPK sempat kaget ada brankas tersebut.
"KPK akan mempelajarinya dulu. KPK tidak mau gegabah," katanya.
Tim audit dari Unair, lanjut dia, mengatakan kekayaan KBS selain yang ada di brankas juga terdapat di sejumlah bank dan memiliki aset tanah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
"Tapi buktinya tidak ada, teman-teman di KBS punya catatan, tapi tidak punya buktinya. Ini kan jadi repot," katanya.(Sayangi)
Tim audit dari Unair, lanjut dia, mengatakan kekayaan KBS selain yang ada di brankas juga terdapat di sejumlah bank dan memiliki aset tanah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
"Tapi buktinya tidak ada, teman-teman di KBS punya catatan, tapi tidak punya buktinya. Ini kan jadi repot," katanya.(Sayangi)




Posting Komentar