![]() |
| Kopata Jogja |
JOGJA- Trayek 300 bus kota yang dikelola lima
operator Damri, Kopata, Kobutri, Puskopkar dan Aspada bakal dihapus pada 2015.
Pemerintah
DIY menggantinya dengan 154 bus Trans Jogja.
Upaya
untuk menata transportasi massal kota ini sekarang tengah dibahas di Komisi C
DPRD DIY bersama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
(Dishubkominfo) DIY.
Meski
dilaksanakan pada awal 2015, perencanaan pengadaan bus dan rute baru dilakukan
pada bulan-bulan awal 2014. Sebab, untuk pembuatan karoseri bus setidaknya
membutuhkan waktu delapan bulan.
menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Trans Jogja Dishubkominfo DIY Agus Minang menjelaskan, skema penggantian
bus kota adalah setiap dua bus kota digantikan oleh satu bus Trans Jogja.
Semua
bus akan tergantikan dengan bus baru. Sebab meski Dishub mencatat ada 300
trayek bus kota, kenyataannya yang beroperasi hanya sekitar 50 bus.
Akan
tetapi untuk memperoleh bus dan rute baru tersebut, pengelola bus harus
mengikuti lelang.
Rencananya
hanya akan ada empat perusahaan operator besar Trans Jogja. Hanya secara teknis
belum diketahui apakah lima operator bus itu mesti melebur menjadi satu
konsorsium atau merger antarkoperasi otobus untuk meminimalisasi persoalan.
“Yang
jelas ke depan tidak ada lagi bus kota yang beroperasi,” ujarnya, Kamis
(7/11/2013).
”Januari
sebagai masa transisi sehingga Februari semua bus kota sudah harus digantikan
Trans Jogja,” tuturnya.
Dilain Pihak, Agus Adrianto Ketua
Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY mengatakan rencana
penggantian bus kota dengan bus Trans Jogja
telah disosialisasikan kepada seluruh operator bus kota.
Prinsipnya,
lima operator bus kota tidak terlalu mempermasalahkan. Kelimanya operator bus
kota tersebut meliputi Damri, Kopata, Kobutri, Puskopkar dan Aspada. Trayek bus
kota tersebut bakal dihapus pada 2015.
Saat
ini, jumlah bus kota yang beroperasi terus berkurang. Ia menyebutkan, bus kota
yang tadinya berjumlah 590 bus berangsur-angsur berkurang menjadi 300 bus.
Apalagi
dengan seiring hadirnya Trans Jogja sekitar 2008 lalu, jumlah bus yang
beroperasi terus menyusut. “Paling tinggal 50-an armada yang masih eksis,”
ungkapnya, Kamis (7/11/2013).
Hanya
masalahnya, dengan adanya rencana itu, rute-rute yang tadinya diminati
penumpang jadi hilang. “Rencana kan 13 rute, sedangkan sebelumnya bus kota ada
15 jalur,” tuturnya.(Harianjogja)


Posting Komentar