Brisbane. Sebuah organisasi Islami bernama Ummah United di Brisbane, Australia,
mengaku mencoba mengajak anak-anak muda menjalani hidup positif, jauh dari
narkotika, kriminalitas, dan juga terorisme. Namun, mereka juga dicurigai
karena beberapa orang yang dikenal dekat dengan Ummah United diberitakan
membuat onar, bahkan ikut berperang di Suriah.
Tayyab Khan, salah seorang yang sering
berpartisipasi dengan Ummah United, mengaku pertama kali menyukai organisasi
tersebut karena tampilannya yang tangguh, bahkan terlihat seperti sebuah geng.
Anggota Ummah United seringkali terlihat
memakai baju berwarna hitam dihiasi emblem berlambang pedang. Namun, menurut
organisasi ini, tampilan itu sebenarnya hanyalah taktik untuk menarik anak
muda.
Menurut Khan, Ummah United kemudian justru
mendorongnya menjauhi kehidupan keras ala anggota geng yang sebelumnya Ia jalani.
Ia kini berkumpul dengan teman-teman dari
Ummah United seperti halnya teman-teman lainnya, namun dalam lingkungan yang
lebih ‘bersih’, ceritanya di sela mengudap penganan dan berbincang-bincang di
sebuah kafe Lebanon.
“Kita bicara tentang agama, hal-hal baik,
topik yang berbeda…Sebelumnya, saya juga akan melakukan hal yang sama dengan
teman-teman, namun itu akan berbuntut ke hal buruk bagi kami,” ucapnya.
Sedangkan Robbie, yang sempat kecanduan
obat-obatan terlarang dan melanggar hukum, mengaku bahwa Ummah United dan masuk
Islam mencegahnya terlibat masalah lagi.
“Untuk menjauhi gaya hidup macam itu, saya
harus masuk ke lingkungan yang bersih. Islam adalah lingkungan yang bersih,”
ucapnya.
Ummah United didirikan pada tahun 2012
oleh Mirways Sayed, seorang pengungsi dari Afghanistan. Ia pun dahulu sempat
terlibat berbagai masalah. Ia awalnya ingin mendirikan sentra komunitas yang
terbuka bagi baik Muslim dan non-Muslim agar menjauhi obat-obatan terlarang,
kekerasan, dan agar mereka menjadi “orang yang lebih baik.”
Namun, Ummah United kerap mendapat
pandangan negatif. Tampilan mirip anggota geng, meskipun memang hanya sebagai
taktik untuk menarik kaum muda, bisa disalahartikan. Begitu pula sikap
organisasi yang menerima siapapun.
David Toalei, seorang laki-laki yang
dikaitkan dengan geng Bandidos, dahulu merupakan anggota Ummah United. Bulan
Juni lalu, Ia harus berurusan dengan polisi karena mengamuk di Gold Coast.
Bulan September lalu, timbul pemberitaan
bahwa saudara-saudara seorang warga Brisbane yang dicurigai terlibat bom bunuh
diri di Suriah sempat menghadiri acara-acara Ummah United.
Sayed mengaku sentra komunitas ini telah
berkali-kali dikunjungi oleh polisi dan badan intelijen Australia, ASIO. Namun,
menurutnya, tidak ditemukan bukti bahwa organisasi tersebut melakukan
kesalahan.
Beberapa pemuda pun mengeluh bahwa rumah
mereka sering dikunjungi ASIO tanpa pemberitahuan.
Imam Uzair Akbar, dari masjid Holland
Park, yang terletak dekat Ummah United, mengatakan bahwa Ummah United bisa
menjembatani antara arus utama dan arus radikal, meskipun peran tersebut
terbilang lemah.
Akbar telah ditunjuk sebagai penasihat
spiritual Ummah United. Tiap minggu, khotbahnya ditujukan pada pemuda yang
mungkin tergoda melakukan kekerasan atas nama jihad.
Ia tahu bahwa ada anak muda “yang amat
terganggu dengan apa yang terjadi di Timur Tengah” dan Ia berusaha melawan
radikalisasi yang terjadi lewat internet. Sebelumnya, telah disetujui bahwa
sentra tersebut tidak akan dilengkapi komputer.
Bila Ummah United memang bisa melawan
radikalisasi dan menjadi ‘jembatan’, maka memutus hubungan organisasi tersebut
dengan arus bawah tanah justru bisa berakibat kontraproduktif bagi pemerintah,
karena Ummah sebenarnya bisa berperan sebagai sumber informasi, ucap Akbar.
“Kalau ada yang berniat merusak jalinan
indah di negara ini, kami akan menjadi yang pertama mengumumkan itu. Kami tak
akan menyembunyikannya,” katanya. (tribunnews/sbb/dakwatuna)


Posting Komentar