Azaria Network
Aquamina :
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tampilkan postingan dengan label SLEMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SLEMAN. Tampilkan semua postingan

Wow, Warga Sleman Pelihara Ikan Raksasa di Rumahnya

Banyak orang memelihara ikan karena keindahannya dan ditempatkan dalam aquarium kaca agar dapat dinikmati sewaktu-waktu.Lain halnya dengan Muhammad Idris, kolam berukuran 4 meter kali 9 meter dengan kedalaman 3,5 meter miliknya diisi oleh dua IkanArapaima yang merupakan ikan raksasa dari sungai Amazon.
Tak hanya itu di kolam depan rumahnya yang berukuran 9 meter kali 12 meter dihuni delapan ekor Arapaima lainnya.
Dua ikan yang setidaknya memiliki panjang dua meter dengan berat ratusan kilogram tampak berenang dengan tenang di kolam yang berada di lantai dua rumah milik Idris yang beralamat di RT 12, RW 05, Dusun 3, Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman.
Kabar ikan raksasa milik Idris bergaung hingga masyarakat baik dari wilayah Minomartani hingga luar daerah berbondong-bondong ingin melihatnya dengan rasa penasaran.
Ketika Idris menjelaskan kepada masyarakat yang datang, ia menyebutkan nama jenis ikan tersebut adalah Arapaima. Akan tetapi kebanyakan pengunjung yang datang lebih suka menyebutnya dengan nama ikan Paimo.
“Mungkin karena lidah jawa, akhirnya ikan ini dikenal dengan nama Paimo,” jelasnya kepada wartawan Tribun Jogja.
Pria yang juga berprofesi sebagai Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan dan alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta tersebut menceritakan bahwa dirinya memang penggemar ikan.
Sekitar 10 tahun yang lalu, ia melihat bahwa kebanyakan orang memelihara ikan arwana atau lohan untuk dipelihara dan dinikmati keindahannya. Terbesit keinginan untuk mencari ikan yang lain dari pada yang lain.
“Saya memang sengaja cari ikan yang tidak banyak dimiliki orang, saya mendapatkan ikan ini memesan langsung dari asalnya Amazon dengan bantuan teman saya,” jelasnya.
Mulanya Arapaima yang dimilikinya hanya sebesar satu batang rokok, kini setelah bertahun-tahun dipelihara, ikan tersebut tumbuh melibihi badan orang dewasa.
Selain bentuknya yang berukuran besar, ikan bermoncong panjang dan memiliki sisik berwarna merah itulah yang membuat Idris tergila-gila dengan ikan jenis air tawar tersebut.
Ia tidak melarang orang untuk menonton ikan peliharaannya tersebut. Dengan dipandu oleh pekerjanya, pengunjung dapat menyaksikan ikan paimo di kolam dengan air yang jernih di lantai dua rumahnya.
Sebelum memasuki area kolam, terdapat tulisan peringatan bagi pengunjung yang mempunyai sakit jantung dilarang mendekat saat diberi makan.
Saat sang pawang memanggil ikan dengan bunyi-bunyian yang berasal dari mainan anak, dua ikan raksasa paimo seperti menurut dan menanti untuk diberi makan.
Mengagetkan, saat pawang melempar potongan ikan sebagai pakan ke dalam air, tiba-tiba paimo membuka mulutnya yang besar dan mencaplok pakan itu hingga menimbulkan suara riak yang cukup kencang.
Dijelaskannya, setiap hari ia bisa menghabiskan 10 kilogram ikan segar untuk mengenyangkan perut paimo.
 (Tribunjogja.c
om)

Azaria Network

Penjelasan BPPTKG tentang Suara Gemuruh Merapi


Yogyakarta-Selama tiga hari terakhir, warga lereng Merapi mendengar suara seperti dentuman dan gemuruh dari gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu. 
“Sudah tiga hari ini warga mendengar suara bleerdari Merapi,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Heri Suprapto, saat dihubungi, Selasa (29/4/2014) siang. 
Suprapto mengungkapkan, suara itu didengar warga sejak 27 April 2014 malam sekitar pukul 23.00 WIB dan 24.00 WIB. Suara itu kembali didengar pada tanggal 28 April 2014 sekitar pukul 22.00 WIB dan pukul 23.00 WIB. Sementara itu, pada 29 April 2014 suara terdengar pada pukul 07.00 WIB. 
“Ada gemuruh juga, tapi tidak tahu itu dari dalam Merapi atau dari mana,” ucapnya. 
Meski selama tiga hari terdengar suara-suara tersebut dari Gunung Merapi, aktivitas warga tetap berlangsung normal. Pasalnya, menurut Suprapto, tidak ada tanda-tanda yang membahayakan.
“Ya hanya suara, pas dilihat tidak ada kepulan asap yang berlebihan atau guguran. Jadi, warga ya tetap santai dan tidak khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandriyo menyatakan, suara dentuman dan gemuruh yang dirasakan warga lereng Merapi diakibatkan aktivitas tekanan turbulensi gas vulkanik di dalam Gunung Merapi yang membawa material berupa bebatuan. 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |“Kami menyimpulkan, suara gemuruh itu akibat dari adanya proses turbulensi gas vulkanik di dalam Merapi,” tutur Subandriyo saat dihubungi, Selasa. 
Bandriyo mengungkapkan, saat ini Gunung Merapi didominasi kandungan gas CO2. Kuatnya turbulensi gas yang ada di dalam membawa material bebatuan. Proses itu akhirnya menimbulkan suara gemuruh yang didengar oleh warga di lereng Merapi. 
Aktivitas turbulensi gas yang membawa material tersebut, lanjutnya, terjadi di diafragma. Posisinya ialah di bawah kubah Merapi dan kantong magma. 
“Jarak antara kubah dengan kantong magma kurang lebih tiga kilometer,” ujarnya. 
Menurut Subandriyo, aktivitas Merapi berupa turbulensi gas ini belum mengarah ke erupsi magmatis sebab di data seismik kegempaan tercatat “low frequency“. 
“Jika yang bergerak magma, yang banyak terjadi kegempaan high frequency. Tapi, ini yang banyak low frequency,” ujarnya.
via kompas

HASIL SURVEY TIM BPPTKG KE PUNCAK MERAPI ; Kubah Lava Merapi Terdobrak

Tim Survei BPPTKG Ke Puncak Merapi
Hasil survei di puncak Merapi tidak ditemukan jejak awan panas. Material yang ada di puncak merupakan hasil pendobrakan kubah lava 2010. Sedang lontaran material akibat letusan pada 18 November hanya mencapai radius 400 meter dari puncak. Lontaran mengarah ke Kali Gendol dan sebagian ke Kali Senowo.
Demikian hasil survei Tim Observasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Survei dilakukan untuk mengetahui ihwal letusan pada Senin 18 November 2013 lalu.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Dra Sri Sumarti dalam konferensi pers menjelaskan, timnya tidak menemukan jejak awan panas di puncak Gunung Merapi. Tim tidak menemukan material baru (juvenil) dari perut bumi di puncak, sehingga dapat dipastikan letusan 18 November 2013 bukan magmatis, melainkan letusan freatik yang melontarkan pecahan kubah lava 2010.
Dijelaskan, data alat pemantau juga tidak merekam gempa awan panas, sehingga disimpulkan yang terjadi letusan freatik. “Kejadian itu cuma tercatat sekali single event dan setelah itu tidak terjadi sesuatu,” katanya.
Letusan 18 November lalu telah menimbulkan rekahan sepanjang 230 meter yang mengarah ke tenggara-barat laut, mengikuti bukaan kawah dari arah Gendol. “Pusat letusan 18 November bentuknya memanjang. Itu sebetulnya bukan retakan, karena tidak menimbulkan deformasi (penggembungan) di kanan-kiri rekahan itu,” kata Kepala BPPTKG Drs Subandriyo MSi.
Menurut Subandriyo, letusan freatik diakibatkan tekanan uap yang sangat kuat, bukan karena tekanan magma dari dalam perut bumi. Kejadian ini merupakan single event yang terjadi sekali, setelah itu kondisi kembali normal. Ini berbeda dengan letusan magmatis yang pasti diikuti event lanjutan. “Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas Merapi masih normal, tidak ada indikasi peningkatan aktivitas pascaletusan 18 November,” tuturnya.
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Staf BPPTKG Aditya Putra menegaskan, tidak ditemukan material baru, yang ada material lama hasil hancuran kubah lava 2010. “Kalau ada jejak awan panas, pasti kita jumpai mineral tertentu dan bau belerang menyengat. Kita tidak temui mineral itu di puncak, material yang ada murni hasil lontaran kubah lava 2010,” ungkapnya.
Subandriyo menambahkan, letusan freatik single event sebelumnya pernah terjadi Agustus 1990. Ini menunjukkan karakter Merapi tidak berubah pascaerupsi 2010. “Memang terjadi perubahan morfologi yang menyebabkan letusan-letusan seperti pada 18 November belakangan lebih sering terjadi. Tapi secara umum karakter Merapi tetap, tidak berubah,” ungkapnya.
Bukti karakter Merapi tidak berubah adalah terbentuknya kubah lava yang mengakhiri proses erupsi 2010. Karena itu dia tidak setuju dengan pendapat bahwa Merapi mempunyai sistem terbuka (open system) pascaerupsi 2010. “Open system itu kalau kantung magma di bawah kontak langsung dengan udara tanpa halangan apa-apa. Nyatanya, erupsi 2010 menghasilkan kubah lava dengan tinggi 20-33 meter dari dasar kawah,” jelasnya.(krjogja)

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI ; Mbah Rono Menganggap Letusan Magmatik

Mbah Rono
 SLEMAN – Vulkanolog, Surono atau biasa disapa Mbah Rono memiliki pemikiran lain seputar letusan Merapi yang terjadi pada Senin (18/11/2013) lalu.
Jika Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menyatakan sifat letusan freatik, Mbah Rono menganggap itu letusan magmatik.
Letusan freatik dari kaca mata Mbah Rono, merupakan erupsi yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air.
Namun pertanyannya bagaimana mungkin letusan freatik ini menciptakan asap tebal yang membumbungkan tinggi hingga dua kilometer.
Untuk itu, Mbah Rono mencoba mencari tahu lewat data-data yang ada. Menurut analisanya, letusan yang menyebabkan hujan abu hingga Jawa Timur itu merupakan letusan magmatik atau letusan karena ada pergerakan magma dari dalam perut gunung.
“Saya juga melihat dari foto-foto yang dikirimkan teman-teman relawan di lereng Merapi adanya empat garis endapan berwarna putih. Saya kira itu merupakan endapan awan panas yang membuat jalurnya sendiri,” jelas Mbah Rono saat acara bincang santai Mitigasi tanpa Kopi dan Dasi di Padepokan Donolayan, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sabtu (23/11/2013) malam.
Empat garis itu bisa dilihat dari dua tempat. Tiga garis itu ada di sisi Barat Merapi dan satu garis endapan awan panas di sisi Selatan.
Mbah Rono melanjutkan, erupsi Merapi 18 November itu juga disertai material vulkanik yang diyakini material baru. Artinya, diperkirakan adanya muntahan dari dalam perut Merapi pada saat ini.
“Dengan data-data yang ada itu saya menyimpulkan, itu kok bukan letusan freatik, tapi bisa didefisinikan sebagai letusan magmatik. Karena ada dorongan magma di sana,” kata Mbah Rono.
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Masih ada data lain yang menjadi pegangan Mbah Rono. Dia melihat Pos Pantauan Merapi di Babadan mencatat sebelum letusan pukul 04.58 WIB telah terjadi gempa guguran sebanyak delapan kali dan gempa tektonik sebanyak dua kali. Letusan itu bercampur abu, pasir kerikil dan bebatuan.
“Data lain ada gempa guguran yang terjadi di Merapi pada tanggal 11 November sebanyak 24 kali. Lantas ada juga pada 10 November sebanyak 23 kali dan hari-hari berikutnya terus menurun. Sebagai vulkanolog saya patut curiga dengan guguran itu,” jelas Mbah Rono.
Staf Ahli Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bidang Lingkungan Hidup itu masih memberikan argumennya soal letusan magmatik.
Data-data itu merujuk pada kekuatan letusan 18 November yang bisa mengangkat dan membuat rekahan sumbat lava 230 meter dengan lebar hingga 50 meter.
Berdasarkan data ini, Mbah Rono yakin letusan beberapa pekan lalu adalah erupsi magmatik. Sebab ada tekanan dari pergerakan magma dari dalam perut gunung sehingga bisa meruntuhkan sumbat lava.
“Harapan saya dengan runtuhnya sumbatan lava itu Merapi akan sering melakukan pelepasan maka tidak terjadi akumulasi tekanan dari dalam perut gunung. Gas-gas yang ditimbulkan oleh magma justru cepat terempas. Tetapi Merapi punya cerita sendiri,” kata Mbah Rono.(Harianjogja)

Aduh! Bisa Bikin Teler, Pil Trihex Malah Dijual Bebas

Ilustrasi
SLEMAN–Meski penanganan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan tapi obat keras masih dijual bebas tanpa resep dokter. Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman belum lama ini menangkap DT, 30, warga Kricak, Tegalrejo, Jogja karena keterlibatan dalam menjajakan obat penenang pil Trihexyphenidyl.
Trihexyphenidyl merupakan obat untuk mengurangi kegoyahan dan gelisah yang dapat disebabkan oleh beberapa obat penenang. Obat ini bekerja pada sistem saraf dan memperbaiki beberapa ketidakseimbangan kimia.
Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Dhanang Bagus Anggoro menjelaskan dari tersangka ditemukan 12,5 butir pil trihex disembunyikan dalam saku celana. Selain dikonsumsi sendiri pil itu juga dijual ke sejumlah teman tersangka yang merupakan anak jalanan. “Dia menjual dan keuntungannya dipakai sendiri,” terangnya Selasa, (19/10/2013).
Danang menambahkan, saat diperiksa tersangka mengaku mendapatkan 20 butir pil trihex dari temannya di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman. “Ia mengaku membeli Rp60.000 dapat 20 butir dari temannya,” imbuhnya.
Dengan adanya temuan itu, pihaknya menduga pil tersebut dijual bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Padahal jika dikonsumsi tanpa resep maka bisa berefek seperti psikotropika lainnya yakni membuat teler.(Harianjogja)
----------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Apakah Erupsi Merapi Ada Hubungannya dengan Gempa Ciamis, Begini Penjelasannya

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |YOGYAKARTA - Sepuluh menit setelah gempa berkekuatan 4,7 SR di Ciamis, Jawa Barat pukul 04.41 WIB, terjadi letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Ada kemungkinan gempa Ciamis ikut memicu letusan Gunung Merapi. 

"Bisa saja gempa Ciamis menjadi pemicu Merapi meletus. Tapi tidak setiap gempa menimbulkan letusan," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendrasto saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/11/2013).


Hendrasto menjelaskan, saat ini tekanan antara magma dan air tanah di Merapi cukup tinggi. Sehingga ketika terjadi goyangan gempa, Merapi langsung bereaksi. Menurutnya banyak gunung yang letak geografisnya lebih dekat dengan Ciamis namun tidak mengalami reaksi apapun pasca gempa pagi tadi.


"Apa yang terjadi sesungguhnya itu fenomena alam. Bisa jadi gempa di Ciamis merupakan pemicu, bisa juga tidak," ucapnya.

Tipe letusan seperti ini merupakan letusan freatik, yakni letusan hanya berlangsung singkat dan tidak berulang-ulang. Tremor atau getaran juga langsung berhenti ketika letusan berakhir.

"Berbeda dengan magmatis yang tremornya biasanya terus menerus. Letusan freatik kalau sudah keluar, sudah. Selesai juga gempa dan tremornya," papar Hendrasto.

Letusan freatik juga tidak menampakkan gejala sebelumnya. Letusan tersebut muncul secara mendadak dan berakhir singkat. Abu vulkanik yang sempat menghujani kawasan Klaten, Solo dan Boyolali ini juga telah berakhir. 


"Seperti sekarang ini. Saat ini bisa dibilang Merapi aman," katanya.


Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 4,7 SR menggunacang Ciamis pada kedalaman 23 kilometer. Titik gempa berada di koordinat 8.33 LS dan 109.00 BT.(detik.com)


GUNUNG MERAPI MELETUS ; Keluarkan Asap Setinggi 2.000 Meter

wedus gembel gunung merapi difoto dari daerah srowot, klaten. Pagi ini 
Sleman-Gunung Merapi di Sleman pagi ini mengeluarkan asap tebel disertai abu vulkanik membumbung tinggi hingga 2000 meter.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers menginformasikan hembusan asap tebal dan abu vulkanik itu terjadi Senin pagi (18/11/2013) pukul 04.50-06.00 WIB.
“Hembusan disertai suara gemuruh. Letusan ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi,” tuturnya, hari ini.
Menurut dia, sebelum embusan terjadi, gunung teraktif di dunia itu tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Reaksi yang terjadi termasuk katagori letusan freatik.
“Kejadian ini mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 lalu yang tiba-tiba meletus pada pagi hari. Letusan hari ini lebih besar daripada saat itu dengan status masih normal aktif (level I),” lanjutnya.
Dalam penjelasannya, letusan freatik merupakan letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Mekanisme letusan freatik terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya.
Selanjutnya, air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi akibatnya tekanan yang terus bertambah akan menghancurkan lapisan penutupnya.(Harianjogja)
-----------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur

Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Ditemukan Periuk Berisi Lempengan Emas di Candi Bedingin


Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap Situs Bedingin, yang diperkirakan merupakan sebuah bangunan candi. Situs tersebut pertama kali diketahui oleh
pekerja bangunan di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, pada 20 Oktober lalu.
Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB DIY, Wahyu Astuti mengatakan, setelah ada laporan mengenai situs tersebut, pihaknya lalu memulai proses ekskavasi pada 11 Oktober lalu. Rencananya ekskavasi akan dilakukan hingga 10 hari mendatang.
Pada ekskavasi Rabu (13/11/2013) lalu, timnya tak hanya menemukan sejumlah blok batuan di situs tersebut. Namun yang mencengangkan adalah, seorang anggota timnya menemukan sebuah priuk kecil yang di dalamnya berisikan lempengan emas.
“Emasnya berbentuk lempengan emas dalam periuk kecil. Emas tersebut ada tulisannya, tapi belum dapat dibaca, karena ukuran tulisannya sangat keci. Selain itu ada fragmen perak yang kami temukan,” jelasnya, Kamis (14/11/2013).
Dari pengalaman sebelumnya, periuk yang ditemukan biasanya terletak di bawah yoni yang terdapat pada sebuah candi. Menurutnya, bagian tersebut merupakan bekal kubur yang biasanya berisi emas.
Menurutnya, dari informasi awal ia memperkirakan bahwa dari bagian yang ditemukan, ia meyakini bahwa hal itu merujuk pada bagian atap candi. Namun untuk memastikannya, ekskavasi akan terus dilakukan lebih dalam lagi.
“Ini yang sudah terlihat adalah komponen atap candi, karena sudah ditemukan antefik, makara, dan sisi genta. Jadi kemungkinan di bawahnya masih ada bangunan candinya,” ungkapnya.
Pokja Pelindungan, BPCB DIY, Taufik menambahkan, ekskavasi dilakukan untuk menentukan apakah nanti ada rekomendasi untuk terus dilanjutkan atau tidak. Untuk itu waktu 10 hari ekskavasi tahap pertama nanti akan sangat menentukan.
“Pertama kali, kami temukan 19 blok batu yang lalu kami amankan di Balai Penampungan Benda Cagar Budaya di Mlati. Kemudian kami analisa di kantor dan direkomendasikan untuk dilakukan ekskavasi,” paparnya.
Dari data yang telah didapatnya, ia yakin bahwa Situs Bedingin tersebut merupakan sebuah candi. Pasalnya ia telah menemukan arsitek candi dan berbagai bagian yang merupakan bagian candi. Beberapa di antaranya adalah antefik atau hiasan pada candi dan makara.
“Jelas ada indikasi candi di sini. Tapi memang kami belum menemukan struktur candi atau bagian pondasi yang utuh untuk sebuah candi. Makanya kami akan terus gali beberapa tanah di sekitar candi,” jelasnya.
Namun ia mengakui cukup bermasalah dengan lokasi situs yang berada di halaman sebuah rumah yang sedang dibangun. Hal itu pun menjadi kendala baginya untuk menggali tanah dengan maksimal, lantaran harus memikirkan yang memiliki tanah.
“Kemarin saja saat mau digali, yang punya rumah keberatan. Takut kalau nanti akan menghentikan pembangunan rumahnya yang sudah berdiri. Susah juga untuk dinego kalau sudah berdiri,” terangnya.
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |Meski masih sangat terbatas, ia akan terus melakukan penggalian di sekitar situs untuk mencari denah candi. Menurutnya, hingga kini yang ditemukan masih berupa reruntuhan batu candi yang diperkirakan runtuh ke arah selatan dan barat daya.
Untuk itu ia belum dapat memperkirakan candi tersebut apakah candi Hindu atau Budha. Bahkan hingga saat ini belum diperoleh gambaran mengenai ukuran dan arah hadap situs yang berada tak jauh dari LP Cebongan itu.
Menurutnya, jika dalam 10 hari mendatang ada temuan baru yang signifikan, ekskavasi akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Namun jika tidak ada hasil yang berarti, ia akan mengkaji temuan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Warga setempat, Nanang mengatakan bahwa di desa tersebut tidak pernah terdengar kisah mengenai candi atau sejenisnya. Tapi ia mengakui ada Balai Penampungan Benda Cagar Budaya di Mlati, yang tak jauh dari lokasi ditemukannya Situs Bedingin.
“Saya tidak pernah dengar cerita soal candi di desa ini. Tidak pernah tahu ada sejarah tentang candi juga,” jelasnya sembari menyaksikan batuan yang digali sejumlah relawan BPCB DIY.
Sebelumnya, pada 20 Oktober lalu, seorang pekerja bangunan menggali tanah untuk septic tank di depan sebuah bangunan rumah. Namun setelah menggali hingga sekitar dua meter, ia melihat sejumlah bongkahan batu. Ia lalu melaporkannya ke Satpam setempat hingga ke BPCB DIY.tribunnews

TEWAS AKIBAT MIRAS; Pesta Miras, Dua Warga Godean Tewas


Ilustrasi
SLEMAN - Kasus tewasnya warga disebabkan miras kembali terjadi. Dua warga Sidomoyo, Godean, Sleman meninggal dunia setelah berpesta miras oplosan Kamis (7/11/2013).
Dua warga yang meninggal itu adalah Bambang Yulianto, 42, warga Dusun Pete, Sidomoyo, Godean dan Suparjo alias Genjur, 30, Simping, Sidomoyo, Godean.
Sedangkan satu korban lagi yakni Triyono alias Benthet, 40, mengalami kritis sehingga mendapatkan perawatan intensif di RS Bethesda Jogja.
Menurut keterangan sejumlah tetangga, setidaknya dari Rabu (6/11/2013) pagi ketiganya minum miras baru berakhir Kamis (7/11/2013).
Usai minum mereka hingga teler dan muntah. Karena kondisi ketiganya kian kritis kemudian dirujuk menuju RS Bethesda Jogja.
Hanya saja beberapa jam setelah dilakukan perawatan kedua korban meninggal di rumah sakit. Bambang meninggal sekitar pukul 11.00 wib Kamis (7/11/2013) sedangkan Suparjo meninggal pukul 17.00 wib. Sementara Triyono masih mengalami kritis di RS Bethesda Jogja.(Harianjogja)
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Tolak Uang Kuliah Tunggal, Pecahkan Kaca Rektorat


Kaca pintu masuk gedung pusat administrasi UIN pecah
 akibat unjukrasa yang dilakukan mahasiswa 
SLEMAN-Sedikitnya 50 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogja menggeruduk rektorat setempat, Rabu (6/11/2013) sore. Mereka melakukan aksi penolakan terhadap rencana pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Pantauan Harianjogja.com massa merangsek masuk ke dalam gedung rektorat di lantai satu untuk menemui rektor UIN Sunan Kalijaga Musa Asy’ari. Tetapi karena rektor sedang keluar kota maka tiga wakil rektor menemui para mahasiswa.
Mereka adalah Wakil Rektor I Sekar Ayu Aryani, Plh Wakil Rektor II Wariyono dan Wakil Rektor III Maksudin. Para mahasiswa secara bergantian menggelar orasi di depan para wakil rektor yang menunggu untuk diberikan kesempatan memberikan jawaban atas tuntutan.
“Kita harus menolak UKT karene memberatkan,” ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Sekitar lebih 30 menit berlangsung demonstrasi, tiba-tiba memanas. Mahasiswa membakar dua ban di dalam gedung rektorat hingga api membumbung tinggi.

Karena dinilai membahayakan, seorang satpam setempat memadamkan api dengan alat pemadam. Kendati demikian hal itu membuat situasi kian memanas. Sejumlah mahasiswa melempari dan memecah kaca almari besar yang biasa dipergunakan sebagai papan informasi karya tulis.(Harianjogja)
---------------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf Mansur
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

Sekolah Elit Milik Amien Rais Nyaris Dirampok

SD Budi Mulia Dua di Pandean Sleman
SD Budi Mulia Dua di Pandean Sleman

Sleman- Sekolah milik keluarga mantan Ketua MPR Amien Rais, SMP-SMA Internasional Budi Mulya Dua, berlokasi di Panjen, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjadi sasaran kawanan pencuri, Jumat 20 September 2013. Aksi kejahatan itu berawal sekitar pukul 03.00 WIB, saat tiga petugas jaga malam sekolah tersebut, Fajar Irianto, Hariyono, dan Mujiyanto sedang beristirahat.

Tiba-tiba datang empat orang yang membawa golok dengan cara melompat pagar sekolah bagian belakang. Kawanan pencuri melumpuhkan dua orang penjaga sekolahan yang berjaga di belakang yaitu Fajar Irianto dan Hariyono.

“Pelaku menodongkan golok kepada dua penjaga dan melakban mata dan mulut,” kata Petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Ngemplak, Ajun Inspektur Satu Bambang Widyatmoko.

Setelah dilakban mata dan mulut kedua penjaga, pelaku membawa Fajar pun dibawa ke luar kompleks sekolah dan badannya diikatkan ke sebuah pohon. Sementara, Hariyono diikat di sebuah ruangan sekolah. Telepon genggam milik kedua penjaga disita oleh kedua pelaku.

Berhasil melumpuhkan dua penjaga sekolah yang berada di bagian belakang, kemudian pelaku bergerak menuju bagian depan sekolah untuk melumpuhkan penjaga lainnya. Melihat ada kawanan yang menggunakan cadar Mujiyanto berusaha melakukan perlawanan.

“Nahas korban justru dibacok oleh pelaku di bagian kepalanya sebanyak tiga kali. Korban berteriak sekencangnya dan teriakan didengar warga yang langsung berdatangan ke lokasi,” kata Bambang.

Melihat banyak warga yang datang ke lokasi kejadian, akhirnya keempat kawanan pencuri kabur. Pencurian pun gagal dilakukan.

Fajar Irianto (27), penjaga malam sekaligus korban, mengatakan setelah dibacok di bagian kepala, rekan kerjanya dibawa ke rumah sakit Panti Nugroho. "Namun, karena luka bacok yang cukup parah, yaitu di leher bagian belakang, pelipis muka kiri, dan bagian kepala atas dirujuk kemudian ke RSUD Sleman,” katanya. (sj)

Disdik Sleman Imbau Sekolah Tegakkan Tatib

Pengendara sepeda motor di bawah umur.
Pengendara sepeda motor di bawah umur.

SLEMAN -- Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengimbau sekolah-sekolah untuk menegakkan tata tertib sekolah. Pasalnya, masih banyak siswa sekolah menggunakan sepeda motor namun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono, mengatakan pihaknya hanya dapat memberikan imbauan kepada sekolah terkait hal tersebut. Lantaran penggunaan sepeda motor oleh siswa diatur dalam tata tertib masing-masing sekolah. 

"Masing-masing sekolah sudah ada tata tertib sekolah. Dan penegakkan itu di sekolah karena kewenangan masing-masing sekolah," kata Arif, Senin (16/9).
Sehingga, Arif hanya dapat mengimbau kepala sekolah untuk menegakkan aturan-aturan sekolah termasuk penggunaan sepeda motor ke sekolah.

Arif juga mengatakan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran ke sekolah untuk menegakkan tata tertib pada pekan depan. "Karena, pihak yang bisa memberikan sanksi hanya sekolah," tambahnya.

REPUBLIKA.CO.ID

Ngentak Sapen Diserang Ninja, Empat Orang Terluka

Foto Ilustrasi 
SLEMAN - Rombongan massa menggunakan cadar ala ninja menyerang warga Ngentak Sapen, Caturtunggal, Depok Sleman, Sabtu (14/9/2013) sekitar pukul 23.10 wib.
Serangan membabibuta itu membuat lima rumah rusak dan dua warga luka parah, dua orang luka ringan, semuanya diakibatkan senjata tajam.
Satu rumah rusak parah yakni milik Mbah Tomo Rejo, 70, kemudian dilingkari police line. Kaca jendela dan pintu rumah rusak serta perabotan berantakan. Masih ada ceceran darah di pintu rumah tersebut.
Selain rumah Mbah Tomo, tiga rumah lainnya rusak milik Samingan, Bibit, Lasmi. Tak hanya itu gerobak angkringan milik Tiyah juga dirusak berikut barang dagangannya.
Kawasan yang diserang ini berada di wilayah Rt 01 Rw 02 Gang Sawit Ngentak Sapen. Selain itu ada dua unit sepeda motor yang juga ikut dirusak para pelaku.
Sementara dua warga yang luka parah antara lain Memeng Yulianto, 27, menderita luka bacok di kepala, tangan hingga syaraf nadinya nyaris putus dan Pendi, 23, yang masih satu rumah dengan Memeng juga menderita luka bacok di kaki kanan dengan 25 jahitan dan punggung 35 jahitan. Keduanya masih menjalani rawat inap di RS Bethesda.
Mbah Tomo menderita luka tusukan besi di bagian punggung dan tangan. Serta Indra, 19, seorang mahasiswa yang tinggal di indekkos di rumah Nyonya Samingan ikut terkena bacokan saat tengah belajar di dalam kamar. Tetapi Mbah Tomo dan Indra sudah diperkenan pulang dari RS Bethesda.

Harianjogja.com

Ayahanda Anies Baswedan Tutup Usia, UII Berduka

Mendiang Rasyid Baswedan, ayahanda Anies Baswedan.
JAKARTA — Universitas Islam Indonesia (UII) berduka. Rasyid Baswedan, mantan staf pengajar Fakultas Ekonomi yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor UII meninggal dunia, Jumat (13/9/2013) pukul 04.30 WIB, setelah menjalani perawatan di rumah sakit Jogja setelah mengalami stroke untuk kali kedua.
Rasyid adalah suami Aliyah, guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, dan ayahanda Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina. Kabar duka itu disampaikan Anies melalui akun Twitternya. Kabar itu juga dikonfirmasi staf Universitas Paramadina kala dihubungi redaksi media massa di Jakarta.
“Telah meninggal dunia Drs Rasyid Baswedan (ayah dari Anies Baswedan), pukul 04.30 WIB,” kata Deputi Rektor Bidang Akademik dan Riset Universitas Paramadina Totok A Soefijanto kepada redaksi portal aneka berita Detikcom, Jumat.
Okezone.com melaporkan jenazah sempat disemayamkan di kediamannya, Jl. Kaliurang Km. 5, Gg. Grompol No. 18, Jogja sebelum disalatkan.  “Jenazah almarhum akan disemayamkan di auditorium Universitas Islam Indonesia dan dimakamkan di pemakaman UII, dekat kampus UII,” tulis Anies dalam akun Twitternya.
Totok A Soefijanto sebagaimana dikutip Detikcom mengatakan jenazah bakda salat Jumat disalatkan di masjid dekat rumah duka. “Diberangkatkan dari rumah duka menjelang salat Jumat dan disalatkan di Masjid Al-Ittihad dekat rumah duka,” ucapnya.

Solopos.com

Demam Berdarah Merebak di Huntap Lereng Merapi

 
Foto ilustrasi


SLEMAN—Sejumlah warga yang menghuni hunian tetap (Huntap) Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, khawatir dengan merebaknya wabah demam berdarah (DB). Sejak dihuni enam bulan terakhir, sudah belasan kepala keluarga yang terserang DB.
Sunarni, 40, warga Huntap Pagerjurang mengatakan, belum genap sepekan yang lalu dua tetangganya menderita DB. Keduanya adalah Wening Rahayu, 35, dan Toro, 35.
Wening berasal dari Dusun Manggong sedangkan Toro dari Dusun Kepuh. Mereka menghuni Huntap Pagerjurang pascaerupsi Merapi 2010. Kejadian yang baru sepekan itu sempat membuat kekhawatiran warga lain karena kejadian DB secara terus menerus mengintai warga di Huntap Pagerjurang. Kedua warga itu kini dirawat di RS Panti Nugroho Sleman.
“Kalau Ning itu sudah sepekan lebih tetapi yang Toro baru dua hari lalu pulang,” ungkapnya saat ditemui Harian Jogja.com, Senin (26/8/2013).
Selama menghuni huntap enam bulan, kata dia, baru sekali dilakukan fogging. Sosialisasi dari pihak Dinkes Sleman juga pernah diterima bersama warga lain. Kendati demikian, persoalan DB masih saja muncul.
Sunarni sendiri mengaku pernah menderita DB sepekan setelah tinggal di Huntap Pagerjurang. Kendati demikian ia nekat hanya rawat jalan lantaran kasihan dengan kedua anaknya yang masih kecil.
“Saya juga heran, kondisi tanah kering, tidak ada limbah, tidak ada semak tapi kok ada demam berdarah,” ujarnya.
Kepala Desa Kepuhharjo, Heri Suprapto, membenarkan jika demam berdarah tengah mewabah di Huntap Pagerjurang. Bulan sebelumnya juga terdapat empat warga dari empat KK yang terserang DB. Jika ditotal sudah ada belasan warga yang terserang demam berdarah selama enam bulan terakhir.
“Terakhir yang dua orang kemarin dirawat di Panti Nugroho, Wening Rahayu dan Toro,” ungkapnya.

Harian Jogja.com
 
Veritra Sentosa International | Bisnis MLM Ustad Yusuf Mansyur | MLM Terbaru |

BLOG LINK

Terima kasih atas kunjungan anda

Salam sukses dari kami

**MaliharjoNews**

Azaria Network
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger