Azaria Network
Aquamina :
Home » » 3 Desa di Trowulan akan direnovasi agar persis zaman Majapahit

3 Desa di Trowulan akan direnovasi agar persis zaman Majapahit

Situs kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo tetap melarang rencana pendirian pabrik baja oleh PT Manunggal Sentra Baja di kawasan situs Kerajaan Majapahit yang terletak di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Rencananya, Pemprov Jawa Timur akan menyiapkan anggaran Rp 25 juta untuk masing-masing rumah di Kecamatan Trowulan. 

Dana yang diambil dari anggara APBD Jawa Timur itu untuk merenovasi seluruh pemukiman yang berada di tiga desa yang diprediksi sebagai pusat pemerintahan di era Majapahit. Sehingga, bentuk bangunan pemukimannya nanti akan persis seperti bangunan di zaman Kerajaan Majapahit.

Untuk itu, Pemprov Jawa Timur akan mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera menetapkan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional, untuk kemudian didirikan Majapahit Park.

"Pabrik yang akan didirikan di Trowulan itu memang untuk kepentingan umum, tapi tidak boleh didirikan di situ, karena itu situs sejarah. Makanya Bupati Mojokerto (Mustafa Kamal Pasa) harus segera menjelaskan dan sharing soal ini," kata Soekarwo usai menghadiri sarasehan tentang Resolusi Jihad dan Integritas NKRI di Gedung Juang 45 Surabaya, Selasa (22/10).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Jariyanto mengatakan, pihaknya sudah pernah merencanakan pendirian cagar budaya di kawasan Trowulan bersama Pemkab Mojokerto. 

"Sudah setahun lalu. Kami dan Pemkab Mojokerto sudah pernah merencanakannya. Tapi saat ini memang belum ada penetapan," kata Jariyanto.

Nantinya, dijelaskan Juriyanto, dalam rencana tersebut, kawasan situs Kerajaan Majapahit di Trowulan itu dibagi menjadi dua wilayah. Zona pertama adalah wilayah utama seluas 11 kilometer persegi. Pembangun di zona ini harus sesuai dengan tujuan utama, yaitu menghidupkan kembali situs Majapahit.

Sedangkan untuk zona dua, adalah pembangunan di atas tanah seluas 50 hektar dan berfungsi sebagai penyangga utama cagar budaya Kerajaan Majapahit di Trowulan.

"Saat ini, tim yang dibentuk Kemendikbud sudah turun ke Mojokerto untuk melakukan pengukuran luas dan penetapan titik-titik strategis. Hasil kajiannya nanti, akan dibahas dengan Direktur Permuseuman dan Dinas Pariwisata, Bapeda serta Biro Kerjasama. Tujuannya untuk menentukan langkah awal penyelamatan situs Majapahit," beber dia.

Kata dia, untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan anggaran Rp 25 Juta untuk masing-masing rumah. "Tahun 2014 akan terealisasi. Sudah kita anggarkan di APBD Jatim tahun 2014. Konsepnya adalah rumah-rumah di tiga desa itu direnovasi seperti pemukiman zaman Majapahit," ungkap Jariyanto.

Ia menjelaskan, tiga desa tersebut adalah Desa Jatipasar, Senotonorejo dan Bejijong. "Pertimbangan dipilih tiga desa ini, karena prediksinya, pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit berada di tiga desa itu. Hal itu terbukti masih ada ritual-ritual khusus kerajaan Majapahit," beber dia lagi.

Saat ini, masih menurut Jariyanto, sudah ada 296 rumah yang menyatakan siap direhabilitasi menjadi pemukiman seperti zaman kerajaan yang didirikan Raden Wijaya tersebut. "Prosesnya adalah warga setempat mengajukan dan bersedia merehab rumahnya seperti zaman Majapahit," katanya.

Disebut Jariyanto, maket Majapahit sudah terbentuk. Sehingga, konsep pembangunan rumah dan kawasan cagar budaya kerajaan yang berjaya di era Prabu Hayam Wuruk itu, seperti dalam protipe.

"Prototipe itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Harapannya, tahun 2014 sudah terealisasi. Nanti modelnya macam-macam, ada yang model rumah rakyat jelata, ada yang model rumah prajurit, panglima, juga ada yang model rumah saudagar. Maketnya sudah jadi," urainya lagi.

Nah, untuk menunjang upaya pembangunan Majapahit Park itu, pemerintah telah membebaskan tanah seluas 20 hektar, yang diperuntukan sebagai penunjang pariwisata di tiga desa tersebut. "Termasuk nanti juga ada pembangunan gedung pertemuan dan lain-lain," pungkasnya
.(merdeka)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Maliharjo News. - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger