Tenaga Kerja Indonesia (TKI) overstayer yang dipulangkan dari Arab Saudi dinilai sebagai tamparan bagi kegagalan pemerintah SBY memanfaatkan peluang pemutihan dalam amnesti yang sudah sempat diberikan oleh Arab Saudi.
"Ini bentuk nyata kelalaian karena peluang yang begitu besar dibuka ternyata tidak dimanfaatkan oleh pemerintah kita," ujar anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/11).
Pemerintahan SBY tidak punya keberpihakan dan keseriusan untuk memberikan perlindungan optimal kepada TKI. Pemerintah sibuk mengurus rumor-rumor politik yang memojokkan citra Presiden SBY.
"Kasus Bunda Putri saja cepat, tapi kalau kasus TKI yang ribuan orang menjadi korban tidak ada statement yang kuat," tambahnya.
Indra juga menyebut bahwa sikap Presiden SBY sangat berbeda jauh dengan sikap Presiden Filipina yang langsung turun tangan jika warganya di luar negeri bermasalah.
"Sejauh ini saya belum pernah dengar SBY punya bentuk kepedulian yang lebih kepada buruh migran. Tapi mau apa lagi, sebentar lagi dia akan berakhir, mudah-mudahan ada Presiden yang lebih baik ke depan," tandasnya. (pm/rmol)
Pemerintahan SBY tidak punya keberpihakan dan keseriusan untuk memberikan perlindungan optimal kepada TKI. Pemerintah sibuk mengurus rumor-rumor politik yang memojokkan citra Presiden SBY.
"Kasus Bunda Putri saja cepat, tapi kalau kasus TKI yang ribuan orang menjadi korban tidak ada statement yang kuat," tambahnya.
Indra juga menyebut bahwa sikap Presiden SBY sangat berbeda jauh dengan sikap Presiden Filipina yang langsung turun tangan jika warganya di luar negeri bermasalah.
"Sejauh ini saya belum pernah dengar SBY punya bentuk kepedulian yang lebih kepada buruh migran. Tapi mau apa lagi, sebentar lagi dia akan berakhir, mudah-mudahan ada Presiden yang lebih baik ke depan," tandasnya. (pm/rmol)
------------------------------------------------------------------------------------
Solusi smart berinvestasi dan berbisnis bersama Ustd.Yusuf
Mansur


Posting Komentar